Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 16 Mei 2026 09:09 WIB

Cuaca Ekstrem Terjang Kota Sukabumi, BPBD Catat Kerusakan di 18 Titik Berbeda


					Dua petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi bekerja sama mengevakuasi kerangka logam dan puing-puing atap bangunan yang runtuh. Ini adalah salah satu dari 18 titik kerusakan yang tercatat akibat terjangan cuaca ekstrem berupa angin kencang dan hujan lebat yang melanda wilayah Kota Sukabumi pada Jumat (15/5). Tampak di latar belakang warga dan petugas lain mengamati proses evakuasi di sekitar area yang juga tergenang air. Perbesar

Dua petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi bekerja sama mengevakuasi kerangka logam dan puing-puing atap bangunan yang runtuh. Ini adalah salah satu dari 18 titik kerusakan yang tercatat akibat terjangan cuaca ekstrem berupa angin kencang dan hujan lebat yang melanda wilayah Kota Sukabumi pada Jumat (15/5). Tampak di latar belakang warga dan petugas lain mengamati proses evakuasi di sekitar area yang juga tergenang air.

JENTERANEWS.com  — Cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai angin kencang melanda wilayah Kota Sukabumi, Jawa Barat, pada Jumat (15/5). Bencana alam tersebut mengakibatkan kerusakan masif di 18 titik yang tersebar di sejumlah kecamatan, dengan mayoritas insiden berupa pohon tumbang dan atap bangunan yang roboh.

Berdasarkan hasil asesmen sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi hingga pukul 19.28 WIB, dampak kerusakan terpantau cukup luas. Tim reaksi cepat telah diterjunkan ke lokasi-lokasi terdampak guna melakukan penanganan darurat serta mendata kerugian materiil yang dialami warga.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, mengonfirmasi bahwa seluruh personel lapangan saat ini tengah bekerja secara intensif untuk mengatasi dampak cuaca buruk tersebut.

“Hasil pendataan sementara di lapangan, petugas kami mencatat ada 18 kejadian akibat cuaca ekstrem,” ungkap Yoseph saat memberikan keterangan resminya, Jumat (15/5).

Lebih lanjut, Yoseph memaparkan bahwa insiden pohon tumbang tercatat melanda sedikitnya tiga kecamatan, yakni Kecamatan Baros, Warudoyong, dan Citamiang. Secara spesifik, lokasi yang terdampak meliputi Jalan Stadion di Kelurahan Dayeuhluhur, Perum Genteng Puri, wilayah Kelurahan Cikondang, Jalan Pabuaran di Kelurahan Nyomplong, hingga area permukiman warga di Kecamatan Baros.

Selain pohon tumbang, hempasan angin kencang juga mengakibatkan atap rumah warga terbawa angin dan roboh di 10 lokasi berbeda. Kerusakan infrastruktur lainnya mencakup ambruknya tembok pembatas di kawasan Perum Amaranta, Jalan Taman Bahagia, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong.

Cuaca ekstrem ini tidak hanya memicu kerusakan akibat angin, tetapi juga bencana hidrometeorologi. “Dilaporkan juga terjadi banjir limpasan di RT 05/01 Kelurahan Sindangsari di Kecamatan Lembursitu,” tutur Yoseph menambahkan.

Sebagai tindak lanjut, pihak BPBD menegaskan bahwa proses evakuasi serta pembersihan material bangunan dan pohon tumbang terus dilakukan secara optimal hingga malam hari. Langkah cepat ini diprioritaskan untuk mengembalikan fungsi akses jalan agar kembali normal dan memastikan keselamatan warga di sekitar lokasi kejadian.

“Petugas masih berada di lapangan. Selain penanganan, juga dilakukan pendataan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan dan segera melaporkan kejadian darurat kepada pihak berwenang.(*)

Laporan: Awang

Editor: Hamjah

Artikel ini telah dibaca 15 kali

Baca Lainnya

Tragedi Jembatan Gantung Cibodas: Infrastruktur Lapuk Kembali Makan Korban, Warga Tagih Janji Pemerintah

16 Mei 2026 - 10:03 WIB

Warga berupaya mengevakuasi korban di dasar Jembatan Gantung Cibodas pada malam hari (kiri). Inset menunjukkan kondisi jembatan yang bobrok dan lapuk.

Fenomena Pria Mematung di Sukabumi Hebohkan Warga, Polisi Ungkap Riwayat Medis Korban

16 Mei 2026 - 09:22 WIB

Sosok Yaya (34), pria asal Majalengka, saat ditemukan warga berdiri mematung di kawasan Jalan Samsi, Kelurahan Cisarua, Kota Sukabumi. Pihak kepolisian memastikan kondisi tersebut dipicu oleh riwayat gangguan mental yang dialami korban.

Kabar Duka, Pendaki Asal Sukabumi Meninggal Dunia di Jalur Sembalun Gunung Rinjani

16 Mei 2026 - 09:00 WIB

Tim evakuasi gabungan mengevakuasi jenazah pendaki asal Sukabumi, Endang Subarna (49), menggunakan tandu darurat di jalur pendakian Bukit Penyesalan Sembalun, Gunung Rinjani, Lombok Timur, NTB, Kamis (14/5/2026). Korban kemudian dinyatakan meninggal dunia setibanya di Pos II Sembalun setelah diperiksa oleh dokter Puskesmas.

Respon Keresahan Warga, Satpol PP Kota Sukabumi Sita Puluhan Botol Miras dan Gagalkan Distribusi Ilegal

16 Mei 2026 - 08:51 WIB

Puluhan botol minuman keras (Miras) berbagai merek dan jenis yang berhasil diamankan oleh petugas Satpol PP Kota Sukabumi dalam operasi penertiban di sebuah toko, Rabu (13/5). Botol-botol tersebut kini menjadi barang bukti dalam proses hukum selanjutnya.

Hujan Deras Berkepanjangan, Atap Rumah Warga di Caringin Sukabumi Ambruk

12 Mei 2026 - 15:30 WIB

Sejumlah petugas gabungan bersama warga setempat meninjau dan melakukan penanganan darurat pada sebuah rumah yang atapnya ambruk di Kampung Pajegan, Desa Cikembang, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, Selasa (12/5/2026). Ambruknya atap rumah tersebut diakibatkan oleh cuaca ekstrem berupa hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Senin (11/5) malam.

Rakor KKS 2026: Sekda Kabupaten Sukabumi Tekankan Kolaborasi dan Sinergi sebagai Kunci Raih Kembali Swasti Saba Wistara

12 Mei 2026 - 13:51 WIB

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman (tengah, memegang mikrofon) memberikan motivasi dan arahan kepada jajaran perangkat daerah dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Kabupaten Sukabumi Tahun 2026 di Pendopo Kabupaten Sukabumi, Selasa, 12 Mei 2026. Dalam sambutannya, Sekda menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara perangkat daerah untuk meraih kembali penghargaan Swasti Saba Wistara pada tahun 2026.
Trending di Sukabumi