Menu ✖

Mode Gelap

Sukabumi · 16 Mei 2026 09:00 WIB

Kabar Duka, Pendaki Asal Sukabumi Meninggal Dunia di Jalur Sembalun Gunung Rinjani


					Tim evakuasi gabungan mengevakuasi jenazah pendaki asal Sukabumi, Endang Subarna (49), menggunakan tandu darurat di jalur pendakian Bukit Penyesalan Sembalun, Gunung Rinjani, Lombok Timur, NTB, Kamis (14/5/2026). Korban kemudian dinyatakan meninggal dunia setibanya di Pos II Sembalun setelah diperiksa oleh dokter Puskesmas. Perbesar

Tim evakuasi gabungan mengevakuasi jenazah pendaki asal Sukabumi, Endang Subarna (49), menggunakan tandu darurat di jalur pendakian Bukit Penyesalan Sembalun, Gunung Rinjani, Lombok Timur, NTB, Kamis (14/5/2026). Korban kemudian dinyatakan meninggal dunia setibanya di Pos II Sembalun setelah diperiksa oleh dokter Puskesmas.

JENTERANEWS.com  — Kabar duka menyelimuti dunia pendakian. Seorang warga asal Sukabumi, Jawa Barat, bernama Endang Subarna (49), dilaporkan meninggal dunia saat melakukan pendakian di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Kamis (14/5/2026). Korban mengembuskan napas terakhirnya usai tak sadarkan diri di kawasan Bukit Penyesalan, jalur pendakian Sembalun.

Kasi Humas Polres Lombok Timur, Iptu Lalu Rusmayadi, membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, korban yang mendaki bersama rombongan berjumlah 28 orang tersebut mulai melakukan perjalanan melalui jalur resmi pintu masuk Kandang Sapi pada pukul 08.00 Wita, dengan didampingi oleh Tracking Organizer (TO).

Pejabat Pencarian, Pertolongan, dan Evakuasi (P2E) Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), I Gede Agus Mustika, mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, korban tampak sangat aktif secara fisik dan terus menyemangati rekan-rekannya di sepanjang jalur. Rombongan juga sempat berteduh di Pos IV akibat guyuran hujan.

“Hujan reda sekitar pukul 16.00 Wita, dan rombongan kembali melanjutkan perjalanan. Baru lima belas menit berjalan, korban membuka jas hujannya. Tiba-tiba, beberapa langkah kemudian korban menunduk lalu terjatuh dan pingsan di jalur pendakian,” terang Mustika, Jumat (15/5/2026).

Mendapati kejadian tak terduga tersebut di kawasan Bukit Penyesalan, pihak TO langsung berkoordinasi darurat dengan petugas Balai TNGR yang bersiaga di Pos Pelawangan Sembalun. Tim gabungan dari TNGR bersama Edelweis Medical Help Center (EMHC) segera meluncur ke titik jatuhnya korban untuk memberikan pertolongan medis pertama.

Setibanya di lokasi, tim medis langsung melakukan tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau pijat jantung luar selama kurang lebih 30 menit. Namun, korban sama sekali tidak memberikan respons terhadap upaya penyelamatan tersebut.

Mengingat kondisi medan dan ketiadaan respons medis dari korban, petugas kemudian meminta bantuan tim kesehatan tambahan untuk proses evakuasi turun menuju Pos II Sembalun. Evakuasi menggunakan tandu dimulai pada pukul 17.00 Wita dan memakan waktu perjalanan sekitar 2,5 jam. Rombongan evakuasi akhirnya tiba di Pos II pada pukul 19.20 Wita.

“Setelah tiba di Pos II, dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh dokter dari Puskesmas Sembalun, dr. Lalu Riski Andri Saputra. Dari hasil pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa yang bersangkutan telah meninggal dunia,” tegas Rusmayadi.

Jenazah korban selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans Puskesmas Sembalun dan dibawa menuju RSUD Selong untuk proses penanganan lebih lanjut sebelum dipulangkan ke kediamannya di Sukabumi.

Merespons insiden fatal ini, Ketua Tim World Class Mountaineering TNGR, Budi Soesmadi, kembali memberikan peringatan keras mengenai pentingnya kejujuran para pendaki terkait kondisi kesehatan tubuh mereka saat menyertakan surat keterangan sehat di pos masuk.

“Kami melarang keras pendaki yang memiliki riwayat penyakit bawaan seperti jantung, asma, hipertensi, ambeien, vertigo, dan penyakit penyerta lainnya yang mengkhawatirkan untuk memaksakan diri. Ini sangat berbahaya bagi keselamatan nyawa mereka,” tegas Budi.

Pihak pengelola TNGR menekankan bahwa Standar Operasional Prosedur (SOP) secara tegas telah menyarankan setiap pendaki untuk membawa kelengkapan obat-obatan pribadi. Lebih dari itu, kesiapan fisik dan mental, serta transparansi kondisi medis sebelum mendaki merupakan hal fundamental yang tidak boleh diabaikan demi meminimalisasi risiko kecelakaan di alam bebas.(*)

Editor: Hamjah


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 21 kali

Baca Lainnya

Dimsum Ayam Jamur Diduga Pemicu Keracunan Massal 151 Warga SMKN 1 Gunungguruh

8 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Koordinasi antara tim medis, unsur pemerintah kecamatan, dan pihak SMKN 1 Gunungguruh mengenai 151 orang yang diduga keracunan makan bergizi gratis, Rabu (7/10/2026). Satu orang guru sempat dirawat akibat insiden ini.

Petugas Evakuasi Buaya 3 Meter yang Terjerat Jaring Warga di Sungai Cibubuay Sukabumi

8 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Petugas Damkarmat Kabupaten Sukabumi melakukan evakuasi terhadap seekor buaya yang terjerat jaring warga di Sungai Cibubuay, Desa Cibuntu, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Rabu malam.

Niat Kabur Gagal Total, Pemuda 22 Tahun di Sukabumi Dikepung Warga usai Lecehkan Remaja Putri

7 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Wajah tegang korban begal payudara di Sukabumi, AP (18), sesaat setelah kejadian dan dievakuasi oleh rekan-rekannya dari kerumunan warga di Jalan Ahmad Yani, Senin (5/10/2026) malam.

Polisi Ringkus Oknum Guru Ngaji Pelaku Asusila Anak di Nyalindung Sukabumi

7 Oktober 2026 - 07:43 WIB

Ribuan Buruh Gelar Sujud Syukur di Jakarta Pasca-Pengesahan UU Pelindungan Ketenagakerjaan

6 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Potret seorang pria bernama AMRULL dalam kerumunan massa dengan latar belakang gedung-gedung bertingkat. Pria tersebut tampak mengenakan seragam biru berlambang Bendera Merah Putih di lengan kiri serta kacamata hitam dan peci.

PEMKAB SUKABUMI DUKUNG PENUH MUKERDA MUI: LANGKAH STRATEGIS RUMUSKAN PROGRAM KHIDMAT UMAT

6 Oktober 2026 - 13:32 WIB

Wakil Bupati Sukabumi memberikan sambutan saat membuka Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) MUI Kabupaten Sukabumi di Pondok Modern Assalam Putri, Selasa (6/10/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam merumuskan program-program keagamaan yang bermanfaat bagi umat.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca