JENTERANEWS.com — Warga Kota Sukabumi dan jagat maya baru-baru ini digemparkan oleh sebuah peristiwa tak lazim. Seorang pria ditemukan berdiri kaku menyerupai patung selama berjam-jam tanpa memberikan respons apa pun kepada lingkungan sekitarnya. Insiden yang memicu tanda tanya besar ini terjadi di kawasan Jalan Samsi, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi.
Pria yang menjadi sorotan publik tersebut diketahui bernama Yaya (34), seorang perantau asal Kabupaten Majalengka yang sehari-hari berprofesi sebagai penjual pakaian keliling. Selama aksinya berdiri mematung, Yaya sama sekali tidak bereaksi meski warga sekitar berkali-kali mencoba mengajaknya berkomunikasi.
Menanggapi viralnya kejadian tersebut, pihak kepolisian segera turun tangan untuk mengungkap fakta di balik fenomena ini. Plt Kasi Humas Polres Sukabumi, Ipda Ade Ruli, menjelaskan bahwa sebelum insiden “mematung” itu terjadi, korban memang sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya yang menurun.
“Sekitar pukul 21.00 WIB pada Selasa (12/5/2026), Yaya sempat berobat ke sebuah klinik di Jalan RA Kosasih. Saat itu, ia mengeluhkan beberapa gejala seperti rasa cemas, pusing, nyeri lambung, dan demam. Setelah menerima penanganan medis, ia kembali ke kontrakannya,” jelas Ipda Ade Ruli saat memberikan keterangan pers pada Jumat (15/5/2026).
Kronologi Penemuan
Kejanggalan mulai disadari pada keesokan harinya. Rekan satu kontrakan Yaya kebingungan lantaran tidak menemukan pria tersebut di dalam kamarnya pada pagi hari. Setelah dilakukan pencarian di sekitar area tempat tinggal, Yaya akhirnya ditemukan berada di luar kontrakan.
Namun, kondisinya sangat mengejutkan. Ia ditemukan berdiri mematung, kaku, dan seolah tidak sadarkan diri secara penuh meskipun matanya terbuka. Berbagai upaya dari rekan dan warga untuk menyadarkannya tidak membuahkan hasil.
Fakta di Balik Kondisi Korban
Misteri mengenai penyebab Yaya mematung berjam-jam akhirnya menemui titik terang setelah pihak kepolisian melakukan koordinasi dan berkomunikasi dengan keluarga korban di kampung halaman.
“Berdasarkan keterangan pihak keluarga kepada saksi yang mengantarnya pulang ke Majalengka, Yaya ternyata memiliki rekam jejak riwayat gangguan mental,” terang Ipda Ade Ruli. Diduga kuat, kombinasi antara kondisi fisik yang sakit (demam dan nyeri lambung) serta kelelahan memicu kambuhnya kondisi psikologis tersebut.
Menyusul kejadian ini, Yaya, yang tercatat baru tiga bulan mengadu nasib di Sukabumi, telah dievakuasi dan dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Majalengka. Keputusan ini diambil agar ia dapat berkumpul kembali bersama keluarga dan segera menjalani perawatan medis serta psikologis yang lebih komprehensif.(*)
Laporan: Awang
Editor: Hamjah















