JENTERANEWS.com — Warga Kampung Cijulang RT 019/RW 008, Desa Sukajaya, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, digegerkan oleh penemuan jasad seorang pria yang tergantung pada seutas tali tambang di dalam rumahnya. Korban diketahui bernama Jaelani (27).
Peristiwa ini sempat menyita perhatian publik setelah rekaman video situasi penemuan jasad korban beredar luas di aplikasi perpesanan WhatsApp.
Kepala Desa Sukajaya, Ade Firman, membenarkan insiden tragis yang menimpa salah satu warganya tersebut.
“Benar, ada peristiwa salah satu warga kami yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tergantung seutas tali tambang,” ujar Ade Firman saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Kronologi Penemuan Jasad

Petugas kepolisian, TNI, aparat desa, bidan desa, dan beberapa warga berpose bersama di depan rumah lokasi kejadian di Kampung Cijulang, Desa Sukajaya, Kecamatan Pabuaran. Foto ini diambil setelah penanganan awal TKP dan koordinasi antara berbagai pihak untuk langkah selanjutnya dalam penanganan kasus dugaan bunuh diri tersebut.
Menurut penuturan Ade Firman, korban selama ini tinggal bersama ibu kandungnya, Eros (48). Peristiwa memilukan tersebut pertama kali diketahui oleh sang ibu seusai pulang dari kebun sekitar pukul 09.00 WIB.
Sontak, sang ibu terkejut mendapati anaknya sudah dalam keadaan tak bernyawa. Diliputi rasa syok dan tidak berani menyentuh jasad korban, Eros langsung berlari keluar rumah untuk meminta pertolongan warga sekitar.
Warga yang mendengar kabar tersebut segera melaporkan kejadian itu ke Pemerintah Desa Sukajaya. Informasi kemudian diteruskan ke Pospol Pabuaran Polsek Lengkong, Koramil 2210 Pabuaran, dan pihak Pemerintah Kecamatan Pabuaran.
Penanganan dan Penyelidikan Petugas
Menerima laporan warga, petugas gabungan dari kepolisian, TNI, dan aparat kecamatan langsung meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna melakukan pengamanan lokasi serta pemeriksaan awal.
Saat ini, jasad korban disemayamkan di rumah duka. Meski indikasi awal mengarah pada dugaan bunuh diri, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.(*)
(Aris Jampang)















