Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 16 Jul 2026 14:46 WIB

Diduga Akibat Aktivitas Pembakaran Lahan, Kebun Bambu di Nyalindung Sukabumi Hangus Terbakar


					Petugas gabungan, termasuk personel Pemadam Kebakaran Sukaraja dan P2BK Nyalindung, berupaya memadamkan sisa-sisa api yang melahap lahan kebun bambu di area PT Bintonik, Kampung Caringin, Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis siang, 16 Juli 2026. Kebakaran yang diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran lahan oleh warga ini berhasil dikendalikan setelah pengerahan satu unit armada pemadam. Perbesar

Petugas gabungan, termasuk personel Pemadam Kebakaran Sukaraja dan P2BK Nyalindung, berupaya memadamkan sisa-sisa api yang melahap lahan kebun bambu di area PT Bintonik, Kampung Caringin, Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis siang, 16 Juli 2026. Kebakaran yang diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran lahan oleh warga ini berhasil dikendalikan setelah pengerahan satu unit armada pemadam.

JENTERANEWS.com – Insiden kebakaran melanda sebuah lahan kebun bambu yang berlokasi di area PT Bintonik, Kampung Caringin RT 001/RW 007, Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (16/7/2026) siang. Kobaran api dilaporkan sempat meluas hingga mendekati area PT POPAN, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produksi telur.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nyalindung, A Ahmad, peristiwa kebakaran tersebut mulai diketahui sekitar pukul 12.00 WIB. Menurut hasil asesmen sementara di lapangan, kebakaran diduga kuat berasal dari aktivitas warga yang tengah melakukan pembakaran lahan.

“Dugaan sementara, api berasal dari kegiatan warga yang sedang membakar lahan. Api kemudian merambat dengan cepat membakar kebun bambu di lokasi PT Bintonik dan nyaris meluas ke pinggir area PT POPAN,” ungkap A Ahmad dalam laporan tertulisnya, Kamis (16/7/2026).

Menindaklanjuti kejadian tersebut, tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan upaya pengendalian. Proses pemadaman berhasil dilakukan dengan cepat setelah satu unit armada Pemadam Kebakaran (Damkar) dari Pos Sukaraja dikerahkan ke titik api.

Selain penanganan langsung di lapangan, pihak P2BK Nyalindung juga bergerak cepat melakukan koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Nyalindung yang terdiri dari Camat, Kapolsek, dan Danramil setempat, serta Pemerintah Desa Mekarsari.

Beruntung, tidak ada korban jiwa, korban luka, maupun warga yang harus mengungsi akibat insiden ini. Kerugian materiel hingga saat ini dipastikan hanya berdampak pada lahan kebun bambu yang hangus terbakar.

Saat ini, kondisi di lokasi kejadian telah dinyatakan aman dan api sudah berhasil dipadamkan sepenuhnya. Meski demikian, pihak berwenang melalui P2BK Nyalindung mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat setempat.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta kejadian serupa lainnya, terutama saat memasuki musim kemarau. Hindari aktivitas pembakaran lahan yang tidak terkendali,” imbaunya.

Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi warga Kabupaten Sukabumi untuk lebih bijak dan berhati-hati dalam mengelola lahan demi mencegah terjadinya bencana yang dapat merugikan lingkungan dan fasilitas umum.(Dik)

 


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Napi Lapas Warungkiara Kabur Saat Masa Asimilasi, Petugas dan Kepolisian Gelar Pengejaran

20 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Foto Patah alias Acil, narapidana kasus pencurian yang dilaporkan kabur dari Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, saat menjalani program asimilasi. (Foto: Dok. Lapas Warungkiara)

Perkuat Tata Kelola Pembudayaan Hidup Sehat, Dinkes Jabar Gelar Bimtek Lintas Sektor di Sukabumi

20 Agustus 2026 - 17:43 WIB

Suasana pemaparan materi dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendampingan Pembudayaan Hidup Sehat (PHS) Tingkat Kabupaten Sukabumi yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat di Pendopo Sukabumi, Kamis (20/8/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas teknis dan manajerial lintas sektor guna mendorong perubahan perilaku hidup sehat di masyarakat.

Pastikan Kesiapan Fisik dan Administrasi KDKMP, Sekda Sukabumi Hadiri Rakornas Percepatan Verval

20 Agustus 2026 - 17:25 WIB

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman (tengah depan berbatik hitam dan kacamata), didampingi jajaran pimpinan perangkat daerah, mendengarkan pemaparan Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Kementerian Koperasi RI dalam Rakornas Percepatan Verval Gerai KDKMP secara daring dari Pendopo Sukabumi, Kamis (20/8/2026). Di sebelah kiri Sekda (wanita berhijab) dan sebelah kanannya (pria berbatik) adalah bagian dari tim pendamping.

Sidang Kematian Nizam Syafei: Ahli Forensik Sebut Penyakit Kronis Sebagai Penyebab, Perkuat Pembelaan Ibu Tiri

20 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Terdakwa Teni Ridha Shi alias TR saat menjalani sidang lanjutan beragendakan pemeriksaan saksi ahli di Pengadilan Negeri (PN) Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Rabu (19/8/2026).

Tiga Hari Hilang, Mahasiswa Asal Jakarta Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Citepus Sukabumi

20 Agustus 2026 - 16:29 WIB

Tim gabungan dari Satpolairud Polres Sukabumi, Basarnas, dan TNI AL mengevakuasi jasad korban tenggelam, Ahmad Nadif Fadilah (21), menggunakan kantong mayat di bibir Pantai Dolpin Citepus, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Rabu (19/8/2026). Jasad mahasiswa asal Jakarta Selatan itu ditemukan mengapung setelah tiga hari dinyatakan hilang di Pantai Karangnaya.

Korupsi APBDes Rp574 Juta untuk Renovasi Rumah, Kaur Keuangan Desa di Sukabumi Resmi Ditahan

19 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Petugas Walsus Kejari Sukabumi mengawal seorang tahanan menuju mobil tahanan (atau ke dalam gedung, tidak jelas dari gambar) usai menjalani pemeriksaan. Tahanan tersebut mengenakan rompi oranye khas tahanan Kejari Sukabumi.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca