Menu

Mode Gelap
Download Aplikasi Pinjaman Online Langsung Cair, Cepat Terdaftar OJK Tujuh Game Penghasil Uang, Download Aplikasinya Disini Dapatkan Puluhan Juta Rupiah Cara Membuat NPWP Online, Sangat Mudah Tinggal Siapkan Syarat Wajib Pajak Diduga Depresi Berat Karena Menderita Sakit Yang Tak Kunjung Sembuh, Seorang Nenek di Cikole Gantung Diri Tumpukan Kayu di Pinggir Jalan Cibaregbeg Mengancam Keselamatan Pengguna Jalan

Sukabumi · 18 Agu 2026 15:16 WIB

Tragedi Usai Perayaan Kemerdekaan: Dua Pemuda Sukabumi Jadi Korban Pembacokan OTK


					Dua pemuda korban pembacokan OTK diSimpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat Senin (17/8/2026) Perbesar

Dua pemuda korban pembacokan OTK diSimpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat Senin (17/8/2026)

JENTERANEWS.com – Nasib nahas menimpa dua pemuda di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Usai merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, keduanya menjadi korban pembacokan brutal oleh orang tak dikenal (OTK) pada Senin (17/8/2026) malam, sekitar pukul 23.30 WIB.

Peristiwa berdarah tersebut terjadi di kawasan Jalan Raya Kiaradua, Desa Kertajaya. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua korban masing-masing berinisial Aa (21), warga Kampung Cigadog, Desa Kertajaya, dan AYH, warga Desa Cihaur.

Kapolsek Simpenan, AKP Bayu Sunarti Agustina, mengungkapkan bahwa insiden bermula ketika para korban baru saja selesai menyaksikan pentas hiburan musik di Lapang Sepak Bola Cigaru. Acara tersebut diselenggarakan oleh warga setempat dalam rangka memeriahkan peringatan hari kemerdekaan.

Di tengah perjalanan pulang, para korban menerima informasi mengejutkan bahwa seorang pemuda bernama Muhamad Rapli terjatuh dari sepeda motornya. Berdasarkan laporan awal, insiden jatuhnya Rapli diduga kuat terjadi akibat ia berusaha menghindari percobaan pembacokan dengan senjata tajam jenis celurit oleh sekelompok orang.

Merespons kabar tersebut, Aa dan AYH bersama sejumlah rekannya berinisiatif mengejar para terduga pelaku yang diketahui melarikan diri ke arah Jalan Raya Kiaradua. Pengejaran membuahkan hasil ketika mereka berhasil menghentikan laju kendaraan pelaku, yang diidentifikasi berboncengan tiga orang menunggangi sepeda motor jenis Honda Vario.

“Korban sempat menanyakan alasan pelaku hendak membacok Saudara Rapli. Namun, tanpa aba-aba, pelaku yang memiliki ciri-ciri berambut pirang langsung mengeluarkan celurit,” ujar AKP Bayu dalam keterangan resminya, Selasa (18/8/2026).

Konfrontasi di tengah malam tersebut berujung pada tindak kekerasan. Pelaku berambut pirang tersebut secara membabi buta membacok salah satu korban hingga mengenai tangan kirinya. Sementara itu, korban lainnya turut menderita luka sabetan serius pada bagian belakang tubuhnya.

Usai melancarkan aksinya, ketiga pelaku langsung tancap gas melarikan diri dari lokasi kejadian. Kedua korban yang dalam kondisi terluka dan bersimbah darah berupaya menyetop kendaraan yang melintas guna meminta pertolongan darurat.

Akibat pengeroyokan bersenjata tajam ini:, Satu korban mendapatkan penanganan medis pertama di klinik sekitar Kampung Cigaru akibat luka sayatan dalam di bagian tangan, yang memaksanya menerima sekitar 45 jahitan. Korban lainnya terpaksa dirujuk ke RSUD Palabuhanratu untuk mendapatkan perawatan intensif karena menderita luka sobek pada bagian tangan, pinggang, dan punggung.

Hingga berita ini diturunkan, jajaran Unit Reserse Kriminal Polsek Simpenan masih berupaya keras memburu para terduga pelaku. Polisi terus mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan saksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengungkap identitas serta motif di balik pembacokan tersebut.

“Kami masih melakukan serangkaian penyelidikan dan pengejaran intensif terhadap para pelaku. Terkait motif penyerangan, sementara ini masih terus kami dalami,” tegas AKP Bayu.

Sebagai penutup, Kepolisian Sektor Simpenan mengimbau kepada seluruh masyarakat yang memiliki informasi atau melihat gerak-gerik mencurigakan terkait keberadaan pelaku—terutama dengan ciri-ciri spesifik seperti berambut pirang dan menggunakan Honda Vario—agar tidak segan melapor ke pihak berwajib demi percepatan pengungkapan kasus ini.(*)


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Merespons Kebutuhan Warga, BPBD Sukabumi Distribusikan 10.000 Liter Air Bersih di Desa Lebaksari

18 Agustus 2026 - 15:49 WIB

Petugas dari BPBD Kabupaten Sukabumi dan Babinsa TNI-AD bersatu padu mengisi jeriken-jeriken air milik warga yang antre di Desa Lebaksari, Parakansalak, pada Selasa (18/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan air bersih bagi 155 Kepala Keluarga yang terdampak kesulitan pasokan air.

Polres Sukabumi Bongkar Sindikat Pengoplos Gas LPG Subsidi, Negara Dirugikan Rp49,7 Miliar

18 Agustus 2026 - 13:19 WIB

Wakapolres Sukabumi Kompol Agus Susanto, S.H., M.M. (tengah, memegang kertas) didampingi jajaran Satreskrim memberikan keterangan pers terkait pengungkapan kasus penyalahgunaan gas LPG bersubsidi di Mapolres Sukabumi. Di depan meja terlihat barang bukti berupa ratusan tabung gas LPG ukuran 3 kg, 12 kg, dan 50 kg serta peralatan modifikasi yang digunakan tersangka untuk memindahkan isi gas subsidi ke tabung non-subsidi. Praktik pengoplosan ini diperkirakan merugikan negara mencapai Rp49,7 miliar.

Kebakaran Hebat Melanda 30 Hektare Lahan Jati di Warungkiara Sukabumi, Proses Pemadaman Terkendala Medan

18 Agustus 2026 - 12:45 WIB

Sejumlah petugas dari tim penanggulangan bencana gabungan memantau sisa-sisa kebakaran di area bukit perkebunan jati, Kecamatan Warungkiara, Sukabumi. Seperti yang terlihat pada fail IMG-20260818-WA0081.jpg, akses jalan tanah yang sempit serta medan perbukitan menjadi salah satu kendala utama bagi armada dan petugas dalam memadamkan api secara menyeluruh.

Puluhan Warga Desa Mekarsari Sukabumi Resah, Tiba-Tiba Tercatat Punya Utang Bank Puluhan Juta

18 Agustus 2026 - 11:30 WIB

Puluhan warga Desa Mekarsari, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, berkumpul di teras rumah dengan raut wajah prihatin. Mereka menyampaikan keresahan terkait pencatutan nama mereka sebagai debitur utang perbankan dengan nominal puluhan juta rupiah setelah mengikuti program budidaya singkong pada tahun 2022, padahal mereka tidak pernah merasa mengajukan pinjaman tersebut.

Tingkatkan Kinerja Kelembagaan, Pemdes Cidolog Salurkan Insentif ADD Tahap II Tahun 2026

18 Agustus 2026 - 11:04 WIB

Suasana acara penyaluran insentif untuk Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) di Aula Kantor Desa Cidolog, Selasa (10/8/2026). Tampak sekelompok kader PKK berjilbab seragam mengikuti jalannya acara dengan antusias. Penyaluran insentif ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah desa atas kontribusi LKD.

Diduga Dibakar, 10 Hektare Lahan Warga di Jampangtengah Sukabumi Hangus Dilalap Api

18 Agustus 2026 - 08:43 WIB

Penampakan hangus pasca-kebakaran lahan di Kampung Gunungbatu, Desa Sindangresmi, Kecamatan Jampangtengah, Sukabumi, Minggu (16/8/2026). Sekitar 10 hektare lahan warga terbakar. Asap tipis masih terlihat mengepul di lokasi. (Foto: P2BK Jampangtengah)
Trending di Sukabumi
error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca