Menu

Mode Gelap

Hukum · 22 Mar 2025 09:10 WIB

Aksi Tolak RUU TNI di Sukabumi Ricuh, Jurnalis Dilarang Meliput, Oknum Mahasiswa Lakukan Tindakan Kurang Terpuji


					Kerusuhan pecah saat aksi demonstrasi mahasiswa menolak RUU TNI di depan Gedung DPRD Kota Sukabumi, Kamis (20/3/2025). Jurnalis yang meliput dilarang mengambil gambar, dan beberapa di antaranya mengalami perlakuan kasar. Perbesar

Kerusuhan pecah saat aksi demonstrasi mahasiswa menolak RUU TNI di depan Gedung DPRD Kota Sukabumi, Kamis (20/3/2025). Jurnalis yang meliput dilarang mengambil gambar, dan beberapa di antaranya mengalami perlakuan kasar.

JENTERANEWS.com – Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Gedung DPRD Kota Sukabumi pada Kamis (20/3/2025) yang menolak pengesahan RUU TNI, berubah menjadi kericuhan. Insiden ini dipicu oleh tindakan sejumlah mahasiswa yang melarang jurnalis untuk meliput, terutama saat seorang mahasiswa jatuh pingsan dan dievakuasi.

Awalnya, aksi berjalan tertib. Namun, suasana berubah tegang sekitar pukul 17.30 WIB ketika seorang mahasiswa tiba-tiba pingsan. Saat jurnalis berupaya mendokumentasikan proses evakuasi, mereka dihalangi oleh sejumlah mahasiswa. Tak hanya itu, beberapa jurnalis juga menerima perlakuan kasar dan kata-kata tidak pantas.

Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Sukabumi Raya, Apit Haeruman, mengungkapkan kekecewaannya. “Saat rekan-rekan kami meliput, ada mahasiswa yang mengeluarkan kata-kata kasar. Bahkan, ada yang menarik tas salah satu wartawan saat mengambil gambar, seolah melarang kami bekerja,” ujarnya.

Apit menambahkan bahwa ketika ia mencoba menengahi, ia justru menjadi sasaran pengadangan dan perlakuan kasar. “Saya bahkan sempat dicekik, tetapi saya memilih untuk tidak memperpanjang masalah. Situasi saat itu sangat kacau, dan untungnya saya bisa diamankan oleh rekan-rekan lain,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa peliputan dilakukan di ruang publik, sehingga tidak ada alasan bagi siapa pun untuk menghalangi kerja jurnalis. Apit menduga, insiden ini terjadi akibat kurangnya pemahaman mahasiswa tentang etika jurnalistik.

“Kami hanya mendokumentasikan momen evakuasi, tidak mengambil gambar detail. Banyak juga mahasiswa lain yang ikut membantu membawa korban ke ambulans,” jelasnya.

Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), Andri Moewashi Idharoel Haq, yang hadir di lokasi, menyesalkan kejadian tersebut. Ia mengakui bahwa situasi sempat tidak terkendali.

“Kami terus memantau aksi ini. Awalnya berjalan aman. Namun, insiden sore itu membuat kami malu. Bahkan, wakil dekan juga turun tangan untuk meredakan situasi,” katanya.

Andri menyoroti kurangnya pemahaman mahasiswanya tentang hak dan kewajiban media. Ia berharap, kejadian serupa tidak terulang dan akan memberikan edukasi kepada mahasiswa tentang hak imunitas media dalam peliputan.

“Sejujurnya, saya rasa mahasiswa tidak paham bahwa media dilindungi undang-undang saat bekerja di ruang publik. Tidak boleh ada yang menghalangi mereka,” ujarnya.

“Saya sudah berbicara dengan rekan-rekan jurnalis. Saya berharap ada edukasi agar mahasiswa memahami hak imunitas media. Sehingga, kejadian seperti ini tidak terulang,” tambah Andri.

Aksi unjuk rasa ini merupakan bentuk penolakan terhadap pengesahan RUU TNI oleh DPR RI pada Kamis, 20 Maret 2025.(*)

Kontributor: Rudi

Artikel ini telah dibaca 134 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Lepas 720 Mahasiswa KKN UMMI, Sekda Sukabumi Tuntut Inovasi Nyata Tangani Stunting hingga Mitigasi Bencana

6 Juli 2026 - 12:05 WIB

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, memberikan sambutan sekaligus melepas secara resmi 720 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kampus UMMI, Senin (6/7).

Bertahun-tahun Belajar di Bawah Ancaman Ambruk, SDN Margawati Sukabumi Akhirnya Mulai Direvitalisasi

6 Juli 2026 - 11:49 WIB

Camat Sagaranten R. Ade Akhsan Bratadiredja, S.T. Kp., M.Si., Kapolsek Sagaranten AKP Akhmad Suryana Bande, S.H., Kepala Sekolah SDN Margawati Abudin, beserta unsur pemerintah desa dan tenaga pendidik berfoto bersama di depan papan proyek saat meninjau lokasi peletakan batu pertama pembangunan SDN Margawati di Desa Sinarbentang, Kabupaten Sukabumi.

Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi Musnahkan Barang Bukti 116 Perkara, Narkotika Masih Mendominasi

3 Juli 2026 - 20:59 WIB

Sejumlah aparat penegak hukum dan instansi terkait melakukan pemusnahan barang bukti narkotika dan tindak pidana umum di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (3/7/2026). Sebanyak 116 perkara yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah) sepanjang Maret hingga Juni 2026 resmi dimusnahkan guna mencegah penyalahgunaan kembali.

Pastikan Transparansi dan Mutu Infrastruktur, Tim Itdam III/Siliwangi Tinjau Proyek Jembatan dan KDKMP di Sukabumi

3 Juli 2026 - 20:52 WIB

Tim Itdam III/Siliwangi didampingi personel Kodim 0622/Kab. Sukabumi saat melakukan peninjauan langsung ke fasilitas Koperasi Merah Putih Desa Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Rabu (01/07/2026). Peninjauan ini merupakan bagian dari pengawasan mutu program Kegiatan Dukungan Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Masyarakat (KDKMP) di wilayah tersebut.

Hubungkan 3 Desa Terpencil di Sukabumi, Jembatan Gantung 100 Meter Mulai Dibangun

3 Juli 2026 - 20:43 WIB

Komandan Kodim (Dandim) 0622/Kabupaten Sukabumi, Letkol Inf Agung Ariwibowo, S.Hub.Int. (baju loreng, paling depan), bersama-sama dengan Kepala Desa Nangela, Sudin (topi abu-abu), dan tokoh masyarakat setempat, melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Kampung Selaeurih, Desa Nangela, Sukabumi, pada Jumat (3/7/2026). Jembatan ini akan menghubungkan tiga desa di Kecamatan Tegalbuleud.

Peringati HUT ke-80 Bhayangkara, Camat dan Danramil Sagaranten Pererat Sinergitas di Mako Polsek

1 Juli 2026 - 17:02 WIB

Camat Sagaranten R. Ade Akhsan Bratadiredja (berompi krem, tengah depan), bersama jajaran staf Kecamatan, perwakilan Koramil 2211 Sagaranten (berseragam TNI loreng), serta perwakilan Polsek Sagaranten (berseragam Polisi, termasuk Aiptu Nana Susiana di kiri depan dan Aiptu Yadi Supriyadi di kanan depan), melakukan pose sikap hormat (tangan di dada) di depan Mako Polsek Sagaranten, Sukabumi, pada Rabu (1/7/2026). Kunjungan ini merupakan wujud nyata soliditas tiga pilar dalam rangka memberikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara.
Trending di Sukabumi