Menu

Mode Gelap
Download Aplikasi Pinjaman Online Langsung Cair, Cepat Terdaftar OJK Tujuh Game Penghasil Uang, Download Aplikasinya Disini Dapatkan Puluhan Juta Rupiah Cara Membuat NPWP Online, Sangat Mudah Tinggal Siapkan Syarat Wajib Pajak Diduga Depresi Berat Karena Menderita Sakit Yang Tak Kunjung Sembuh, Seorang Nenek di Cikole Gantung Diri Tumpukan Kayu di Pinggir Jalan Cibaregbeg Mengancam Keselamatan Pengguna Jalan

Sukabumi · 12 Okt 2025 06:41 WIB

Ancaman Longsor Kembali Hantui Warga Lengkong Sukabumi, Tambang Emas Ilegal Beroperasi di Malam Hari


					Salah satu lubang galian tambang emas ilegal yang ditinggalkan di kawasan Perhutani, Desa Tegal Lega, Kecamatan Lengkong, Sukabumi, Sabtu (11/10/2025). Aktivitas penambangan yang kini beroperasi di malam hari ini dikhawatirkan warga dapat memicu kembali bencana longsor di wilayah tersebut. Perbesar

Salah satu lubang galian tambang emas ilegal yang ditinggalkan di kawasan Perhutani, Desa Tegal Lega, Kecamatan Lengkong, Sukabumi, Sabtu (11/10/2025). Aktivitas penambangan yang kini beroperasi di malam hari ini dikhawatirkan warga dapat memicu kembali bencana longsor di wilayah tersebut.

JENTERANEWS.com – Kekhawatiran akan terulangnya bencana longsor kembali menyelimuti warga di Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) dilaporkan kembali marak di wilayah Desa Tegal Lega, khususnya di kawasan Perhutani Puncak Arya hingga area perkebunan Vines, Kampung Cigorowong.

Para penambang kini diduga menjalankan aksinya secara diam-diam pada malam hari untuk menghindari pantauan aparat. Situasi ini memicu keresahan mendalam, mengingat Kecamatan Lengkong pernah dilanda bencana longsor hebat pada 2024 yang menelan korban jiwa dan meninggalkan trauma bagi masyarakat sekitar.

Seorang warga Kampung Cigorowong yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan, praktik penambangan saat ini jauh lebih berbahaya. Para penambang menggali lubang-lubang vertikal tanpa menggunakan struktur penahan yang memadai, seperti pasangan kayu, sehingga sangat rawan amruk.

“Sekarang bukanya malam hari, supaya tidak ketahuan. Tapi yang bikin ngeri, lubang-lubangnya itu tidak pakai pasangan kayu, tidak ada penahan sama sekali. Kalau sampai ambruk dan menimbun para penambang, siapa yang akan tanggung jawab?” ungkapnya saat diwawancarai pada Sabtu (11/10/2025).

Menurutnya, upaya penertiban yang dilakukan terkesan tidak efektif. Meskipun pihak Asper Perhutani telah melakukan razia pada Kamis (9/10/2025), para penambang kembali beroperasi seolah tidak tersentuh hukum. Bahkan, ia menyebut ada beberapa individu berinisial AS, TT, U, AT, D, dan I yang diketahui memiliki lubang galian di lokasi terlarang tersebut.

“Setelah dirazia, bukanya berhenti malah buka lagi. Kayak kebal hukum. Mereka terus gali, padahal ini wilayah Perhutani,” katanya dengan nada prihatin.

Ia menegaskan bahwa kepeduliannya bukan didasari rasa iri, melainkan kecintaan terhadap lingkungan yang menjadi tempat tinggalnya. Aktivitas penggalian yang tak terkendali berpotensi besar merusak struktur tanah, membuat kawasan hutan menjadi labil, dan pada akhirnya dapat memicu bencana longsor susulan.

“Saya bukan sirik, tapi saya sayang lingkungan. Kalau terus digali begini, hutan bisa rusak, tanah jadi labil, dan kalau longsor lagi, bukan cuma penambang yang kena, tapi semua warga di bawah,” ujarnya.

Menyikapi situasi ini, warga berharap ada tindakan tegas dan terpadu dari Perhutani, aparat kepolisian, serta pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi. Mereka mendesak agar semua aktivitas tambang ilegal di wilayah tersebut ditutup secara permanen sebelum bencana kembali terjadi.

“Jangan sampai kejadian tahun lalu terulang. Kalau longsor, siapa yang disalahkan? Harusnya sebelum ada korban lagi, tambang-tambang ini ditutup total,” tegasnya.(*)


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 95 kali

Baca Lainnya

Perkuat Ekonomi Syariah Warga, KKN STIES Gasantara Sukses Jalankan Pengabdian di Jambenengang

13 Agustus 2026 - 18:29 WIB

Perwakilan mahasiswa KKN Kelompok 2 STIES Gasantara Indonesia (kiri) menyerahkan plakat kenang-kenangan kepada Sekretaris Desa Jambenengang (kanan) di Aula Kantor Desa Jambenengang, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, sebagai simbolis berakhirnya masa tugas dan jalinan kerja sama yang baik selama pelaksanaan KKN.

Wujud Apresiasi Kinerja, Pemdes Mekarjaya Cidolog Salurkan Insentif untuk LKD dan Tenaga Pendidik

13 Agustus 2026 - 10:49 WIB

Sejumlah perwakilan Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) dan tenaga pelayan masyarakat, termasuk dari Karang Taruna (tampak pada logo kaus peserta), duduk tertib mendengarkan paparan pada acara penyaluran insentif di Aula Desa Mekarjaya, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, Kamis (13/8/2026). Banner di bagian depan mengonfirmasi detail acara dan tahun anggaran.

Polres Sukabumi Ungkap Peredaran 41 Ribu Obat Berbahaya dan Ribuan Botol Miras, 19 Tersangka Diamankan

12 Agustus 2026 - 15:48 WIB

Kasat Narkoba Polres Sukabumi AKP Iwan Hendi Sutisna (ketiga dari kanan) bersama Kasat Pol PP Deni Yudono (kiri) dan Kapolsek Cibadak AKP Joko Susanto Supono (kedua dari kanan) menunjukkan barang bukti 41.479 butir obat berbahaya tanpa izin edar dan 3.641 botol miras ilegal di markas Satres Narkoba Sukabumi, Jawa Barat. Tumpukan strip obat dan botol-botol miras tersebut disita dari operasi tiga bulan terakhir, yang berhasil mengamankan 19 tersangka dengan total taksiran nilai barang bukti mencapai ratusan juta rupiah.

Antisipasi Karhutla di Puncak Kemarau, Forkompimcam Cidolog Gencarkan Patroli Gabungan

12 Agustus 2026 - 12:15 WIB

Tim gabungan dari Polsek Sagaranten, Koramil 2211 Sagaranten, dan unsur Forkompimcam Cidolog memantau kondisi lahan kering di wilayah Kecamatan Cidolog, Sukabumi, sebagai bagian dari upaya patroli antisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di musim kemarau.

Diduga Depresi, Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas Gantung Diri di Jembatan Cilubang Sukabumi

12 Agustus 2026 - 11:19 WIB

Petugas gabungan dari Kepolisian Sektor (Polsek) Sagaranten, Komando Rayon Militer (Koramil) Sagaranten, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cidolog, dibantu warga setempat, saat berada di lokasi penemuan jasad seorang pria berinisial R (59) yang ditemukan tewas tergantung kain sarung di Jembatan Cilubang, Desa Tegalega, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (12/8). Petugas tampak sedang melakukan pengecekan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi tersebut.

Wujud ‘Bhayangkara Jaga dan Rawat Sukabumi’, Kapolres Sambangi Lansia Sebatang Kara di Cisolok

10 Agustus 2026 - 20:55 WIB

Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Benny Cahyadi, S.H., S.I.K., M.H. (kanan) berinteraksi langsung dengan penuh kehangatan kepada Sdri. Ma Yani (tengah), seorang lansia sebatang kara, saat kegiatan anjangsana di Kampung Simpang RT 01/02, Desa Wangunsari, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Senin (10/8/2026).
Trending di Sukabumi
error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca