JENTERANEWS.com – Kecamatan Cisaat semakin memantapkan posisinya sebagai pusat kerajinan dan kuliner di Kabupaten Sukabumi. Berbagai produk UMKM, khususnya golok Cibatu yang sudah mendunia, menjadi ikon yang tak terpisahkan dari daerah ini.
Golok Cibatu, dengan kualitas bajanya yang khas, telah berhasil menembus pasar di luar Kabupaten Sukabumi. “Golok itu sudah menjadi identitas Cibatu,” tegas Camat Cisaat, H. Heri Sukarno. Keberadaan pengrajin golok yang terpusat di wilayah Cibatu semakin memperkuat reputasi Kecamatan Cisaat sebagai sentra produksi senjata tradisional ini.
Namun, kekayaan UMKM Cisaat tidak berhenti pada golok saja. Berbagai produk kerajinan tangan lainnya turut meramaikan pasar, mulai dari kerajinan anyaman hingga ukiran kayu. Sementara itu, di bidang kuliner, kue ali dan cincin menjadi primadona. Kedua jenis kue tradisional ini memiliki cita rasa khas yang sulit ditemukan di tempat lain, terutama di sekitar wilayah Rambay.
Tidak hanya itu, olahan buah pala juga menjadi salah satu produk unggulan Kecamatan Cisaat. Beragam minuman dan makanan berbahan dasar buah pala semakin memperkaya pilihan bagi para konsumen.
“UMKM di Cisaat sangat beragam,” ungkap Camat Heri. “Mulai dari pertanian, perikanan, hingga industri kreatif, semuanya ada.”
Keberagaman sektor usaha UMKM di Cisaat terbukti memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Banyak warga yang berhasil meningkatkan kesejahteraannya melalui usaha mikro yang mereka jalankan.
“Dengan berkembangnya UMKM, masyarakat menjadi lebih mandiri dan memiliki penghasilan tambahan,” ujar Camat Heri.
Pemerintah Kecamatan Cisaat pun berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan UMKM. Berbagai program dan fasilitas akan terus dikembangkan untuk mendorong para pelaku UMKM agar semakin kreatif dan inovatif dalam mengembangkan produknya.
Camat Heri berharap UMKM di Kecamatan Cisaat dapat terus berkembang dan semakin dikenal oleh masyarakat luas. Dengan demikian, produk-produk UMKM Cisaat tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat secara keseluruhan.
“Kami ingin menjadikan Cisaat sebagai pusat produksi UMKM yang berkualitas dan berdaya saing,” pungkas Camat Heri. (*)















