JENTERANEWS.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mendirikan tenda pengungsian bagi puluhan kepala keluarga di Kampung Pasirgede II, Desa Mekartanjung, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, karena pergerakan tanah terus meluas dan semakin dalam, sehingga merusak sebagian besar rumah warga. Rabu (20/7/2022).
P2BK Kecamatan Curugkembar Suryana, mengatakan, pergerakan tanah terus meluas dengan kedalaman beragam mulai dari 1 hingga 2 meter, sehingga membuat rumah warga mulai dari lantai hingga tembok terbelah dan retak. Sebagian warga menempati tenda pengungsian dan tempat pengungsian lainnya, ” kata Suryana.
Saat ini, kata dia, tercatat 21 kepala keluarga yang terdiri atas 60 jiwa dievakuasi ke tempat pengungsian.

Kalak BPBD Kabupaten Sukabumi Wawan Godawan, dan Muspika Curugkembar melakukan asesmen ke lokasi pergerakan tanah di desa Mekartanjung.
Sementara, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Sukabumi, Wawan Godawan, saat mengunjungi lokasi, mengatakan tenda pengungsian didirikan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan menimpa warga yang masih bertahan di rumahnya masing-masing meski sudah mengalami retak dan bagian atap yang bocor.
“Kami imbau warga untuk sementara waktu agar menempati tenda pengungsian atau di rumah saudaranya atau tetangganya. terutama saat malam dan hujan turun dengan deras.” katanya

Rumah roboh di kampung Pasirgede II Desa Mekartanjung Kecamatan Curugkembar terus bertambah.
Karena ini, membahayakan, maka untuk sementara, harus ada evakuasi, namun warga di harapkan jangan terlalu panik.
“Dikawatirkan dalam kondisi seperti ini ada yang memanfaatkan situasi, membujuk rayu agar warga yang terdampak bencana pergerakan tanah menjual harta benda dengan harga yang murah” ucapnya..(*)















