Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 12 Mei 2026 13:11 WIB

Miris! Tak Terurus, Jalan Kabupaten Depan SDN 2 Cidadap Sukabumi Berubah Jadi “Kebun Kangkung


					Tanaman kangkung liar tampak tumbuh subur di atas genangan lumpur dan sisa sampah pada bahu Jalan Kabupaten ruas Baros-Cibuni di Kampung Cibarengkok, Desa Cidadap, Sukabumi, Selasa (12/5/2026). Kondisi jalan rusak yang berada tepat di depan SDN 2 Cidadap ini mengindikasikan buruknya sistem drainase dan minimnya pemeliharaan infrastruktur. Perbesar

Tanaman kangkung liar tampak tumbuh subur di atas genangan lumpur dan sisa sampah pada bahu Jalan Kabupaten ruas Baros-Cibuni di Kampung Cibarengkok, Desa Cidadap, Sukabumi, Selasa (12/5/2026). Kondisi jalan rusak yang berada tepat di depan SDN 2 Cidadap ini mengindikasikan buruknya sistem drainase dan minimnya pemeliharaan infrastruktur.

JENTERANEWS.com — Kerusakan infrastruktur jalan di wilayah Kabupaten Sukabumi kembali menyajikan pemandangan yang mengiris hati sekaligus ironis. Bukan aspal mulus yang memfasilitasi mobilitas warga, melainkan rimbunnya tanaman kangkung yang tumbuh subur di atas kubangan lumpur Jalan Kabupaten ruas Baros-Cibuni, tepatnya di kawasan Kampung Cibarengkok, Desa Cidadap.

Kondisi memprihatinkan ini terekam jelas persis di depan fasilitas pendidikan, SDN 2 Cidadap. Berdasarkan pantauan lapangan pada Selasa (12/5/2026), bahu jalan yang seharusnya berfungsi sebagai saluran air (drainase) atau area aman bagi pejalan kaki, justru beralih rupa menjadi rawa buatan.

Tumbuhnya sayuran kangkung secara liar di lokasi tersebut menjadi indikator fisik yang tak terbantahkan mengenai lamanya durasi pembiaran jalan rusak ini. Kangkung, sebagai tanaman semi-akuatik, hanya bisa tumbuh subur di area yang terus-menerus digenangi air dan lumpur pekat. Fakta bahwa tanaman ini dibiarkan merambat lebat di bahu jalan menegaskan matinya fungsi drainase di ruas jalan tersebut. Air hujan yang tak memiliki saluran pembuangan akhirnya menggenang, merusak sisa-sisa aspal, dan mengendapkan tanah.

Lebih miris lagi, visual di sekitar genangan air memperlihatkan area yang tampak kumuh. Tumpukan sampah rumah tangga plastik hingga sisa-sisa abu pembakaran sampah terlihat berserakan bercampur dengan lumpur jalan. Material organik yang membusuk ini ironisnya bertindak sebagai “pupuk” alami yang membuat vegetasi liar semakin rimbun, namun di sisi lain menciptakan lingkungan yang tidak sehat, apalagi lokasinya berada persis di depan sekolah dasar.

Pemandangan jalan raya yang menyerupai lahan pertanian dadakan ini tentu memantik pertanyaan tajam terkait efektivitas pengawasan dan kehadiran Pemerintah Kabupaten Sukabumi, khususnya Dinas Pekerjaan Umum (PU). Mengingat statusnya sebagai jalan kabupaten, ruas ini seharusnya masuk dalam radar pemeliharaan rutin dengan alokasi anggaran yang jelas. Namun, realita di lapangan justru memperlihatkan kontras yang tajam; infrastruktur dibiarkan hancur perlahan hingga diambil alih oleh alam.

Kondisi ini tidak hanya menghambat roda perekonomian lokal dan membahayakan keselamatan pengendara—terutama saat hujan turun dan menutupi lubang jalan—tetapi juga merampas hak masyarakat atas fasilitas publik yang layak. Para siswa SDN 2 Cidadap yang melintas setiap hari terpaksa harus bersinggungan dengan jalanan berlumpur dan kotor.

Pemerintah daerah dituntut untuk tidak menutup mata atas potret buram ini. Diperlukan tindakan perbaikan menyeluruh yang tidak hanya sekadar menambal jalan, tetapi juga membangun sistem drainase yang permanen. Jika terus dibiarkan tanpa intervensi nyata, bukan tidak mungkin ruas jalan kabupaten ini akan sepenuhnya terputus dan benar-benar berubah status menjadi lahan agrobisnis liar di tengah fasilitas publik.(*)

(*Hamjah*)

Artikel ini telah dibaca 20 kali

Baca Lainnya

Hujan Deras Berkepanjangan, Atap Rumah Warga di Caringin Sukabumi Ambruk

12 Mei 2026 - 15:30 WIB

Sejumlah petugas gabungan bersama warga setempat meninjau dan melakukan penanganan darurat pada sebuah rumah yang atapnya ambruk di Kampung Pajegan, Desa Cikembang, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, Selasa (12/5/2026). Ambruknya atap rumah tersebut diakibatkan oleh cuaca ekstrem berupa hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Senin (11/5) malam.

Rakor KKS 2026: Sekda Kabupaten Sukabumi Tekankan Kolaborasi dan Sinergi sebagai Kunci Raih Kembali Swasti Saba Wistara

12 Mei 2026 - 13:51 WIB

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman (tengah, memegang mikrofon) memberikan motivasi dan arahan kepada jajaran perangkat daerah dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Kabupaten Sukabumi Tahun 2026 di Pendopo Kabupaten Sukabumi, Selasa, 12 Mei 2026. Dalam sambutannya, Sekda menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara perangkat daerah untuk meraih kembali penghargaan Swasti Saba Wistara pada tahun 2026.

Sidang Lanjutan Pengadaan Ompreng MBG di Sukabumi Diwarnai Aksi Saling Tuding Inisiator Kerja Sama

12 Mei 2026 - 10:31 WIB

Kuasa hukum saksi korban, Muhammad Saleh Arif, memberikan keterangan pers di hadapan wartawan di depan Ruang Sidang Candra, Pengadilan Negeri (PN) Kota Sukabumi Kelas IB, seusai sidang lanjutan kasus dugaan penipuan pengadaan food tray Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (11/5/2026).

Sekda Sukabumi Dukung Penuh Eksistensi Ojol Palabuhanratu

11 Mei 2026 - 20:09 WIB

Sekda Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman saat memimpin pertemuan audiensi dengan komunitas ojek online kawasan Palabuhanratu.

Pantauan Harga Sembako Sukabumi 11 Mei 2026: Harga Cabai Kian Pedas, Daging dan Bawang Merah Turun Tipis

11 Mei 2026 - 19:52 WIB

Tegas Namun Humanis: Pesan Penting Bupati Sukabumi untuk Jajaran Satpol PP

11 Mei 2026 - 19:44 WIB

Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, tengah memberikan arahan kepada jajaran anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat memimpin apel pagi di halaman Kantor Satpol PP Kabupaten Sukabumi, Senin (11/5/2026).
Trending di Sukabumi