JENTERANEWS.com– Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Sukabumi kembali memicu bencana hidrometeorologi. Kali ini, tanah longsor dilaporkan terjadi di Kampung Salakopi, RT 02 RW 04, Desa Lembursawah, Kecamatan Cicantayan, pada Sabtu (24/01/2026) siang.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 12.15 WIB tersebut mengakibatkan sebuah tebing setinggi 10 meter longsor. Material tanah turut menyeret rumpun bambu besar hingga menutup total akses jalan lingkungan (Jaling) di area tersebut.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cicantayan, Yoga, dalam laporannya pada Minggu (25/01/2026), mengonfirmasi kejadian tersebut. Menurut hasil asesmen di lapangan, longsoran memiliki dimensi panjang sekitar 15 meter dan tinggi 10 meter.
“Penyebab utama kejadian ini adalah cuaca ekstrem. Dampaknya cukup signifikan secara visual karena rumpun bambu terbawa material longsoran sehingga menutup jalan lingkungan warga,” ujar Yoga dalam keterangan tertulisnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Data dari BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat nihil korban luka, korban terancam, maupun warga yang harus mengungsi akibat insiden tersebut.
Merespons kejadian ini, P2BK Cicantayan telah bergerak cepat melakukan koordinasi lintas sektor. Tim gabungan yang terdiri dari perangkat Desa Lembursawah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Tagana, dan TKSK telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan kaji cepat (assessment) dan peninjauan dampak kerusakan.
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, Yoga menyoroti adanya kebutuhan logistik mendesak untuk penanganan fisik guna mencegah longsor susulan. “Kebutuhan mendesak saat ini adalah bronjong kawat dan karung untuk menahan struktur tanah,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi cuaca di lokasi kejadian dilaporkan cerah namun disertai angin kencang. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat kondisi cuaca yang masih dinamis.(*)















