Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 19 Jan 2026 15:13 WIB

Demi Jaga Warisan Leluhur dan Ekosistem, Ratusan Warga Sirnarasa Padati Kantor Desa Tolak Proyek Geothermal


					Ratusan warga Desa Sirnarasa, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, memadati halaman Kantor Desa untuk menyuarakan penolakan terhadap rencana proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi, Senin (19/01/2026). Perbesar

Ratusan warga Desa Sirnarasa, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, memadati halaman Kantor Desa untuk menyuarakan penolakan terhadap rencana proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi, Senin (19/01/2026).

JENTERANEWS.com– Gelombang penolakan terhadap rencana pengembangan energi baru terbarukan kembali terjadi di wilayah Jawa Barat. Ratusan warga Desa Sirnarasa, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, mendatangi Kantor Desa Sirnarasa pada Senin (19/01/2026). Massa aksi yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat ini menyuarakan penolakan tegas terhadap rencana proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (Geothermal) yang akan beroperasi di wilayah tempat tinggal mereka.

Aksi “geruduk” kantor desa ini dipicu oleh kekhawatiran mendalam masyarakat mengenai dampak keselamatan dan keberlanjutan lingkungan hidup. Berdasarkan aspirasi yang dihimpun di lapangan, warga menilai kondisi geografis Desa Sirnarasa, yang didominasi oleh pegunungan dengan struktur tanah yang labil, sangat rentan terhadap bencana longsor. Warga khawatir aktivitas pengeboran geothermal akan memicu instabilitas tanah yang membahayakan permukiman.

Sorotan utama massa tertuju pada rencana pengeboran di wilayah Pasir Sikabayan. Kawasan ini dinilai warga sebagai satu kesatuan ekosistem gunung yang krusial bagi keseimbangan alam sekitar.

Selain faktor kebencanaan, isu sosial-budaya menjadi poin sentral dalam protes ini. Warga mengkhawatirkan proyek tersebut akan menggerus lahan pertanian produktif, khususnya keberadaan “sawah adat”. Bagi masyarakat Sirnarasa, sawah adat bukan sekadar aset ekonomi, melainkan warisan turun-temurun yang memiliki nilai historis dan kearifan lokal yang harus dijaga kelestariannya.

Tokoh agama setempat sekaligus koordinator aksi, Ustaz Embang, dalam orasinya menegaskan bahwa gerakan ini murni lahir dari kesadaran masyarakat untuk mempertahankan ruang hidup.

“Kami bukan anti pembangunan, tapi kami ingin hidup aman dan menjaga warisan alam serta sawah adat yang sudah dijaga leluhur kami,” tegas Ustaz Embang di hadapan ratusan warga dan perangkat desa. Ia menekankan bahwa keselamatan warga dan pelestarian adat tidak bisa ditukar dengan proyek yang berisiko tinggi.

Menanggapi gejolak tersebut, Kepala Desa Sirnarasa, Okih Suryadi, menerima aspirasi warganya dengan tangan terbuka. Ia mengakui adanya keresahan yang meluas di tengah masyarakat terkait rencana masuknya proyek panas bumi ini.

Meskipun pengembangan geothermal merupakan bagian dari program strategis pemerintah pusat, Okih menegaskan bahwa posisi pemerintah desa tetap berpihak pada kenyamanan dan keselamatan warganya.

“Kenyamanan dan keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama kami,” ujar Okih.

Sebagai langkah tindak lanjut, pemerintah desa mendesak pihak pengembang untuk melakukan evaluasi dan menggelar sosialisasi ulang. Okih meminta proses tersebut dilakukan secara terbuka dan transparan agar masyarakat mendapatkan pemahaman yang utuh, jujur, dan menyeluruh mengenai dampak positif maupun negatif sebelum ada langkah lebih lanjut terkait proyek tersebut.

Aksi damai ini berakhir dengan penyerahan tuntutan warga kepada pihak desa, dengan harapan aspirasi mereka didengar oleh para pemangku kebijakan di tingkat yang lebih tinggi.(*)


Laporan: Awang

Editor: Hamjah

Artikel ini telah dibaca 22 kali

Baca Lainnya

AWAL TAHUN 2026: Polres Sukabumi Kota Gulung Puluhan Pelaku Kriminal dan Sita Narkoba Senilai Ratusan Juta Rupiah SUKABUMI

13 Februari 2026 - 07:16 WIB

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sentot Kunto Wibowo (tengah), didampingi jajaran Pejabat Utama (PJU) memperlihatkan sejumlah barang bukti hasil kejahatan konvensional dan narkoba saat konferensi pers di Mapolres Sukabumi Kota, Kamis (12/2/2026). Selama awal tahun 2026, polisi berhasil mengungkap puluhan kasus dan mengamankan 50 tersangka.

Perkuat Ketahanan Pangan, Bupati Sukabumi Resmikan Infrastruktur Energi Terbarukan

12 Februari 2026 - 16:41 WIB

Bupati Sukabumi, H. Asep Japar (baju biru), mendengarkan penjelasan teknis mengenai cara kerja reaktor biogas usai peresmian di Kampung Cihurang, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kamis (12/2/2026). Fasilitas ini mampu mengolah limbah dapur MBG menjadi energi terbarukan.

Diterjang Angin Kencang, Rumah Warga di Cidadap Sukabumi Rata dengan Tanah

12 Februari 2026 - 15:45 WIB

Tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, relawan Tagana (berompi oranye), dan perangkat desa setempat meninjau langsung kondisi rumah panggung milik Bapak Jaja yang mengalami kerusakan berat akibat diterjang angin kencang disertai hujan deras di Kampung Cigotong, Desa Cidadap, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (12/2).

Kawal Pembangunan Pelosok, DPRD Kabupaten Sukabumi Tegaskan Komitmen Penuh dalam TMMD ke-127

12 Februari 2026 - 12:34 WIB

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, saat memberikan keterangan kepada awak media mengenai komitmen penuh DPRD dalam mendukung kesuksesan program TMMD ke-127 Tahun 2026 demi percepatan pembangunan desa.

Gedung MIS Cicayur Sukabumi Rusak Parah, Guru Terpaksa Gunakan Dana Pribadi untuk Perbaikan

11 Februari 2026 - 22:27 WIB

Kondisi bangunan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Cicayur di Kampung Ciwalat, Kabupaten Sukabumi, yang dilaporkan dalam keadaan memprihatinkan. Bangunan ini mengalami kerusakan pada bagian atap, dinding, dan lantai ruang kelas.

DPRD Kabupaten Sukabumi Pasang Badan Kawal Tol Bocimi Seksi 3, Ingatkan Jangan Ada Isu Liar yang Hambat Pembangunan

11 Februari 2026 - 08:05 WIB

Suasana musyawarah strategis lintas sektor di Ruang Meeting Universitas Nusa Putra, Selasa (10/2/2026)
Trending di Sukabumi