JENTERANEWS.com – Gema selawat dan lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di Pondok Pesantren Nahdlatul Ulama (NU) Al-Mubayyidliyyah, Cikakak, pada Selasa malam (9/9/2025). Ratusan jemaah dari berbagai kalangan khusyuk mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H, yang dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas.
Dalam suasana yang syahdu, di hadapan para alim ulama dan masyarakat, Wakil Bupati menegaskan kembali pesan sentral dari peringatan hari kelahiran Rasulullah: pentingnya meneladani akhlak mulia Nabi sebagai landasan utama dalam setiap sendi kehidupan, terutama dalam ikhtiar bersama membangun Kabupaten Sukabumi.
“Inti dari visi ‘Mubarokah’—maju, unggul, berbudaya, dan berkah—yang kita cita-citakan untuk Kabupaten Sukabumi haruslah bercermin kepada sifat-sifat agung Rasulullah SAW,” ujar Wabup Andreas dalam sambutannya.
Menurutnya, Kabupaten Sukabumi memiliki modal spiritual yang luar biasa. “Banyaknya masjid yang berdiri megah, tempat-tempat ibadah yang makmur, serta kehadiran para ulama di daerah ini adalah aset tak ternilai untuk mewujudkan Sukabumi yang mubarokah,” tambahnya, disambut antusiasme jemaah.
Acara yang turut diisi oleh lantunan merdu dari seorang qori tingkat nasional tersebut menjadi momentum bagi Wabup untuk menggarisbawahi krusialnya sinergi antara tiga pilar utama masyarakat. Ia menekankan bahwa peran ulama, umara (pemerintah), dan masyarakat tidak dapat dipisahkan dalam memajukan daerah.
Menggunakan sebuah analogi yang kuat, Wabup menggambarkan pembangunan Sukabumi ibarat mengarungi lautan dengan sebuah perahu.
“Membangun Sukabumi ini ibarat kita berada dalam satu perahu. Jika ada satu saja yang bocor, maka kita semua bisa tenggelam. Karena itu, kita harus bersama-sama, bahu-membahu menjaga masjid, memuliakan pendidikan agama, dan merawat lingkungan kita,” tegasnya.
Momentum Maulid Nabi, lanjutnya, harus menjadi pengingat kolektif bagi seluruh masyarakat untuk kembali menanamkan dan mengamalkan sifat-sifat teladan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari kejujuran, kepedulian, hingga kepemimpinan yang adil.
“Dengan meneladani beliau, dengan menjadikan akhlak beliau sebagai panduan, insyaallah Sukabumi akan menjadi daerah yang benar-benar mubarokah seperti yang kita dambakan,” pungkas Wabup.
Menutup acara, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Mubayyidliyyah, KH Kamaludin, memimpin doa. Ia secara khusus mendoakan agar Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi senantiasa diberi kekuatan dan kelancaran dalam menjalankan amanah kepemimpinan, serta selalu istiqamah dalam menyebarkan kebaikan bagi seluruh masyarakat.(*)
Reporter: Awan
Redaktur: Hamjah















