JENTERANEWS.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Sukabumi pada Sabtu (21/6/2025) sore mengakibatkan bencana di Kecamatan Cireunghas. Sebuah rumah di Kampung Bandang RT 015/RW 004, Desa Tegalpanjang, mengalami kerusakan pada bagian dindingnya setelah tidak kuat menahan terjangan air selokan yang meluap.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB ini menimpa rumah milik Ade. Menurut laporan dari Relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kecamatan Cireunghas, Windari, intensitas hujan yang sangat tinggi menjadi pemicu utama bencana tersebut.
“Akibat intensitas curah hujan yang sangat tinggi, air selokan di sekitar lokasi meluap. Arus yang deras kemudian mengikis dan menjebol tembok samping rumah milik Pak Ade,” ujar Windari dalam laporannya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini. Namun, dampak kerusakan yang ditimbulkan tergolong ringan, dengan tembok samping rumah yang jebol. Saat ini, belum ada warga yang diungsikan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan awal. Tim terdiri dari personel Tagana Cireunghas, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK), unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Bhabinkamtibmas, Babinsa, Satpol PP, serta relawan lainnya.
“Kami telah berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk melakukan asesmen cepat dan merencanakan langkah penanganan selanjutnya,” tambah Windari.
Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, kebutuhan mendesak saat ini adalah material untuk mencegah erosi lebih lanjut dan untuk perbaikan sementara. “Kebutuhan yang paling mendesak antara lain beronjong kawat, karung pasir, terpal, serta bantuan logistik berupa sembako untuk keluarga terdampak,” rincinya.
Kecamatan Cireunghas sendiri merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Sukabumi yang memiliki tingkat kerawanan bencana hidrometeorologi cukup tinggi. Intensitas hujan yang tinggi seringkali memicu kejadian longsor maupun banjir di beberapa titik. Warga diimbau untuk senantiasa waspada terhadap potensi bencana susulan, terutama saat hujan deras kembali turun. Tim gabungan masih bersiaga di lokasi untuk memantau kondisi dan melakukan upaya penanganan darurat.(*)
Kor : Fajar
Redaktur: Hamjah















