Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 12 Jun 2025 09:20 WIB

Disdik Sukabumi Dukung Kebijakan Jam Masuk Pukul 06.30, Namun Penerapan Tergantung Kondisi Lapangan


					Disdik Kabupaten Sukabumi siap mendukung kebijakan jam masuk sekolah pukul 06.30 WIB dan batas aktivitas siswa. Namun, penerapannya akan diuji coba terlebih dahulu di sekolah percontohan untuk memastikan tidak memberatkan siswa dengan akses geografis yang sulit. Perbesar

Disdik Kabupaten Sukabumi siap mendukung kebijakan jam masuk sekolah pukul 06.30 WIB dan batas aktivitas siswa. Namun, penerapannya akan diuji coba terlebih dahulu di sekolah percontohan untuk memastikan tidak memberatkan siswa dengan akses geografis yang sulit.

JENTERANEWS.com – Wacana kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk memajukan jam masuk sekolah menjadi pukul 06.30 WIB dan memberlakukan batas aktivitas anak hingga pukul 21.00 WIB mendapat sambutan positif dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi. Kebijakan yang berfokus pada penguatan karakter generasi muda ini dinilai sejalan dengan tujuan utama pendidikan nasional.

Meskipun mendukung penuh, Disdik Kabupaten Sukabumi menegaskan bahwa implementasi, khususnya terkait jam masuk sekolah, akan dilakukan secara hati-hati dan bertahap. Kondisi geografis yang beragam di wilayah Sukabumi menjadi pertimbangan utama agar kebijakan tidak memberatkan siswa.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Khusyairin, menyatakan bahwa pihaknya secara prinsip mendukung setiap regulasi yang bertujuan membentuk perilaku positif siswa. Menurutnya, pendidikan tidak hanya soal transfer ilmu, tetapi juga pembentukan akhlak.

“Pada prinsipnya, kami mendukung segala bentuk kebijakan yang mengarah pada perubahan perilaku dan pembentukan karakter siswa, karena tujuan utama pendidikan adalah membentuk karakter dan mengubah perilaku ke arah yang lebih baik,” kata Khusyairin saat dihubungi pada Rabu (11/6).

Ia menambahkan, kebijakan pembatasan aktivitas anak hingga pukul 21.00 WIB merupakan langkah strategis untuk membina generasi muda. Aturan ini diharapkan dapat mengarahkan aktivitas anak pada kegiatan yang lebih positif serta meningkatkan peran dan pengawasan orang tua di luar jam sekolah.

Mengenai wacana memajukan jam sekolah, Khusyairin mengambil sikap realistis. Ia menjelaskan bahwa penerapan kebijakan ini tidak bisa digeneralisasi di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi karena tantangan aksesibilitas yang dihadapi banyak siswa.

“Kami menyadari bahwa beberapa sekolah di Kabupaten Sukabumi memiliki akses yang cukup sulit. Ada siswa yang harus berjalan kaki lebih dari satu jam, bahkan ada yang harus menyeberang menggunakan perahu. Untuk itu, pelaksanaan kebijakan ini akan kami lakukan secara bertahap,” jelasnya.

Sebagai langkah awal, Disdik akan memetakan dan melakukan uji coba di sekolah-sekolah yang secara geografis dianggap paling memungkinkan.

“Kami akan terapkan dulu di sekolah percontohan. Jika hasilnya positif dan efektif, maka akan kami lanjutkan. Namun, jika ditemukan kendala, akan segera kami laporkan kepada pimpinan untuk evaluasi lebih lanjut,” tambah Khusyairin.

Pendekatan yang adaptif ini diambil untuk memastikan bahwa semangat kebijakan dalam membangun karakter siswa dapat berjalan efektif tanpa mengorbankan aspek kenyamanan dan keselamatan para peserta didik.

“Dengan pendekatan bertahap dan berbasis pada kondisi riil di lapangan, kami berharap kebijakan ini dapat diterapkan secara efektif tanpa mengorbankan kenyamanan dan keselamatan peserta didik,” pungkasnya.(*)


Reporter: Joko S
Redaktur: Hamjah



Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 30 kali

Baca Lainnya

Diduga Ulah Oknum, 700 Meter Persegi Lahan Perhutani di Cidadap Sukabumi Hangus Terbakar

5 September 2026 - 19:57 WIB

Pantauan kobaran api yang melahap area Perkebunan Kayu Putih di Blok 87 Perhutani, Desa Padasenang, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (5/9/2026) malam. Api yang meluas hingga 700 meter persegi akibat faktor angin dan lahan kering tersebut berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan pada pukul 19.30 WIB. (Foto: Dok. P2BK/BPBD Kabupaten Sukabumi)

Pemdes Mekarjaya Sukabumi Salurkan BLT Dana Desa Periode Juli-Agustus kepada 50 KPM

3 September 2026 - 10:20 WIB

Warga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menghadiri kegiatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) di Aula Desa Mekarjaya, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, Kamis (3/9).

Polres Sukabumi Salurkan Bantuan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kemarau Panjang di Simpenan

2 September 2026 - 19:31 WIB

Personel Sat Samapta Polres Sukabumi mengisikan air bersih dari kendaraan operasional ke wadah penampungan milik warga di Kampung Tegal Nyampai, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Selasa (1/9/2026). Aksi bakti sosial ini digelar untuk membantu kebutuhan air sehari-hari warga yang terdampak kemarau panjang. Foto: Dok. Humas Polres Sukabumi.

Tragedi Berdarah di Cijengkol: Istri Temukan Suami Bersimbah Darah, Kondisi Kritis Pakai Ventilator

2 September 2026 - 12:12 WIB

Kondisi Mencekam di ICU. Pasien A tergeletak tak sadarkan diri di tempat tidur ICU RSUD Sekarwangi. Terlihat berbagai peralatan medis menopang hidupnya, termasuk perban besar di bagian leher. Setelah operasi darurat untuk menangani luka yang sangat gawat, kondisi pasien masih belum sadar dan terus dipantau secara intensif oleh tim dokter.

Kemarau Panjang Terjang Desa Banjarsari Sukabumi, 312 KK Alami Krisis Air Bersih

2 September 2026 - 09:29 WIB

Petugas mendistribusikan air bersih dari truk tangki kepada warga yang mengalami kekeringan di [Lokasi], mengantre dengan jerigen di area lapangan kering di latar belakang rumah-rumah penduduk.

Preman Berkedok Wartawan: Peras Guru di Sukaraja Sukabumi, Positif Sabu, Kini Meringkuk di Penjara

2 September 2026 - 09:01 WIB

Tersangka AG (46), oknum wartawan pemeras pihak SDN 2 Sukaraja, diapit anggota kepolisian usai resmi ditangkap dan ditahan di Mapolsek Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca