JENTERANEWS.com – Wacana kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk memajukan jam masuk sekolah menjadi pukul 06.30 WIB dan memberlakukan batas aktivitas anak hingga pukul 21.00 WIB mendapat sambutan positif dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi. Kebijakan yang berfokus pada penguatan karakter generasi muda ini dinilai sejalan dengan tujuan utama pendidikan nasional.
Meskipun mendukung penuh, Disdik Kabupaten Sukabumi menegaskan bahwa implementasi, khususnya terkait jam masuk sekolah, akan dilakukan secara hati-hati dan bertahap. Kondisi geografis yang beragam di wilayah Sukabumi menjadi pertimbangan utama agar kebijakan tidak memberatkan siswa.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Khusyairin, menyatakan bahwa pihaknya secara prinsip mendukung setiap regulasi yang bertujuan membentuk perilaku positif siswa. Menurutnya, pendidikan tidak hanya soal transfer ilmu, tetapi juga pembentukan akhlak.
“Pada prinsipnya, kami mendukung segala bentuk kebijakan yang mengarah pada perubahan perilaku dan pembentukan karakter siswa, karena tujuan utama pendidikan adalah membentuk karakter dan mengubah perilaku ke arah yang lebih baik,” kata Khusyairin saat dihubungi pada Rabu (11/6).
Ia menambahkan, kebijakan pembatasan aktivitas anak hingga pukul 21.00 WIB merupakan langkah strategis untuk membina generasi muda. Aturan ini diharapkan dapat mengarahkan aktivitas anak pada kegiatan yang lebih positif serta meningkatkan peran dan pengawasan orang tua di luar jam sekolah.
Mengenai wacana memajukan jam sekolah, Khusyairin mengambil sikap realistis. Ia menjelaskan bahwa penerapan kebijakan ini tidak bisa digeneralisasi di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi karena tantangan aksesibilitas yang dihadapi banyak siswa.
“Kami menyadari bahwa beberapa sekolah di Kabupaten Sukabumi memiliki akses yang cukup sulit. Ada siswa yang harus berjalan kaki lebih dari satu jam, bahkan ada yang harus menyeberang menggunakan perahu. Untuk itu, pelaksanaan kebijakan ini akan kami lakukan secara bertahap,” jelasnya.
Sebagai langkah awal, Disdik akan memetakan dan melakukan uji coba di sekolah-sekolah yang secara geografis dianggap paling memungkinkan.
“Kami akan terapkan dulu di sekolah percontohan. Jika hasilnya positif dan efektif, maka akan kami lanjutkan. Namun, jika ditemukan kendala, akan segera kami laporkan kepada pimpinan untuk evaluasi lebih lanjut,” tambah Khusyairin.
Pendekatan yang adaptif ini diambil untuk memastikan bahwa semangat kebijakan dalam membangun karakter siswa dapat berjalan efektif tanpa mengorbankan aspek kenyamanan dan keselamatan para peserta didik.
“Dengan pendekatan bertahap dan berbasis pada kondisi riil di lapangan, kami berharap kebijakan ini dapat diterapkan secara efektif tanpa mengorbankan kenyamanan dan keselamatan peserta didik,” pungkasnya.(*)
Reporter: Joko S
Redaktur: Hamjah















