Menu

Mode Gelap

Peristiwa · 3 Nov 2025 20:42 WIB

Diterjang Hujan Deras dan Angin Kencang, Satu Rumah Warga di Purabaya Sukabumi Rusak Parah


					Kondisi rumah milik Padli di Kampung Ciseureuh, Desa Pagelaran, Purabaya, yang mengalami kerusakan parah pada Minggu (2/11/2025) malam. Kerusakan ini disebabkan oleh hujan berintensitas tinggi dan terjangan angin kencang. Perbesar

Kondisi rumah milik Padli di Kampung Ciseureuh, Desa Pagelaran, Purabaya, yang mengalami kerusakan parah pada Minggu (2/11/2025) malam. Kerusakan ini disebabkan oleh hujan berintensitas tinggi dan terjangan angin kencang.

JENTERANEWS.com – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu malam (2/11/2025) menyebabkan ambruknya satu unit rumah milik warga. Insiden yang terjadi sekitar pukul 21.30 WIB ini menunjukkan dampak nyata dari intensitas cuaca ekstrem di daerah tersebut.

Rumah yang mengalami kerusakan cukup parah tersebut berlokasi di Kampung Ciseureuh RT 12 RW 02, Desa Pagelaran. Bangunan yang dihuni oleh Padli, yang merupakan satu kepala keluarga (1 jiwa), menderita kerusakan signifikan, terutama pada bagian tengah hingga area dapur.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Purabaya, Yanto Prayitno, memastikan bahwa penyebab utama kerusakan adalah faktor cuaca. “Intensitas hujan yang tinggi ditambah terjangan angin kencang menjadi pemicu ambruknya sebagian bangunan rumah,” ujar Yanto dalam laporannya pada Senin (3/11).

Beruntung, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam musibah ini. Namun, kerugian material ditaksir dalam kategori rusak sedang.

Setelah menerima laporan, Tim P2BK bersama perangkat desa dan relawan segera bertindak cepat dengan melakukan asesmen (kajian cepat) ke lokasi kejadian. Saat ini, fokus utama adalah pembersihan material reruntuhan yang dilakukan secara gotong royong oleh warga, relawan, dan aparat desa.

“Selain asesmen, kami juga telah berkoordinasi dengan lintas sektor seperti Kecamatan, Koramil, Polsek, dan Satpol PP untuk langkah penanganan dan bantuan lebih lanjut,” jelas Yanto.

P2BK Purabaya menggarisbawahi bahwa kebutuhan mendesak yang diperlukan korban saat ini adalah bantuan bahan bangunan rumah. Ini krusial untuk memastikan rumah Padli dapat diperbaiki segera, mengingat musim penghujan masih berlangsung.

Menyikapi insiden ini dan tingginya curah hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat.

Warga diminta untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan seperti longsor, banjir, dan angin puting beliung, yang rentan terjadi selama musim hujan.

BPBD Kabupaten Sukabumi juga mengingatkan agar masyarakat segera melaporkan setiap kejadian bencana ke Call Center BPBD Sukabumi di nomor (0266) 6323717 atau melalui media sosial resmi BPBD untuk penanganan cepat dan tepat.(*)


Reporter: Mardi

Editor: Hamjah

Artikel ini telah dibaca 35 kali

Baca Lainnya

Tragedi Berdarah di Pesisir Ujunggenteng: Aksi ‘Test Drive’ Berujung Maut, Satu Pengendara Tewas

13 April 2026 - 17:59 WIB

Suasana di lokasi kejadian perkara (TKP) kecelakaan lalu lintas tragis di pesisir Pantai Ujunggenteng, Desa Ujunggenteng, Sukabumi, pada Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Tampak kerumunan warga berkumpul di area kejadian, sementara puing-puing kendaraan dan jejak ban terlihat jelas di pasir basah. Kecelakaan yang melibatkan dua sepeda motor dan diduga dipicu oleh aksi balap liar ini merenggut nyawa Agus Gunawan (29) dan menyebabkan Angga (19) luka berat. (Tangkapan layar video warga)

Akibat Hujan Deras Berdurasi Lama, Satu Rumah di Parakansalak Sukabumi Ambruk

6 April 2026 - 21:29 WIB

Bocah Empat Tahun di Kalibunder Sukabumi Meninggal Dunia Usai Terpeleset ke Parit Saat Hujan Deras

6 April 2026 - 21:21 WIB

Tragis, Petani Lansia di Sukabumi Ditemukan Tewas Tertimpa Pohon Bambu di Kebunnya

23 Maret 2026 - 17:25 WIB

jenazah petani Saep (74) ditemukan. Area rimbun dengan semak dan rumpun bambu terlihat di kedua sisi. Gambar tersebut menampilkan sensor buram (blurred) di bagian tengah, yang menutupi detail jenazah korban yang ditemukan tergeletak di tengah dedaunan. Penemuan ini terjadi pada Senin (23/3) setelah korban dilaporkan hilang selama beberapa hari.

Diduga Akibat Korsleting Listrik, Sebuah Rumah di Sagaranten Ludes Terbakar Saat Ditinggal Penghuninya

3 Maret 2026 - 16:01 WIB

Warga dan petugas pemadam kebakaran (Damkar), meninjau puing-puing rumah yang ludes terbakar di Kampung Bojong Lingkung, Desa Sinar Bentang, Kecamatan Sagaranten. Kebakaran yang melanda pada Selasa (3/3/2025)

Begal Sadis Beraksi di Parungkuda Sukabumi: Suami Dibacok di Depan Istri, Motor Raib

18 Februari 2026 - 20:27 WIB

Ilustrasi
Trending di Peristiwa