Menu ✖

Mode Gelap

Sukabumi · 5 Des 2025 18:03 WIB

Diterjang Longsor, Jembatan Vital Penghubung Antar Kampung di Sagaranten Ambruk, Warga Bangun Akses Darurat dari Bambu


					Warga dan aparat desa melihat kondisi sayap Jembatan Cipicung yang ambruk tergerus longsor sedalam 8 meter. Jembatan ini merupakan akses satu-satunya penghubung Kampung Pamoyanan dan Cikadu. Perbesar

Warga dan aparat desa melihat kondisi sayap Jembatan Cipicung yang ambruk tergerus longsor sedalam 8 meter. Jembatan ini merupakan akses satu-satunya penghubung Kampung Pamoyanan dan Cikadu.

JENTERANEWS.com – Tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi menyebabkan Jembatan Cipicung di Desa Cibitung, Kecamatan Sagaranten, ambruk tergerus longsor pada Jumat (5/12/2025) dini hari.

Jembatan tersebut merupakan akses vital satu-satunya yang menghubungkan dua wilayah padat penduduk, yakni Kampung Pamoyanan dan Kampung Cikadu (RT 15/RW 06). Ambruknya sayap jembatan ini sempat melumpuhkan aktivitas warga sebelum akhirnya diperbaiki secara darurat.

mobil bak terbuka nekat melintasi jembatan darurat dari bambu yang dibangun warga secara swadaya pasca ambruknya Jembatan Cipicung di Desa Cibitung, Sagaranten, Jumat (5/12/2025).

mobil bak terbuka nekat melintasi jembatan darurat dari bambu yang dibangun warga secara swadaya pasca ambruknya Jembatan Cipicung di Desa Cibitung, Sagaranten, Jumat (5/12/2025).

Kepala Desa Cibitung, H. Irvan Sanusi, membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, bencana longsor dipicu oleh cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang turun sejak Kamis pagi (4/12/2025) hingga malam hari.

“Benar, telah terjadi longsor yang mengakibatkan sayap Jembatan Cipicung ambruk. Laporan masuk dari Kepala Dusun sekitar pukul 02.00 WIB, Jumat dini hari,” ujar H. Irvan kepada awak media, Jumat (5/12/2025).

Menyadari pentingnya akses tersebut bagi mobilitas warga, Pemerintah Desa Cibitung bersama masyarakat setempat langsung bergerak cepat melakukan perbaikan secara swadaya.

“Untuk penanganan sementara, kami bersama warga bergotong royong memperbaiki jembatan menggunakan material bambu agar bisa segera dilewati kembali, mengingat ini adalah akses utama,” tambahnya.

Kepala Dusun Cikadu, Muhyandi, menjelaskan kronologi kejadian bermula pada Kamis malam sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, warga sudah melihat adanya tanda-tanda keretakan sepanjang 8 meter di bagian sayap jembatan.

Kekhawatiran warga terbukti beberapa jam kemudian. “Sekira pukul 02.00 WIB dini hari, sayap jembatan Cipicung akhirnya anjlok dan runtuh. Kerusakannya cukup parah dengan panjang 10 meter, lebar 2,5 meter, dan kedalaman tebing mencapai 8 meter,” papar Muhyandi.

Di lokasi terpisah, Kasi Trantib Kecamatan Sagaranten, Idar Darotama, menyatakan bahwa pihaknya telah meninjau langsung lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi untuk tindak lanjut penanganan.

Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, Idar menyebutkan bahwa perbaikan jembatan bambu hanyalah solusi sementara. Dibutuhkan konstruksi yang lebih kokoh untuk menahan beban tanah dan kendaraan yang melintas.

“Hasil monitoring didapati kebutuhan mendesak untuk perbaikan permanen, yaitu penggunaan bronjong kawat sekitar 100 buah. Ini sangat penting agar jembatan kembali kokoh dan aman dilalui kendaraan warga, karena Jembatan Cipicung adalah urat nadi perekonomian antara Kampung Pamoyanan dan Cikadu,” jelas Idar Darotama.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih berjaga di sekitar lokasi untuk mengatur lalu lintas kendaraan yang melintasi jembatan darurat tersebut secara bergantian demi keselamatan bersama.(*)

Laporan: Aris Jampang

Editor: Hamjah


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 50 kali

Baca Lainnya

Siswa SMP di Sukabumi Jadi Korban Pengeroyokan Kakak Kelas, Diduga Dipicu Aksi Pemerasan hingga Alami Cedera Patah Tulang

21 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Keterangan Foto: AI (12), korban kekerasan dan dugaan pemerasan oleh kakak kelasnya di Sukabumi, terbaring lemah di RSUD Sekarwangi untuk mendapatkan perawatan intensif.

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0622/Sukabumi Gelar Penyuluhan Kesehatan Ibu dan Anak di Desa Mekarjaya

21 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Suasana kegiatan penyuluhan pencegahan stunting dan deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan HPV yang diselenggarakan Satgas TMMD ke-130 Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi bersama Puskesmas Ciemas dan Pemerintah Desa Mekarjaya, Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Selasa (20/10/2026).

PUSKESMAS CIDOLOG GELAR HKN KE-62, CAMAT APRESIASI KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DAN TEGASKAN PENTINGNYA SINERGI LINTAS SEKTOR

20 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Suasana Gebyar HKN Ke-62 yang digelar Puskesmas Cidolog, Kabupaten Sukabumi, Selasa (20/10/2026). Acara yang dihadiri Camat Yusup Suherlan ini diisi dengan berbagai kegiatan seperti gerak sehat, pelayanan kesehatan gratis, dan penyerahan penghargaan kepada warga yang peduli kesehatan, guna memperkuat sinergi lintas sektor menuju "Sukabumi Mubarakah".

Petaka Jalur Cikidang–Palabuhanratu: Mobil Terios Meledak dan Ludes Dilalap Si Jago Merah

19 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Kondisi minibus Daihatsu Terios yang hangus terbakar di jalur Cikidang–Palabuhanratu, Sukabumi, Minggu (18/10/2026). Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp50 juta.

Jeritan Histeris Tengah Hari: Ibu Hamil di Sukabumi Ditebas Suami, Nyawa Selamat Usai Tetangga Pasang Badan

19 Oktober 2026 - 06:23 WIB

KDRT Sadis di Sukabumi: Ditembus Sabetan Golok di Leher dan Wajah, Ibu Hamil Selamat dari Maut Berkat Akses Cepat Tetangga

Dorong Kesejahteraan Pengayuh Lansia, YGSN Serahkan Becak Listrik di Balai Kota Sukabumi

19 Oktober 2026 - 05:47 WIB

Sejumlah warga dan aparat mencoba langsung unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto yang disalurkan di Balai Kota Sukabumi, Minggu (18/10/2026).
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca