JENTERANEWS.com – Pemerintah Desa Cibaregbeg, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, menepis isu miring yang menyebutkan bahwa realisasi Dana Desa Tahap 2 di wilayahnya mangkrak. Kepala Desa Cibaregbeg, Ujang Rahman, S.E., menegaskan bahwa proyek infrastruktur di Tanjakan Jebleh/Talagahurang saat ini masih terus berjalan dan tengah dikebut pengerjaannya.
Dalam keterangan resminya kepada awak media, Ujang meluruskan informasi yang beredar. Ia memastikan bahwa aktivitas fisik di lokasi proyek dengan volume panjang 1.000 meter dan lebar 1 meter tersebut tidak pernah berhenti total, melainkan menghadapi kendala teknis yang berat di lapangan.
Ujang mengakui adanya keterlambatan penyelesaian yang melewati batas waktu pada papan informasi proyek. Namun, hal tersebut disebabkan oleh faktor alam (force majeure) yang sulit dihindari.
“Perlu saya luruskan, proyek tersebut tidak mangkrak. Yang benar adalah terjadi keterlambatan dari kalender kerja karena cuaca yang sangat tidak bersahabat. Hujan deras yang mengguyur terus-menerus membuat kami kesulitan,” jelas Ujang.
Ia merinci bahwa kondisi tanah di lokasi Tanjakan Jebleh menjadi sangat labil dan berlumpur akibat gerusan air hujan. Hal ini berdampak fatal pada distribusi logistik.
“Kendala utamanya adalah konstruksi tanah yang tidak stabil saat digempur hujan. Akibatnya, pengiriman bahan material yang mengandalkan motor engkreg sangat sulit menembus lokasi karena jalanan licin dan berbahaya,” tambahnya.
Menanggapi beredarnya foto-foto kondisi jalan yang tampak semrawut sebelumnya, Kades menjelaskan bahwa dokumentasi tersebut diambil pada momentum yang kurang tepat, yakni sesaat setelah hujan lebat turun.
“Terkait temuan visual sebelumnya, itu kondisi saat lokasi habis tertimpa hujan, jadi terlihat parah. Padahal, para pekerja kami terus berupaya melakukan pengerjaan di sela-sela cuaca,” terangnya.
Sebagai bukti keseriusan, Ujang menegaskan bahwa saat ini tim pelaksana di lapangan sedang bekerja ekstra keras (lembur) untuk mengejar ketertinggalan.
“Saat ini pengerjaan terus dikebut. Kami pastikan proyek ini selesai sebelum akhir tahun ini agar segera bisa dimanfaatkan masyarakat,” pungkas Ujang dengan optimis.(*)















