Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 22 Des 2025 21:20 WIB

Dituding Mangkrak, Kades Cibaregbeg Angkat Bicara: Faktor Cuaca dan Tanah Labil Jadi Kendala


					Sejumlah pekerja tampak sedang berjibaku melanjutkan pengerjaan jalan rabat beton di ruas Tanjakan Jebleh/Talagahurang. Kepala Desa Cibaregbeg menegaskan bahwa proyek ini terus dikebut pengerjaannya meskipun menghadapi kendala medan yang berat dan cuaca hujan yang terus-menerus. Perbesar

Sejumlah pekerja tampak sedang berjibaku melanjutkan pengerjaan jalan rabat beton di ruas Tanjakan Jebleh/Talagahurang. Kepala Desa Cibaregbeg menegaskan bahwa proyek ini terus dikebut pengerjaannya meskipun menghadapi kendala medan yang berat dan cuaca hujan yang terus-menerus.

JENTERANEWS.com  – Pemerintah Desa Cibaregbeg, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, menepis isu miring yang menyebutkan bahwa realisasi Dana Desa Tahap 2 di wilayahnya mangkrak. Kepala Desa Cibaregbeg, Ujang Rahman, S.E., menegaskan bahwa proyek infrastruktur di Tanjakan Jebleh/Talagahurang saat ini masih terus berjalan dan tengah dikebut pengerjaannya.

Dalam keterangan resminya kepada awak media, Ujang meluruskan informasi yang beredar. Ia memastikan bahwa aktivitas fisik di lokasi proyek dengan volume panjang 1.000 meter dan lebar 1 meter tersebut tidak pernah berhenti total, melainkan menghadapi kendala teknis yang berat di lapangan.

Ujang mengakui adanya keterlambatan penyelesaian yang melewati batas waktu pada papan informasi proyek. Namun, hal tersebut disebabkan oleh faktor alam (force majeure) yang sulit dihindari.

“Perlu saya luruskan, proyek tersebut tidak mangkrak. Yang benar adalah terjadi keterlambatan dari kalender kerja karena cuaca yang sangat tidak bersahabat. Hujan deras yang mengguyur terus-menerus membuat kami kesulitan,” jelas Ujang.

Ia merinci bahwa kondisi tanah di lokasi Tanjakan Jebleh menjadi sangat labil dan berlumpur akibat gerusan air hujan. Hal ini berdampak fatal pada distribusi logistik.

“Kendala utamanya adalah konstruksi tanah yang tidak stabil saat digempur hujan. Akibatnya, pengiriman bahan material yang mengandalkan motor engkreg sangat sulit menembus lokasi karena jalanan licin dan berbahaya,” tambahnya.

Menanggapi beredarnya foto-foto kondisi jalan yang tampak semrawut sebelumnya, Kades menjelaskan bahwa dokumentasi tersebut diambil pada momentum yang kurang tepat, yakni sesaat setelah hujan lebat turun.

“Terkait temuan visual sebelumnya, itu kondisi saat lokasi habis tertimpa hujan, jadi terlihat parah. Padahal, para pekerja kami terus berupaya melakukan pengerjaan di sela-sela cuaca,” terangnya.

Sebagai bukti keseriusan, Ujang menegaskan bahwa saat ini tim pelaksana di lapangan sedang bekerja ekstra keras (lembur) untuk mengejar ketertinggalan.

“Saat ini pengerjaan terus dikebut. Kami pastikan proyek ini selesai sebelum akhir tahun ini agar segera bisa dimanfaatkan masyarakat,” pungkas Ujang dengan optimis.(*)


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 129 kali

Baca Lainnya

Polres Sukabumi Salurkan Bantuan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kemarau Panjang di Simpenan

2 September 2026 - 19:31 WIB

Personel Sat Samapta Polres Sukabumi mengisikan air bersih dari kendaraan operasional ke wadah penampungan milik warga di Kampung Tegal Nyampai, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Selasa (1/9/2026). Aksi bakti sosial ini digelar untuk membantu kebutuhan air sehari-hari warga yang terdampak kemarau panjang. Foto: Dok. Humas Polres Sukabumi.

Tragedi Berdarah di Cijengkol: Istri Temukan Suami Bersimbah Darah, Kondisi Kritis Pakai Ventilator

2 September 2026 - 12:12 WIB

Kondisi Mencekam di ICU. Pasien A tergeletak tak sadarkan diri di tempat tidur ICU RSUD Sekarwangi. Terlihat berbagai peralatan medis menopang hidupnya, termasuk perban besar di bagian leher. Setelah operasi darurat untuk menangani luka yang sangat gawat, kondisi pasien masih belum sadar dan terus dipantau secara intensif oleh tim dokter.

Kemarau Panjang Terjang Desa Banjarsari Sukabumi, 312 KK Alami Krisis Air Bersih

2 September 2026 - 09:29 WIB

Petugas mendistribusikan air bersih dari truk tangki kepada warga yang mengalami kekeringan di [Lokasi], mengantre dengan jerigen di area lapangan kering di latar belakang rumah-rumah penduduk.

Preman Berkedok Wartawan: Peras Guru di Sukaraja Sukabumi, Positif Sabu, Kini Meringkuk di Penjara

2 September 2026 - 09:01 WIB

Tersangka AG (46), oknum wartawan pemeras pihak SDN 2 Sukaraja, diapit anggota kepolisian usai resmi ditangkap dan ditahan di Mapolsek Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.

Bupati Sukabumi Tegaskan Pentingnya Bimbingan Ulama pada Pelantikan Pengurus MUI 2026–2031

1 September 2026 - 13:29 WIB

Suasana prosesi pelantikan pengurus di dalam sebuah Gedung Olahraga (GOR). Seorang pejabat dengan setelan jas krem dan peci hitam memimpin acara di tengah, berhadapan dengan barisan pria berkemeja putih dan sarung yang siap dilantik. Di latar belakang tampak papan ring basket dan tribun penonton.

Atasi Dampak Kekeringan, Polres Sukabumi Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Palabuhanratu

1 September 2026 - 11:46 WIB

Warga Kampung Pasir Honje, Desa Jayanti, Palabuhanratu, Sukabumi, menampung pasokan air bersih yang disalurkan jajaran Polres Sukabumi menggunakan kendaraan Armoured Water Cannon (AWC), Senin (31/8/2026). Aksi sosial ini digelar guna meringankan beban masyarakat terdampak kekeringan
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca