JENTERANEWS.com – Insiden kecelakaan kerja yang nyaris merenggut nyawa terjadi di kawasan padat penduduk Kampung Kebon Tarum 2, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Dua orang pekerja bangunan tertimbun material longsoran pondasi saat tengah bekerja pada Selasa (6/2/2026) siang.
Peristiwa nahas yang terjadi sekitar pukul 13.00 WIB ini menimpa Agung (24) dan Amud (45). Keduanya terjebak dalam lubang galian setelah struktur pondasi di atas mereka tiba-tiba ambrol dan menimbun tubuh keduanya dengan material tanah serta bebatuan.
Kasi Pengendalian Operasi dan Komunikasi Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Sukabumi, Uus Sumarna, mengungkapkan bahwa insiden terjadi sangat cepat. Pihaknya menerima laporan pada pukul 13.20 WIB dan segera menerjunkan tim gabungan yang terdiri dari Damkar, Basarnas, serta tenaga medis ke lokasi kejadian.
“Saat pekerja sedang membuat pondasi bangunan, tiba-tiba pondasinya ambrol turun ke bawah dan menjepit dua orang pekerja,” jelas Uus di lokasi kejadian.
Proses penyelamatan berlangsung dramatis dan menegangkan. Kondisi medan yang sempit serta struktur tanah yang labil menjadi kendala utama bagi tim SAR gabungan. Jarak antara pondasi yang runtuh dengan dinding galian sangat rapat, sehingga menyulitkan petugas untuk mengangkat material tanpa memperburuk risiko bagi korban.
“Korban pertama atas nama Agung berhasil dievakuasi sekitar 10 menit setelah kami tiba. Namun, korban kedua, Amud, terjepit lebih dalam sehingga proses evakuasi memakan waktu lebih lama,” tambah Uus.
Setelah berjibaku selama hampir satu jam, korban kedua akhirnya berhasil dikeluarkan dari reruntuhan sekitar pukul 14.00 WIB.
Kedua korban yang mengalami luka serius langsung dilarikan ke RSUD Palabuhanratu untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Meski berhasil selamat dari insiden maut tersebut, kondisi keduanya dilaporkan kritis.
Humas RSUD Palabuhanratu, Billi Agustian, mengonfirmasi bahwa saat ini kedua pasien membutuhkan penanganan khusus.
“Kedua korban kini dirawat di ruang High Care Unit (HCU) dan masih menggunakan alat bantu napas ventilator,” terang Billi.
Insiden ini menjadi pengingat keras akan pentingnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), terutama pada proyek konstruksi dengan kondisi tanah yang rawan longsor. Pihak berwenang mengimbau para kontraktor dan pekerja untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan penggalian di area dengan struktur tanah labil.(*)
Laporan: M Ridwan
Editor: Hamjah















