JENTERANEWS.com – Turnamen Sepakbola Pemuda Pakidulan Sagaranten 2026 tidak hanya menjadi ajang unjuk gigi bakat-bakat lokal, tetapi juga menjelma menjadi panggung unjuk gengsi dengan hadirnya legiun asing. Dari 32 tim yang berlaga, sorotan utama publik sepak bola Sukabumi Selatan kini tertuju penuh pada satu nama: Seydou Diakite.
Pemain asal benua Afrika yang tersohor dengan julukan “Raja Tarkam” (Antarkampung) ini secara mengejutkan resmi berlabuh di Cimenteng FC. Manuver transfer berani dari Cimenteng FC ini bukan sekadar strategi taktis untuk memburu gelar juara, melainkan telah menjadi fenomena yang sukses mendongkrak pamor kompetisi secara drastis.
Atmosfer Lapangan Sawit Tunggal, Desa Pesanggrahan, dipastikan akan mencapai titik didih tertinggi pada Rabu, 20 Mei 2026, pukul 14.00 WIB. Pada hari tersebut, Cimenteng FC yang diperkuat Seydou Diakite akan melakoni laga perdana mereka melawan tim tangguh, Putra Gudang.
Label “Raja Tarkam” yang melekat pada diri Diakite tentu bukan isapan jempol belaka. Pengalamannya yang malang melintang menjuarai berbagai turnamen lokal di Indonesia, dipadukan dengan keunggulan postur fisik, ketahanan stamina, dan teknik penguasaan bola khas legiun Afrika, diprediksi akan menjadi ancaman serius bagi barisan pertahanan Putra Gudang.
Ribuan penonton yang biasanya sudah memadati lapangan dipastikan akan membeludak berkali-kali lipat demi menyaksikan langsung magis sang pemain di atas rumput Sagaranten.
Langkah mendatangkan pemain asing sekelas Seydou Diakite tidak hanya menjadi hiburan eksklusif bagi warga, tetapi juga diyakini membawa dampak positif bagi ekosistem sepak bola lokal. Dadang, perwakilan panitia Turnamen Pemuda Pakidulan, menilai tren penggunaan pemain asing ini memberikan warna dan standar kompetisi yang baru.
“Keseruan turnamen tahun ini memang sangat luar biasa, dan daya tariknya meningkat tajam karena beberapa tim berani menghadirkan pemain dari luar negeri seperti Diakite,” ungkap Dadang.
Bagi panitia, kehadiran sosok seperti Diakite diharapakan dapat menjadi katalisator. Bermain satu lapangan, atau bahkan berhadapan langsung dengan pemain yang memiliki jam terbang tinggi, menjadi momentum berharga bagi talenta-talenta muda Kecamatan Sagaranten untuk menyerap ilmu, mengasah mental bertanding, dan meningkatkan teknik permainan mereka.
Menjelang big match yang hanya tinggal menghitung hari, tensi persaingan kian memanas. Meski demikian, panitia penyelenggara tak henti-hentinya mengingatkan agar euforia menyambut sang “Raja Tarkam” tetap berada dalam koridor persaudaraan.
“Silakan nikmati pertandingan yang berkualitas ini, namun kami tekankan kembali: junjung tinggi sportivitas, jaga kondusivitas keamanan bersama, dan hormati setiap peluit yang ditiup wasit,” tegas Dadang memungkasi keterangannya.(*)
[Hamjah]















