JENTERANEWS.com– Tingginya intensitas hujan disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Sukabumi kembali memicu bencana hidrometeorologi. Sebuah insiden tanah longsor dilaporkan terjadi di Kampung Pasirtengah, RT 01/03, Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug, pada Jumat pagi (23/1/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Sukabumi, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Hujan deras yang mengguyur dalam durasi lama menyebabkan Tembok Penahan Tanah (TPT) jalan lingkungan di wilayah tersebut tidak kuat menahan beban hingga akhirnya ambruk.
Longsoran tanah dengan dimensi panjang 20 meter dan tinggi 18 meter tersebut memberikan dampak kerusakan yang cukup parah. Material longsor menggerus badan jalan lingkungan yang merupakan akses vital penghubung antar-RT.
“Jalan lingkungan saat ini dalam kondisi mati total. Akses terputus dan tidak bisa dilalui, bahkan oleh kendaraan roda dua sekalipun,” ungkap laporan resmi petugas lapangan. Selain memutus akses jalan, material longsor juga menimpa dua petak sawah milik warga setempat.
Meski kerusakan materiil tak terhindarkan, dipastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini.
Merespons kejadian tersebut, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cicurug segera meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan kaji cepat (assessment). Operasi ini melibatkan koordinasi lintas sektoral bersama perangkat Desa Kutajaya, Kecamatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Tagana, serta relawan gabungan.
Hingga berita ini diturunkan, material longsoran masih belum dievakuasi karena kondisi di lapangan yang belum memungkinkan. Cuaca di sekitar lokasi dilaporkan masih gerimis disertai angin, yang berpotensi memicu pergerakan tanah susulan.
Pihak berwenang telah mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat setempat untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca ekstrem yang masih berlangsung. Adapun kebutuhan mendesak yang diperlukan saat ini adalah terpal untuk menutup area longsoran guna mencegah erosi tanah lebih lanjut akibat air hujan.(*)
Laporan: Aris Jampang















