Menu ✖

Mode Gelap

Sukabumi · 11 Jun 2025 14:12 WIB

Kabupaten Sukabumi Utara di Ambang Pintu: Perjuangan Panjang Menanti Satu Ketukan Palu Presiden


					Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali bersama para tokoh pejuang pemekaran menyatukan pandangan dalam audiensi membahas nasib DOB Kabupaten Sukabumi Utara (KSU). Perjuangan panjang kini berada di pintu terakhir, menanti keputusan Presiden untuk mencabut moratorium. Perbesar

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali bersama para tokoh pejuang pemekaran menyatukan pandangan dalam audiensi membahas nasib DOB Kabupaten Sukabumi Utara (KSU). Perjuangan panjang kini berada di pintu terakhir, menanti keputusan Presiden untuk mencabut moratorium.

JENTERANEWS.com – Asa masyarakat di utara Kabupaten Sukabumi untuk memiliki pemerintahan sendiri kini berada di titik penentuan. Perjuangan panjang mewujudkan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Sukabumi Utara (KSU) telah memasuki babak akhir, dengan semua persyaratan administratif dinyatakan rampung. Kini, nasib KSU sepenuhnya berada di tangan pemerintah pusat, menanti satu langkah krusial: pencabutan moratorium pemekaran daerah oleh Presiden.

Kabar penentu ini mengemuka dengan kuat dalam audiensi yang mempertemukan para tokoh dan perwakilan pejuang DOB KSU dengan jajaran pimpinan DPRD Kabupaten Sukabumi di Ruang Badan Musyawarah (BAMUS) DPRD, Selasa (10/6/2025). Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, S.IP., dan dihadiri oleh Komisi I, serta perwakilan dari unsur eksekutif seperti BPKAD, Bagian Tata Pemerintahan, Bappelitbangda, dan Bagian Hukum Setda.

Dalam forum yang penuh harapan tersebut, Budi Azhar Mutawali dengan tegas menyatakan bahwa bola kini tidak lagi berada di tangan pemerintah daerah. Seluruh tahapan dan kewajiban administratif yang menjadi syarat pembentukan sebuah DOB telah tuntas dipenuhi sesuai arahan dan verifikasi dari pemerintah pusat.

“Perjuangan ini sudah sampai pada tahap final. Semua persyaratan administrasi telah dipenuhi. Tinggal menunggu satu langkah lagi, yakni pencabutan moratorium pemekaran oleh Presiden,” jelas Budi Azhar dengan nada optimistis.

Menurutnya, proses ini ibarat sebuah pintu yang terkunci, di mana kuncinya berada di Istana Negara. Begitu moratorium pemekaran yang selama ini menjadi penghalang utama dicabut, maka proses legislasi untuk melahirkan Kabupaten Sukabumi Utara diyakini akan berjalan secara otomatis sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

“Kita hanya tinggal menunggu. Kami terus mengajak semua pihak untuk tetap konsisten, terus berdoa, dan mendukung langkah bersama agar harapan besar yang telah diperjuangkan sejak lama ini segera terwujud,” tambah politisi Partai Golkar tersebut.

Dukungan untuk lahirnya KSU tidak hanya datang dari legislatif. Unsur eksekutif Pemerintah Kabupaten Sukabumi yang turut hadir dalam audiensi menegaskan komitmen yang sama. Kedua lembaga sepakat bahwa pemekaran ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat laju pembangunan dan mendekatkan rentang kendali pelayanan publik di wilayah Kabupaten Sukabumi yang sangat luas.

Dengan terbentuknya KSU, diharapkan fokus pembangunan di wilayah utara yang padat penduduk dan memiliki potensi ekonomi besar dapat lebih terarah dan masif. Hal ini diyakini akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ketua DPRD pun mengajak seluruh tokoh masyarakat dan elemen daerah untuk menjaga kondusivitas serta menyikapi proses ini dengan pikiran yang jernih dan rasional. Ia mengingatkan bahwa perjuangan ini adalah milik bersama dan telah menguras energi serta waktu yang tidak sedikit.

“Kita lanjutkan perjuangan ini. Sekarang tinggal satu pintu lagi: pencabutan moratorium oleh Presiden. Mari kita kawal bersama, karena ini bukan hanya kepentingan sebagian kelompok, tapi untuk kesejahteraan seluruh masyarakat Sukabumi di masa depan,” pungkasnya.

Dengan sinyal kuat dari parlemen dan pemerintah daerah, seluruh mata kini tertuju pada kebijakan pemerintah pusat. Harapan masyarakat Sukabumi Utara yang telah tertanam selama puluhan tahun kini digantungkan pada satu keputusan politik tertinggi di tingkat nasional.(*)


Reporter: Joko S
Redaktur Pelaksana: Hamjah



Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 53 kali

Baca Lainnya

Puskesmas Cidadap Gelar Tes HPV DNA Gratis, Perempuan Usia 30–69 Tahun Diimbau Ikut Deteksi Dini Kanker Serviks

22 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Jajaran tenaga kesehatan UPTD Puskesmas Cidadap berfoto bersama para relawan dan staf SPPG usai pelaksanaan sosialisasi Pelayanan Serentak HPV DNA dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 Tahun 2026 Tingkat Kabupaten Sukabumi.

Siswa SMP di Sukabumi Jadi Korban Pengeroyokan Kakak Kelas, Diduga Dipicu Aksi Pemerasan hingga Alami Cedera Patah Tulang

21 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Keterangan Foto: AI (12), korban kekerasan dan dugaan pemerasan oleh kakak kelasnya di Sukabumi, terbaring lemah di RSUD Sekarwangi untuk mendapatkan perawatan intensif.

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0622/Sukabumi Gelar Penyuluhan Kesehatan Ibu dan Anak di Desa Mekarjaya

21 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Suasana kegiatan penyuluhan pencegahan stunting dan deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan HPV yang diselenggarakan Satgas TMMD ke-130 Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi bersama Puskesmas Ciemas dan Pemerintah Desa Mekarjaya, Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Selasa (20/10/2026).

PUSKESMAS CIDOLOG GELAR HKN KE-62, CAMAT APRESIASI KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DAN TEGASKAN PENTINGNYA SINERGI LINTAS SEKTOR

20 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Suasana Gebyar HKN Ke-62 yang digelar Puskesmas Cidolog, Kabupaten Sukabumi, Selasa (20/10/2026). Acara yang dihadiri Camat Yusup Suherlan ini diisi dengan berbagai kegiatan seperti gerak sehat, pelayanan kesehatan gratis, dan penyerahan penghargaan kepada warga yang peduli kesehatan, guna memperkuat sinergi lintas sektor menuju "Sukabumi Mubarakah".

Petaka Jalur Cikidang–Palabuhanratu: Mobil Terios Meledak dan Ludes Dilalap Si Jago Merah

19 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Kondisi minibus Daihatsu Terios yang hangus terbakar di jalur Cikidang–Palabuhanratu, Sukabumi, Minggu (18/10/2026). Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp50 juta.

Jeritan Histeris Tengah Hari: Ibu Hamil di Sukabumi Ditebas Suami, Nyawa Selamat Usai Tetangga Pasang Badan

19 Oktober 2026 - 06:23 WIB

KDRT Sadis di Sukabumi: Ditembus Sabetan Golok di Leher dan Wajah, Ibu Hamil Selamat dari Maut Berkat Akses Cepat Tetangga
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca