JENTERANEWS.com – Sebuah rumah permanen milik Akosah (58), seorang petani kebun, di Kampung Mekarwangi RT 001 RW 005, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, hangus terbakar pada Minggu malam (1/6/2025) sekitar pukul 19.15 WIB. Insiden yang diduga dipicu oleh sisa bara api dari tungku dapur ini terjadi saat istri korban tengah menunaikan ibadah sholat Isya.
Menurut laporan Ade Budiman TAGANA Surade, api pertama kali diketahui oleh saksi Supriyanto (38) dan Siti (36) yang melihat titik api sudah membesar di bagian atap dapur rumah berukuran 6 x 8 meter tersebut. “Saat kejadian, istri korban yang berada di dalam rumah berhasil menyelamatkan diri,” ujar Ade Budiman.
Kesigapan warga sekitar menjadi kunci dalam penanganan awal. Mereka secara spontan berjibaku memadamkan api dengan peralatan seadanya sembari menghubungi petugas Pemadam Kebakaran. “Sekitar pukul 19.45 WIB, api berhasil dipadamkan oleh warga. Kendaraan Damkar sempat disiagakan di ujung jalan masuk lokasi karena akses jalan yang sempit tidak memungkinkan unit mendekat ke titik api,” lanjut Ade.

Petugas gabungan dari TAGANA Surade, BPBD, dan unsur lainnya saat melakukan penanganan dan asesmen di lokasi kebakaran rumah warga di Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Minggu (1/6/2025).
Berbagai unsur langsung turun tangan pasca kejadian, termasuk Forkopimcam Kecamatan Surade, Polisi Pamong Praja (Pol.PP), P2BK (Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan), BPBD Kabupaten Sukabumi, TAGANA, petugas PLN, dan Pemerintah Desa Buniwangi. Tim gabungan melakukan asesmen, membantu evakuasi sebagian barang dari dalam rumah, berkoordinasi dengan Pos Damkar dan PLN, serta mengevakuasi keluarga korban (1 KK terdiri dari 2 jiwa) untuk tinggal sementara bersama kerabatnya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, seorang warga bernama Mulyadi (53 tahun) mengalami luka bakar ringan di bagian telapak kaki saat turut serta dalam upaya pemadaman. Kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp 5.000.000 (lima juta rupiah), dengan kerusakan bangunan diperkirakan sekitar 20%.
“Dugaan kuat, kebakaran berasal dari tungku dapur yang menyala dan ditinggal oleh istri korban yang sedang sholat Isya,” ungkap Ade Budiman berdasarkan keterangan yang dihimpun. Ia menambahkan bahwa kerusakan tidak meluas berkat penanganan cepat warga. Pihak berwenang juga telah memberikan imbauan kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati guna mencegah kejadian serupa. (*)
Kor : Fajar : Redaktur: Hamjah














