Menu ✖

Mode Gelap

Sukabumi · 21 Mei 2026 10:55 WIB

Rupiah Tembus Rp 17.600 per Dollar AS, Menkeu Purbaya Tetap Optimistis dan Pastikan APBN Aman


					Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tersenyum saat merespons pertanyaan awak media terkait pelemahan nilai tukar rupiah di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Senin (18/5/2026). Menkeu memastikan kondisi ekonomi dan postur APBN tetap aman meski rupiah menembus level Rp 17.600 per dollar AS. Perbesar

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tersenyum saat merespons pertanyaan awak media terkait pelemahan nilai tukar rupiah di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Senin (18/5/2026). Menkeu memastikan kondisi ekonomi dan postur APBN tetap aman meski rupiah menembus level Rp 17.600 per dollar AS.

JENTERANEWS.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tetap menunjukkan optimisme tinggi meski nilai tukar rupiah tengah mengalami tekanan berat dan menyentuh level Rp 17.600 per dollar Amerika Serikat (AS). Di tengah gejolak sentimen global tersebut, Purbaya menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih dalam kondisi yang sangat baik.

Sikap tenang dan penuh percaya diri ini ditunjukkan Purbaya saat ditemui awak media di Gedung Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, pada Senin (18/5/2026). Ia bahkan merespons pertanyaan wartawan dengan senyuman.

“Kalau saya senyum, ekonominya bagus, rupiahnya juga bagus. Makanya saya senyum terus,” ujar Purbaya.

Terkait kekhawatiran publik mengenai dampak pelemahan rupiah terhadap postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), khususnya alokasi subsidi energi, Menkeu memastikan bahwa pemerintah telah melakukan kalkulasi dan mitigasi yang matang.

Purbaya menjelaskan, pemerintah tidak lagi berpatokan pada asumsi makro nilai tukar lama dalam menghitung kebutuhan belanja dan subsidi negara. Skenario pelemahan rupiah telah dimasukkan ke dalam perhitungan pengelolaan fiskal.

“Waktu kita hitung, rupiahnya bukan seperti asumsi APBN yang sebelumnya. Jadi kira-kira begitu,” ungkapnya.

Kendati demikian, Purbaya enggan merinci angka pasti dari asumsi baru yang digunakan oleh pemerintah. Hal ini dilakukan guna mencegah timbulnya spekulasi di pasar keuangan mengenai target intervensi nilai tukar. Ia hanya meminta masyarakat dan pelaku pasar untuk tidak panik.

“Tapi sudah kita hitung, jadi tidak usah khawatir,” tegas Purbaya, seraya menambahkan bahwa penjelasan komprehensif mengenai kinerja APBN akan dipaparkan dalam konferensi pers APBN pada Selasa (19/5/2026).

Klarifikasi Pernyataan Presiden Terkait Dollar di Desa

Dalam kesempatan yang sama, Menkeu Purbaya juga memberikan klarifikasi terkait pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang sempat menyinggung bahwa masyarakat desa tidak menggunakan dollar AS.

Purbaya meminta publik untuk memahami pernyataan tersebut secara utuh sesuai dengan konteks tempat dan acaranya, yakni saat Peresmian Operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Menurut Purbaya, pernyataan Kepala Negara merujuk pada ekosistem transaksi sehari-hari di tingkat desa dan operasional koperasi yang memang sepenuhnya menggunakan mata uang rupiah, bukan dalam konteks makroekonomi internasional atau pasar valuta asing.

“Itu kan konteksnya di pedesaan, mungkin pas kalau di sana. Bukan konteks internasional, kan? Beliau menyampaikannya di acara koperasi desa,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia meminta masyarakat untuk tidak menafsirkan pernyataan tersebut secara keliru seolah-olah Presiden mengabaikan dinamika nilai tukar rupiah.

“Jadi, jangan anggap Pak Presiden tidak mengerti. Pak Presiden sangat mengerti betul tentang persoalan rupiah. Hanya saja, konteks pernyataannya kemarin disesuaikan dengan audiens di sana,” pungkas Purbaya.(*)


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 22 kali

Baca Lainnya

Sukses Gelar Maulid Nabi SAW, Jamaah Musolla Al-Ikhlas Kebonkai Sukabumi Pererat Tali Silaturahmi

11 Oktober 2026 - 16:08 WIB

Ustadz Najmudin Jaelani (Ustadz Serepet) menyampaikan tausiyah dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di halaman samping Musolla Al-Ikhlas Kp. Kebonkai, Desa Girijaya, Nagrak, Sukabumi, Minggu (10/10/2026). Di depan, tampak ratusan jamaah, termasuk anak-anak dan wanita berhijab, menyimak ceramah dengan khidmat.

AKHIR TRAGIS DI PALANG PINTU DAPUR: Depresi Ekonomi Diduga Picu Kematian Ibu Muda di Tegalbuleud

11 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Petugas gabungan yang terdiri dari anggota TNI (Babinsa), Polri (Bhabinkamtibmas), anggota Satpol PP, serta aparat Desa Nangela Kec. Tegalbuleud tengah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di dalam rumah korban, Winda Nela Kuswiyanti (29), Sabtu (10/10/2026).

HUT ke-81 TNI: Posramil Purabaya Gelar Khitanan Massal

10 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Suasana acara khitanan massal dalam rangka HUT ke-81 TNI di Posramil Purabaya, Sukabumi. Warga setempat antusias mengikuti kegiatan bakti sosial tersebut

Perselisihan Senjata Tajam di Cireunghas Sukabumi Mengakibatkan Tiga Orang Luka-Luka

10 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Warga dan anggota kepolisian berkumpul di ruang tamu sebuah rumah milik H di Kampung Gandasoli, Cireunghas, pasca-perkelahian yang melibatkan senjata tajam pada Sabtu (10/10/2026). Seorang petugas polisi terlihat sedang menangani korban yang tergeletak, sementara noda darah tampak terlihat di lantai di dekat korban. Peristiwa ini menyebabkan tiga orang luka-luka, dua di antaranya berat.

Jembatan Garuda Cibodas Gunungbentang Resmi Beroperasi, Hubungkan Dua Kecamatan di Sukabumi

10 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sagaranten berfoto bersama Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi Letkol Inf. Agung Ariwibowo (tengah) di depan Jembatan Garuda Cibodas setelah acara peresmian di Desa Gunung Bentang, Sabtu (10/10/2026). Jembatan ini menjadi akses penghubung penting bagi warga setempat.

Tanpa Basa-Basi! Polsek Purabaya Gerebek Posramil, Danposramil Peltu Kosasih Dibuat Tak Berkutik

9 Oktober 2026 - 16:49 WIB

Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca