Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 21 Mei 2026 10:43 WIB

Kemeriahan Puncak Festival Karnaval Hari Nelayan ke-66 Palabuhanratu: Simbol Pelestarian Budaya dan Konservasi Alam


					Ribuan masyarakat tampak memadati sisi jalan di kawasan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, untuk menyaksikan langsung iring-iringan peserta Festival Karnaval Hari Nelayan ke-66, Kamis (21/5/2026). Perbesar

Ribuan masyarakat tampak memadati sisi jalan di kawasan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, untuk menyaksikan langsung iring-iringan peserta Festival Karnaval Hari Nelayan ke-66, Kamis (21/5/2026).

JENTERANEWS.com  — Kawasan Alun-alun Palabuhanratu di sepanjang Jalan Siliwangi, Kabupaten Sukabumi, berubah menjadi lautan massa pada Kamis (21/5/2026). Ribuan warga tampak antusias tumpah ruah ke jalanan untuk menghadiri perayaan puncak Festival Karnaval Hari Nelayan ke-66, sebuah tradisi tahunan yang telah menjadi ikon budaya pesisir di selatan Jawa Barat.

Sejak pagi hari, euforia pesta rakyat telah terasa begitu kental. Masyarakat dari berbagai penjuru wilayah berbondong-bondong memadati rute karnaval yang membentang dari titik awal di Alun-alun Palabuhanratu, melintasi area Dermaga Palabuhanratu, hingga berakhir di kawasan Alun-alun Gadobangkong. Sepanjang jalur tersebut, warga rela berdesakan demi menyaksikan ragam atraksi serta iring-iringan peserta festival yang mengenakan atribut budaya lokal.

Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang datang lebih awal demi mendapatkan titik strategis untuk menonton. Nina (26), salah seorang warga asli Palabuhanratu, menuturkan bahwa acara ini merupakan momen yang paling dinantikan oleh masyarakat setiap tahunnya.

“Saya rutin menyaksikan perayaan Hari Nelayan. Karena ini acara setahun sekali, kehadirannya selalu ditunggu-tunggu. Sangat ramai dan seru, apalagi diwarnai banyak hiburan serta iring-iringan karnaval,” ungkap Nina di lokasi acara. Ia menambahkan, festival ini bukan sekadar sarana hiburan, melainkan wujud nyata pelestarian identitas budaya asli Palabuhanratu.

Merespons kemeriahan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menjelaskan bahwa karnaval budaya ini merupakan bagian tak terpisahkan dari rangkaian puncak perayaan Hari Nelayan Palabuhanratu yang sarat akan nilai filosofis.

“Ini adalah bagian dari prosesi puncak Hari Nelayan yang mencakup tradisi larung saji, upacara adat, hingga klimaks kegiatan. Hari ini, seluruh elemen mulai dari jajaran pemerintah, pemangku adat, budayawan, hingga tokoh masyarakat berjalan beriringan menampilkan kekhasan budaya kita. Bagaimanapun, budaya merupakan fondasi dari karakter bangsa,” jelas Ali Iskandar.

Lebih lanjut, Ali menekankan bahwa perhelatan ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi publik dan syiar budaya. Tujuannya adalah untuk memupuk kecintaan masyarakat terhadap tradisi lokal sekaligus memberikan penghormatan terhadap profesi nelayan sebagai tulang punggung ekonomi pesisir.

Di samping pelestarian budaya, perayaan ini juga membawa pesan kuat mengenai pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan.

“Kita harus menjunjung tinggi nilai budaya, mencintai profesi nelayan, serta menjadikan momentum ini untuk introspeksi diri. Konservasi terhadap alam, khususnya kebersihan pantai dan sungai, adalah tanggung jawab yang harus terus kita jaga bersama-sama,” tegas Ali.

Di akhir penyampaiannya, Kadispar mengapresiasi partisipasi masif dari masyarakat. Menurutnya, antusiasme dan keterlibatan langsung warga merupakan parameter utama dari suksesnya penyelenggaraan Festival Hari Nelayan Palabuhanratu ke-66 tahun ini. Diharapkan, tradisi ini dapat terus memberikan dampak positif bagi pelestarian budaya dan peningkatan sektor pariwisata di Kabupaten Sukabumi.(*)

Laporan: Rudi

Editor: Hamjah


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 22 kali

Baca Lainnya

Diduga Ulah Oknum, 700 Meter Persegi Lahan Perhutani di Cidadap Sukabumi Hangus Terbakar

5 September 2026 - 19:57 WIB

Pantauan kobaran api yang melahap area Perkebunan Kayu Putih di Blok 87 Perhutani, Desa Padasenang, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (5/9/2026) malam. Api yang meluas hingga 700 meter persegi akibat faktor angin dan lahan kering tersebut berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan pada pukul 19.30 WIB. (Foto: Dok. P2BK/BPBD Kabupaten Sukabumi)

Pemdes Mekarjaya Sukabumi Salurkan BLT Dana Desa Periode Juli-Agustus kepada 50 KPM

3 September 2026 - 10:20 WIB

Warga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menghadiri kegiatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) di Aula Desa Mekarjaya, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, Kamis (3/9).

Polres Sukabumi Salurkan Bantuan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kemarau Panjang di Simpenan

2 September 2026 - 19:31 WIB

Personel Sat Samapta Polres Sukabumi mengisikan air bersih dari kendaraan operasional ke wadah penampungan milik warga di Kampung Tegal Nyampai, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Selasa (1/9/2026). Aksi bakti sosial ini digelar untuk membantu kebutuhan air sehari-hari warga yang terdampak kemarau panjang. Foto: Dok. Humas Polres Sukabumi.

Tragedi Berdarah di Cijengkol: Istri Temukan Suami Bersimbah Darah, Kondisi Kritis Pakai Ventilator

2 September 2026 - 12:12 WIB

Kondisi Mencekam di ICU. Pasien A tergeletak tak sadarkan diri di tempat tidur ICU RSUD Sekarwangi. Terlihat berbagai peralatan medis menopang hidupnya, termasuk perban besar di bagian leher. Setelah operasi darurat untuk menangani luka yang sangat gawat, kondisi pasien masih belum sadar dan terus dipantau secara intensif oleh tim dokter.

Kemarau Panjang Terjang Desa Banjarsari Sukabumi, 312 KK Alami Krisis Air Bersih

2 September 2026 - 09:29 WIB

Petugas mendistribusikan air bersih dari truk tangki kepada warga yang mengalami kekeringan di [Lokasi], mengantre dengan jerigen di area lapangan kering di latar belakang rumah-rumah penduduk.

Preman Berkedok Wartawan: Peras Guru di Sukaraja Sukabumi, Positif Sabu, Kini Meringkuk di Penjara

2 September 2026 - 09:01 WIB

Tersangka AG (46), oknum wartawan pemeras pihak SDN 2 Sukaraja, diapit anggota kepolisian usai resmi ditangkap dan ditahan di Mapolsek Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca