JENTERANEWS.com – Semangat gotong royong kembali membara di Desa Curugkembar, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi. Kepala Desa setempat, Andri Aparatu, dengan sigap mengajak warganya untuk bersama-sama memperbaiki jembatan sementara yang ambruk pada Sabtu (19/4/2025). Jembatan krusial ini merupakan urat nadi penghubung antara Kampung Cikupa dan Kampung Puncakloceng, menjadi akses utama bagi warga, terutama dalam menjalankan aktivitas pertanian.
Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme warga yang tinggi dalam merespons ajakan kepala desa. Mereka bahu-membahu membawa material seadanya dan bergotong royong memperbaiki struktur jembatan yang rusak. Andri Aparatu terlihat aktif di tengah-tengah warganya, memberikan arahan dan turut serta dalam pekerjaan perbaikan.
“Alhamdulillah, warga di sini memang selalu semangat jika diajak untuk bergotong royong. Ini adalah wujud kepedulian dan kebersamaan yang patut kita syukuri,” ujar Andri Aparatu di sela-sela kegiatan.

Jembatan sementara yang ambruk ini merupakan akses vital bagi warga Curugkembar, terutama untuk kegiatan pertanian. Perbaikan segera dilakukan secara gotong royong.
Jembatan yang ambruk ini memang memiliki peran vital bagi kehidupan warga Curugkembar, terutama dalam memudahkan akses transportasi hasil bumi dari Kampung Cikupa menuju Kampung Puncakloceng, dan sebaliknya. Terputusnya akses ini tentu akan berdampak signifikan pada aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat setempat.
Menanggapi pertanyaan mengenai alokasi anggaran dana desa untuk pembangunan jembatan permanen, Andri Aparatu menjelaskan bahwa perencanaan anggaran di Desa Curugkembar selalu disesuaikan dengan hasil Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrembang). Ia menekankan bahwa selain pemulihan akibat bencana ambruknya jembatan, desa Curugkembar juga memiliki prioritas pembangunan lain yang bersifat mendesak.
“Kami memiliki banyak agenda pembangunan lain yang juga menjadi prioritas, sesuai dengan hasil musyawarah bersama warga. Tentu, pembangunan jembatan permanen ini juga menjadi perhatian kami, dan akan kami usulkan sesuai dengan mekanisme yang berlaku,” jelas Andri Aparatu.
Kepemimpinan Andri Aparatu dalam merespons cepat kondisi darurat ini patut diapresiasi. Di tengah keterbatasan sumber daya, ia mampu memobilisasi warganya untuk mengatasi masalah secara mandiri. Semangat gotong royong yang dipimpinnya menjadi bukti nyata kepedulian seorang kepala desa terhadap kesulitan yang dihadapi masyarakatnya. Tindakan proaktif Andri Aparatu ini memberikan harapan baru bagi warga Curugkembar agar akses penghubung antar kampung dapat segera pulih dan aktivitas sehari-hari kembali berjalan lancar.(*)
Laporan: Amzh















