Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 26 Feb 2026 10:41 WIB

Komisi IV DPRD Sukabumi Kawal Pengembalian Kepesertaan BPJS Ratusan Karyawan PT Java demi Percepatan UHC Daerah


					Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Saepuloh, memaparkan hasil rapat kerja terkait upaya pengembalian data kepesertaan BPJS Kesehatan ratusan karyawan PT Java agar kembali terdaftar di Kabupaten Sukabumi, Kamis (26/2/2026). Perbesar

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Saepuloh, memaparkan hasil rapat kerja terkait upaya pengembalian data kepesertaan BPJS Kesehatan ratusan karyawan PT Java agar kembali terdaftar di Kabupaten Sukabumi, Kamis (26/2/2026).

JENTERANEWS.com — Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi kembali menunjukkan komitmennya dalam mengoptimalkan sistem jaminan kesehatan di wilayahnya. Melalui rapat kerja lintas sektoral, legislatif sukses mendorong pengembalian kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan milik ratusan karyawan PT Java agar kembali terdaftar di Kabupaten Sukabumi.

Rapat kerja strategis tersebut digelar di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Jalan Palabuhan II, Kota Sukabumi, pada Kamis (26/2/2026). Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV, Ferry Supriyadi dari Fraksi Golkar, serta didampingi jajaran anggota, termasuk Saepuloh dari Fraksi Partai Demokrat. Turut hadir dalam forum tersebut perwakilan dari Disnakertrans, BPJS Kesehatan, dan manajemen PT Java.

Fokus utama pengawasan legislatif dalam rapat ini adalah menyikapi pemindahan lokasi kepesertaan BPJS Kesehatan milik 725 karyawan PT Java yang sebelumnya tercatat di Kabupaten Sukabumi, namun secara sepihak dipindahkan ke wilayah Purwakarta.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Saepuloh, menegaskan bahwa intervensi legislatif ini sangat krusial untuk memastikan perputaran iuran dan pemanfaatan layanan kesehatan tetap berkontribusi pada ekosistem kesehatan di daerah asal pekerja.

“Langkah ini penting agar iuran dan pemanfaatan layanan kesehatan kembali berkontribusi terhadap sistem jaminan kesehatan di Kabupaten Sukabumi. Kami mendorong dengan tegas agar seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah ini mendaftarkan dan mengaktifkan kepesertaan BPJS karyawannya secara lokal,” jelas Saepuloh kepada awak media usai rapat.

Lebih lanjut, Saepuloh memaparkan bahwa langkah tegas DPRD ini berkaitan erat dengan target pencapaian Universal Health Coverage (UHC) Kabupaten Sukabumi yang dipatok minimal 80 persen. Saat ini, capaian UHC di wilayah tersebut baru menyentuh angka 63 persen, sehingga dukungan dari sektor industri sangat dibutuhkan.

Selain mengevaluasi kepesertaan karyawan perusahaan, Komisi IV juga menyoroti kebijakan aktivasi BPJS mandiri maupun Kartu Indonesia Sehat (KIS) baru. DPRD mengkritisi masa tunggu aktivasi yang memakan waktu hingga satu bulan, yang dinilai sangat memberatkan masyarakat kurang mampu saat membutuhkan penanganan medis darurat.

“Komisi IV akan terus melakukan pengawasan melekat dan koordinasi intensif. Kami ingin memastikan kepesertaan karyawan terkelola sesuai regulasi, sekaligus mendesak perbaikan akses layanan kesehatan agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Desakan dan argumentasi rasional dari Komisi IV membuahkan hasil positif. Dalam forum tersebut, manajemen PT Java secara resmi menyatakan kesiapannya untuk memproses pengembalian kepesertaan BPJS seluruh karyawannya ke Kabupaten Sukabumi.

Perwakilan BPJS Kesehatan, Fariz, yang hadir dalam rapat mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah memproses tahapan migrasi data kepesertaan karyawan PT Java tersebut dan menargetkan prosesnya berjalan lancar sesuai regulasi yang berlaku.

Sikap kooperatif juga ditunjukkan oleh pihak perusahaan. Perwakilan Human Resources Department (HRD) PT Java, Ganang, mengapresiasi inisiatif dan fungsi pengawasan yang dijalankan oleh Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi.

“Komunikasi dengan DPRD merupakan bagian penting dari fungsi pengawasan. Kami tidak alergi terhadap pengawasan ini. Justru, kami menyambut baik adanya ruang dialog agar seluruh kebijakan operasional perusahaan selaras dengan aturan pemerintah daerah,” pungkas Ganang.(*)


Artikel ini telah dibaca 22 kali

Baca Lainnya

Gagal Menyalip di Tikungan Kiaradua, Seorang Mahasiswa Tewas Menabrak Pikap L300

11 Juli 2026 - 13:21 WIB

Suasana penanganan pascakecelakaan lalu lintas maut di Jalan Raya Pal 3 - Kiaradua, tepatnya di perkebunan PT. Surangga, Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jumat (10/7/2026).

Kurang Konsentrasi, Pengendara Motor Tewas Usai Tabrak Truk di Jalur Lingkar Selatan Sukabumi

11 Juli 2026 - 11:02 WIB

Petugas polisi dibantu seorang warga melakukan olah TKP di lokasi kecelakaan maut di Jalan Raya Jalur Lingkar Selatan, Kota Sukabumi, Jumat (10/7/2026), di mana seorang pengendara motor tewas usai menabrak bagian belakang truk yang sedang parkir di bahu jalan.

Persiapkan Jambore Nasional, Wakil Bupati Sukabumi Tekankan Pentingnya Kedisiplinan dan Ketangkasan Pramuka

11 Juli 2026 - 10:39 WIB

Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas memberikan arahan dan motivasi kepada puluhan anggota Pramuka Kwarcab Kabupaten Sukabumi dalam kegiatan Training Center II persiapan Jambore Nasional di Pondok Modern Assalam Putri, Warungkiara, Jumat (10/7/2026).

Upayakan Pemulangan PMI Sakit di Arab Saudi, Disnaker Kota Sukabumi Telusuri Indikasi Keberangkatan Non-Prosedural

11 Juli 2026 - 09:42 WIB

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat, saat memberikan keterangan usai menyambangi kediaman keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) Evi Mentari di Sukabumi. Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengumpulkan data dan berkoordinasi terkait upaya pemulangan Evi yang kini tengah sakit dan menjalani perawatan medis di Arab Saudi.

Pilu Pekerja Migran Asal Sukabumi Koma di Arab Saudi, Suami Mohon Bantuan Pemerintah

11 Juli 2026 - 09:07 WIB

Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Sukabumi, Evi Mentari (37), saat terbaring koma di salah satu rumah sakit di Jeddah, Arab Saudi. Evi didiagnosis mengidap tumor otak dan kini pihak keluarga tengah mengupayakan proses pemulangannya ke Tanah Air. (Foto: Istimewa)

Imbas Kasus Hukum, Ratusan Eks Karyawan Tambang di Sukabumi Tuntut Gaji yang Belum Dibayar

11 Juli 2026 - 08:38 WIB

Trending di Sukabumi