Menu ✖

Mode Gelap

Kabar Daerah · 30 Okt 2025 14:16 WIB

Kontroversi Kasus Kematian Siswi MTsN 3 Sukabumi: Bantahan Sekolah Dibantah Pengakuan Ibu Korban ke DPRD


					Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Ferry Supriyadi, saat mengunjungi rumah duka dan mendengarkan pengakuan ibu korban terkait dugaan perundungan yang dialami AK. Perbesar

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Ferry Supriyadi, saat mengunjungi rumah duka dan mendengarkan pengakuan ibu korban terkait dugaan perundungan yang dialami AK.

JENTERANEWS.com – Kasus meninggalnya siswi MTs Negeri 3 Sukabumi berinisial AK (14), yang ditemukan tewas tergantung di rumahnya, Selasa (28/10/2025), memicu kontroversi serius. Pernyataan Kepala Sekolah yang menampik adanya perundungan (bullying) terhadap korban dibantah oleh temuan Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, yang mengungkap bahwa ibu korban telah mengadukan tekanan yang dialami anaknya kepada wali kelas.

Korban, yang merupakan siswi berprestasi dari Kecamatan Cikembar, diduga mengakhiri hidupnya karena tekanan yang ia alami.

Sekolah Ngotot: Tidak Ada Bullying

Kepala MTsN 3 Sukabumi, Wawan Setiawan, pada Rabu (29/10/2025), dengan tegas membantah adanya indikasi perundungan di lingkungan sekolah.

“Di sekolah tidak ada indikasi anak ini kena bullying. Bullying itu di kami haram hukumnya, karena kami sekolah ramah anak,” ujar Wawan.

Wawan menekankan bahwa almarhumah adalah siswi yang aktif dan berprestasi, tercatat sebagai anggota Pramuka Garuda dan koordinator program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia bahkan menjadi petugas pengibar bendera sehari sebelum kejadian.

“Secara psikologis kalau anak dalam tekanan tidak mungkin bisa menjadi petugas pengibar bendera,” tambahnya.

Pihak sekolah mengklaim, komunikasi terakhir mereka dengan AK hanya terkait izin pulang lebih awal karena sakit perut, tanpa ada aduan mengenai perundungan. Mengenai dugaan surat wasiat, sekolah memilih untuk bersikap kooperatif dan menyerahkannya kepada pihak berwajib.

Fakta Kontradiktif dari DPRD: Ibu Korban Sudah Mengadu

Kontradiksi muncul setelah Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Ferry Supriyadi, mengunjungi rumah duka. Ferry menyatakan bahwa ia mendengar langsung dari ibu korban tentang adanya pengaduan ke pihak sekolah sebelum tragedi.

“Barusan saya mendengarkan langsung dari ibu korban. Ibu korban katanya sempat menyampaikan kepada wali kelasnya yang bernama Ibu Dewi, terkait hal yang dikeluhkan oleh almarhumah setiap pulang sekolah,” ungkap Ferry.

Menurut penuturan ibu korban, AK sering mengeluh tertekan dan berulang kali meminta untuk pindah sekolah, namun terkendala faktor ekonomi. Keluhan ini kemudian disampaikan kepada wali kelas.

Ferry menuturkan, sang wali kelas bahkan sempat merespons keluhan tersebut dengan janji tindak lanjut. “Kata pengakuan si wali kelas itu ‘iya akan ditindaklanjuti, akan diobrolkan mungkin kepada terduga pelakunya’. Itu sebelum kejadian,” tegas Ferry, mengutip penuturan ibu korban.

Menyikapi perbedaan fakta ini, DPRD Kabupaten Sukabumi berjanji akan mengawal proses hukum yang berlaku. Ferry mendesak agar kasus ini diusut tuntas dan menuntut adanya punishment (hukuman) yang tegas bagi para pelaku jika indikasi bullying terbukti.


Editor : Mia


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 79 kali

Baca Lainnya

Cuaca Buruk di Sukabumi, Puluhan Warga Terdampak Bencana

30 September 2026 - 21:41 WIB

Hujan Es dan Puting Beliung Terjang Cicurug Sukabumi, Fasilitas SMPN 2 Rusak Parah

30 September 2026 - 19:37 WIB

Kondisi halaman SMPN 2 Cicurug yang berantakan dengan puing-puing berserakan setelah diterjang hujan deras dan angin puting beliung pada Rabu (30/9/2026). Tampak ring basket di sebelah kiri dan tanah yang basah becek.

DPRD Kabupaten Sukabumi Paripurnakan Raperda APBD 2027, Belanja Daerah Diproyeksikan Rp4,24 Triliun

30 September 2026 - 18:15 WIB

Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas (kiri), Ketua DPRD Budi Azhar Mutawali (tengah), dan Wakil Ketua I DPRD Yudha Sukmagara (kanan) menghadiri Rapat Paripurna Raperda APBD 2027 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi, Palabuhanratu, Rabu (30/9/2026).

Resmi Bertugas, Kapolsek Sagaranten Ajak Stakeholder dan Masyarakat Bersinergi Jaga Kamtibmas

30 September 2026 - 12:19 WIB

Kapolsek Sagaranten, Sugiarto, S.I.P., M.M., saat memberikan imbauan kamtibmas dan mengajak sinergi seluruh elemen masyarakat di wilayah hukum Polsek Sagaranten.

Kebakaran Kebun Jati Seluas 1 Hektare Ancam Pemukiman Warga di Simpenan Sukabumi, Api Berhasil Dipadamkan Manual

29 September 2026 - 23:33 WIB

Kobaran api melalap kebun jati di Kampung Bojongkopo, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Sukabumi, Selasa (29/9/2026) malam.

Dugaan Pelecehan Profesi Wartawan, JWI Sukabumi Raya Minta Disdik dan BKPSDM Tindak Tegas Oknum Guru

29 September 2026 - 22:22 WIB

Foto ilustrasi AI
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca