JENTERANEWS.com – Libur Lebaran 1446 H/2025 M membawa berkah bagi kawasan Ciletuh Palabuhanratu Unesco Global Geopark (CPUGGp). Ribuan wisatawan membanjiri destinasi wisata ini, terutama pantai-pantai di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Namun, lonjakan pengunjung ini juga membawa konsekuensi: peningkatan volume sampah yang signifikan.
Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) di beberapa titik lokasi wisata pantai kewalahan menampung sampah yang didominasi sisa makanan dan limbah plastik. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi bergerak cepat untuk mengatasi masalah ini.
“Salah satu fokus utama kami adalah pengangkutan sampah di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pantai Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, yang selalu dipadati wisatawan setiap musim libur,” ujar Sub Koordinator Kemitraan Lingkungan DLH Kabupaten Sukabumi, Dede Jaenudin, Senin (7/4/2025).
Personel DLH bekerja tanpa lelah, meskipun menghadapi tantangan berat. Arus lalu lintas yang padat dan area parkir yang penuh menyulitkan akses kendaraan pengangkut sampah. Namun, mereka tetap berupaya maksimal untuk menjaga kebersihan kawasan wisata.
“Kesulitan terbesar personel saat kendaraan pengangkut tidak bisa masuk karena kemacetan dan area parkir yang penuh, terutama di sekitar TPS sementara,” imbuh Dede Jaenudin.
Untuk mengatasi kendala ini, DLH berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk koordinator parkir dan paguyuban pedagang setempat. Mereka bekerja sama membuka akses jalan agar proses pengangkutan sampah berjalan lancar.
“Kami sudah berkoordinasi dengan para petugas parkir dan pedagang di RTH Citepus agar menyediakan jalur khusus bagi truk pengangkut sampah,” tegas Dede.
Selama periode H+1 hingga H+5 Lebaran, DLH telah mengangkut sedikitnya 33,6 ton sampah dari beberapa lokasi wisata, seperti RTH Citepus, Karang Hawu, hingga kawasan Geyser Cisolok. Pengangkutan dilakukan dalam 14 rit.
“Sampah-sampah didominasi oleh sisa makanan dan limbah plastik yang dibuang pengunjung,” tambah Dede.
DLH Kabupaten Sukabumi berkomitmen untuk menjaga keindahan dan kenyamanan kawasan wisata unggulan ini. Langkah cepat dan koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam penanganan masalah sampah ini.(*)
Laporan: Rudi















