Menu ✖

Mode Gelap

Kabar Daerah · 15 Sep 2025 13:07 WIB

Mahasiswa Sukabumi Desak Wali Kota Cabut Tunjangan DPRD, Soroti Angka Kemiskinan


					Mahasiswa membentangkan poster berisi tuntutan saat berunjuk rasa di Balai Kota Sukabumi, Jumat (12/10/2025). Mereka menuntut Wali Kota Ayep Zaki untuk mencabut tunjangan DPRD yang dinilai membebani anggaran daerah di tengah tingginya angka kemiskinan. Perbesar

Mahasiswa membentangkan poster berisi tuntutan saat berunjuk rasa di Balai Kota Sukabumi, Jumat (12/10/2025). Mereka menuntut Wali Kota Ayep Zaki untuk mencabut tunjangan DPRD yang dinilai membebani anggaran daerah di tengah tingginya angka kemiskinan.

JENTERANEWS.com – Puluhan mahasiswa kembali menggelar aksi unjuk rasa di Balai Kota Sukabumi, Jumat (12/10/2025). Aksi ini menyoroti tingginya angka kemiskinan di Kota Sukabumi yang berbanding terbalik dengan kenaikan tunjangan perumahan dan transportasi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Mahasiswa mendesak Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, untuk menepati janjinya mengevaluasi peraturan terkait.

Aksi yang berlangsung di Jalan R. Syamsudin, Kecamatan Cikole, ini memfokuskan tuntutan pada Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 2 dan 3 Tahun 2025 yang mengatur tunjangan perumahan dan transportasi pimpinan serta anggota DPRD. Berdasarkan Perwal tersebut, tunjangan perumahan Ketua DPRD naik menjadi Rp34.467.728, Wakil Ketua Rp31.939.258, dan anggota Rp28.989.377. Sementara itu, tunjangan transportasi Ketua DPRD ditetapkan sebesar Rp26.500.000, Wakil Ketua Rp24,5 juta, dan anggota Rp20.005.300.

Koordinator aksi, Aris, mengungkapkan bahwa kenaikan tunjangan ini sangat membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi. “Tunjangan perumahan naik 37,4 persen dari tahun 2024 menjadi Rp12,31 miliar, sementara tunjangan transportasi naik 53,2 persen menjadi Rp8,58 miliar,” tegas Aris. “Total APBD membengkak Rp6,33 miliar per tahun,” tambahnya.

Kesenjangan Sosial Jadi Sorotan Utama

Aris menegaskan bahwa kenaikan tunjangan ini sangat bertolak belakang dengan kondisi riil masyarakat. Berdasarkan data, sekitar 24 ribu jiwa atau 7,2 persen warga Kota Sukabumi masih hidup dalam kemiskinan. Garis kemiskinan juga meningkat menjadi Rp678.258 per kapita per bulan, dan rasio gini 0,425 menunjukkan tingginya kesenjangan sosial.

“Dalam kondisi rakyat yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, kenaikan tunjangan DPRD adalah bentuk politik elitis dan pengkhianatan terhadap asas kepatutan dan keadilan anggaran,” ungkap Aris. Ia menyarankan agar anggaran sebesar Rp6,33 miliar tersebut dialihkan untuk program proritas rakyat, seperti peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, dan infrastruktur dasar.

Menanggapi tuntutan mahasiswa, Wali Kota Ayep Zaki menyatakan bahwa evaluasi terhadap Perwal tersebut sedang berjalan. Namun, ia menekankan bahwa pencabutan Perwal tidak dapat dilakukan sendiri dan memerlukan persetujuan dari DPRD. “Kalau mencabut masalah Perwal ini saya tidak mungkin sendiri, harus dengan DPRD. Kalau dengan DPRD kita siap, bukan saya takut,” ujar Ayep Zaki di hadapan massa aksi. (*)

Editor : Mia 


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 30 kali

Baca Lainnya

Kecelakaan Diduga Rem Blong di Turunan Cisarakan Sukabumi: Truk Box Tabrak Tebing, Dua Korban Luka-luka

26 Oktober 2026 - 22:17 WIB

Kondisi truk box bernomor polisi F 8303 NM tampak ringsek parah pada bagian depan setelah membanting setir dan menghantam tebing di Jalan Raya Cisarakan, Desa Buniwangi, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (26/10/2026). Insiden yang diduga dipicu rem blong ini menyebabkan kendaraan terguling dan sempat menutup total akses jalan.

Tingkatkan Kesadaran Berlalu Lintas, Polres Sukabumi Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Lodaya 2026

26 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Jajaran personel Polres Sukabumi mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Lodaya Tahun 2026 di Lapangan Mako Polres Sukabumi, Senin (26/10/2026).

Puskesmas Cidadap Gelar Tes HPV DNA Gratis, Perempuan Usia 30–69 Tahun Diimbau Ikut Deteksi Dini Kanker Serviks

22 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Jajaran tenaga kesehatan UPTD Puskesmas Cidadap berfoto bersama para relawan dan staf SPPG usai pelaksanaan sosialisasi Pelayanan Serentak HPV DNA dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 Tahun 2026 Tingkat Kabupaten Sukabumi.

Siswa SMP di Sukabumi Jadi Korban Pengeroyokan Kakak Kelas, Diduga Dipicu Aksi Pemerasan hingga Alami Cedera Patah Tulang

21 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Keterangan Foto: AI (12), korban kekerasan dan dugaan pemerasan oleh kakak kelasnya di Sukabumi, terbaring lemah di RSUD Sekarwangi untuk mendapatkan perawatan intensif.

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0622/Sukabumi Gelar Penyuluhan Kesehatan Ibu dan Anak di Desa Mekarjaya

21 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Suasana kegiatan penyuluhan pencegahan stunting dan deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan HPV yang diselenggarakan Satgas TMMD ke-130 Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi bersama Puskesmas Ciemas dan Pemerintah Desa Mekarjaya, Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Selasa (20/10/2026).

PUSKESMAS CIDOLOG GELAR HKN KE-62, CAMAT APRESIASI KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DAN TEGASKAN PENTINGNYA SINERGI LINTAS SEKTOR

20 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Suasana Gebyar HKN Ke-62 yang digelar Puskesmas Cidolog, Kabupaten Sukabumi, Selasa (20/10/2026). Acara yang dihadiri Camat Yusup Suherlan ini diisi dengan berbagai kegiatan seperti gerak sehat, pelayanan kesehatan gratis, dan penyerahan penghargaan kepada warga yang peduli kesehatan, guna memperkuat sinergi lintas sektor menuju "Sukabumi Mubarakah".
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca