JENTERANEWS.com – Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Islah yang berada di Kampung Cibitung (Bunga Melur) , Desa Cimenteng, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, Kamis (7/7/2022) sekira pukul 00.30 dini hari, terbakar. Bencana ini terjadi diduga akibat korsleting listrik di salah satu kamar santri.
Pimpinan Ponpes Nurul Islah, Ustadz Asep Muhtar menceritakan, peristiwa itu terjadi ketika dirinya bersama para santri sudah terlelap tidur. Dia baru mengetahui terjadi kebakaran ketika mendengar suara membeletok seperti ranting patah di barengi teriakan para santri.
Mendengar itu, kata Ustadz Asep, dirinya berlari keluar dan melihat api sudah membesar. Terlihat, para santri loncat dari lantai dua.
Akan tetapi upaya itu tidak membuahkan hasil maksimal, karena api cepat membesar dan menjalar ke seluruh bangunan. “Ada 16 orang santri yang menghuni kobong (kamar santri) tersebut. 15 orang tidak apa-apa, karena cepat keluar kobong namun ada satu orang kakinya terkilir ketika meloncat dari lantai dua bangunan pondok pesantren yang terbakar tersebut,” kata Ustadz Asep
Selain 6 kamar santri, kebakaran yang menimpa ponpesnya itu juga menghanguskan buku, kitab, pakaian, telepon seluler, dan bekal para santri.
Kerugian akibat musibah tersebut ditaksir mencapai Rp 220 juta lebih. “Satu orang santri mengalami kaki luka ketika akan menyelamatkan diri. Dia berhasil loncat menyelamatkan diri, tetapi kakinya terkilir,” ungkapnya.
Sementara, Kepala Desa Cimenteng , Kecamatan Curugkembar Herry Sobar Winara membenarkan telah terjadi musibah kebakaran di Ponpes Nurul Islah. Hasil pendataan, kata dia, jumlah bangunan yang terbakar sebanyak 6 kamar yang diisi sebanyak 16 orang santri. Kini lanjutnya, para santri tinggal di rumah guru ngajinya.
“Saya sudah cek ke lokasi kebakaran dan melakukan pendataan. Bahkan, saya telah melaporkan musibah tersebut kepada pemerintah kecamatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi,” katanya.
Menurutnya, pada saat kebakaran terjadi para santri sedang tidur terlelap. Herry mengaku, sempat menghubungi petugas pemadam kebakaran dan petugas menurunkan 1 unit mobil damkar.
Petugas damkar melakukan pemadaman pendinginan dari mulai pukul 2.00 dan sampai pukul 3.00, tetapi sebelum petugas damkar sampai ke lokasi api cepat membakar bangunan pesantren yang terbuat dari material yang mudah terbakar.
“Dugaan sementara api berasal dari hubungan arus pendek listrik di salah satu kamar santri,” katanya..(*)















