Menu

Mode Gelap

Kabar Daerah · 10 Mar 2025 20:33 WIB

Misteri Mayat Pria di Pantai Kebon Kalapa, Sukabumi: Tanpa Luka, Sempat Terlihat Mondar-mandir


					Tim gabungan dari Polsek Cisolok, Satreskrim, dan Inafis Polres Sukabumi melakukan olah TKP penemuan mayat pria di Pantai Kebon Kalapa. Korban diketahui bernama Supri (39), warga Karanganyar. Perbesar

Tim gabungan dari Polsek Cisolok, Satreskrim, dan Inafis Polres Sukabumi melakukan olah TKP penemuan mayat pria di Pantai Kebon Kalapa. Korban diketahui bernama Supri (39), warga Karanganyar.

JENTERANEWS.com – Warga Kampung Cigenteng, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, digemparkan dengan penemuan mayat seorang pria di pinggir Pantai Kebon Kalapa pada Senin (10/3/2025) pagi. Penemuan ini memicu kehebohan warga sekitar yang langsung memadati lokasi kejadian.

Mayat tersebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 06.00 WIB oleh dua warga yang sedang melintas. Kapolsek Cisolok, AKP Bayu Saeful Bahari, mengungkapkan bahwa pihaknya segera merespons laporan warga dan menemukan mayat dalam posisi tertelungkup.

“Kami menerima laporan dari warga dan langsung menuju lokasi. Sesampainya di sana, kami menemukan mayat seorang pria dalam posisi tertelungkup,” ujar AKP Bayu.

Korban diketahui bernama Supri (39), warga Dusun Mloko, Desa Jatiyoso, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Ciri-ciri korban adalah berjenis kelamin laki-laki, berambut lurus, mengenakan jaket dan celana berwarna hitam.

Tim gabungan dari Polsek Cisolok, Satreskrim, dan Inafis Polres Sukabumi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Setelah pemeriksaan selesai, jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Palabuhanratu untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Tim gabungan langsung melakukan pemeriksaan di lokasi. Setelah selesai, korban dievakuasi ke Rumah Sakit Palabuhanratu,” jelas AKP Bayu.

Menurut keterangan saksi mata, korban sempat terlihat mondar-mandir di sekitar lokasi kejadian pada sore hari sebelum ditemukan meninggal. Namun, tidak ada yang mengetahui secara pasti apa yang terjadi setelah itu.

“Warga sempat melihat dia mondar-mandir di sekitar sini, tapi tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi setelah itu,” ungkap AKP Bayu.

Hasil pemeriksaan sementara tidak menemukan adanya bekas luka atau lebam pada tubuh korban. Hal ini menambah misteri di balik kematian pria asal Karanganyar tersebut.

“Saat ini, kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab kematian korban. Tim Satreskrim Polres Sukabumi akan menangani kasus ini secara intensif,” tegas AKP Bayu.

Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban. Kasus ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan warga, mengingat tidak adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan keterangan saksi yang melihat korban mondar-mandir sebelum kejadian.(*)

Laporan : Ridwan

Artikel ini telah dibaca 94 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kelezatan Terong Balado Tanpa Rasa Bersalah: Rahasia Dapur Hemat Minyak

17 April 2026 - 07:14 WIB

Bupati Sukabumi Dampingi Penasihat Khusus Presiden Resmikan Huntap Adaptif Bencana di Cisolok

16 April 2026 - 20:53 WIB

Penasihat Khusus Presiden Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman dan Bupati Sukabumi Asep Japar meresmikan Huntap Cisolok, Kamis (16/4).

Hujan Deras Picu Luapan Sungai, Puluhan Warga Pamuruyan Sukabumi Terdampak Banjir

16 April 2026 - 20:06 WIB

Petugas P2BK Cibadak (mengenakan sepatu bot kuning) melakukan asesmen di lokasi permukiman warga Kampung Panagan, Kelurahan Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Sukabumi, yang terendam banjir akibat luapan sungai, Kamis (16/4/2026). Air berwarna cokelat setinggi betis merendam gang utama pemukiman.

Pemdes Cidolog Cairkan Insentif untuk Aparatur Lingkungan dan Lembaga Kemasyarakatan

16 April 2026 - 19:59 WIB

Tampak suasana di dalam Aula Desa Cidolog saat pelaksanaan pembagian insentif untuk Ketua RT, RW, LPMD, Karang Taruna, MUI, dan pengurus DKM. Penyerahan insentif yang bersumber dari ADD/Dana Desa ini bertujuan untuk memacu semangat kerja para penggerak masyarakat.

Cek Fakta: BMKG Bantah Isu Musim Kemarau 2026 sebagai yang Terparah dalam 30 Tahun Terakhir

15 April 2026 - 19:53 WIB

Perkuat Konvergensi Stunting Tingkat Desa, Wabup Sukabumi Jadikan Data KPM Sebagai Rujukan Kebijakan

15 April 2026 - 19:26 WIB

Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, tengah memberikan arahan saat menerima audiensi Forum Kader Pembangunan Manusia (KPM) Kabupaten Sukabumi di Pendopo, Rabu (14/4/2026).
Trending di Sukabumi