Menu

Mode Gelap

Kriminal · 14 Apr 2025 11:41 WIB

Penipuan Bermodus Pesanan Online, Tiga Sapi Warga Sukabumi Raib Senilai Rp 95 Juta


					Ilustrasi: Kandang sapi milik Muhammad Dera Rusdiana di Kebonpedes, Sukabumi, tampak kosong setelah tiga ekor sapi senilai Rp 95 juta dibawa kabur pelaku penipuan bermodus pesanan daring. Perbesar

Ilustrasi: Kandang sapi milik Muhammad Dera Rusdiana di Kebonpedes, Sukabumi, tampak kosong setelah tiga ekor sapi senilai Rp 95 juta dibawa kabur pelaku penipuan bermodus pesanan daring.

JENTERANEWS.com – Nasib malang menimpa Muhammad Dera Rusdiana (28 tahun), warga Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Tiga ekor sapi miliknya senilai Rp 95 juta raib setelah menjadi korban penipuan yang berawal dari percakapan melalui aplikasi WhatsApp. Kisah pilu ini diungkapkan oleh sang istri, Nurhanifah (29 tahun), pada Senin (14/4/2025).

Hanifah menceritakan, dugaan penipuan ini bermula pada 3 April 2025, ketika suaminya menerima pesan singkat WhatsApp dari seseorang yang mengaku membutuhkan tiga ekor sapi dengan kisaran harga Rp 27 hingga Rp 30 juta per ekor. Pelaku tersebut mengaku melihat informasi penjualan sapi milik Dera di sebuah grup Facebook yang sudah lama tidak aktif.

“Pertama ada WA masuk ke nomor suami saya, katanya butuh sapi, karena memang suami saya pernah posting jual sapi di grup FB, tapi sudah lama. Pelaku ngomongnya lagi butuh sapi tiga ekor yang harga Rp 27-Rp30 juta. Terus dia (pelaku) nelepon, ngomongnya dari Kudus, Jawa Tengah, video call juga ke suami saya ingin lihat sapinya katanya,” ungkap Hanifah.

Setelah melalui negosiasi harga, Dera dan pelaku sepakat dengan total harga Rp 95 juta untuk ketiga sapi tersebut. Keesokan harinya, pada 4 April 2025, terduga pelaku kembali menghubungi korban untuk mengatur pengiriman sapi dan mengirimkan seorang sopir ke kandang korban yang berlokasi di Kampung Cihuis, Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes.

Menurut Hanifah, suaminya sempat menahan pengiriman sapi sebelum pelaku mengirimkan bukti transfer dan data diri sebagai jaminan. Sekitar pukul 23.00 WIB pada hari yang sama, terduga pelaku mengirimkan bukti transfer, mutasi rekening, hingga foto Kartu Tanda Penduduk (KTP) melalui WhatsApp.

“Nah waktu itu sapi belum masuk mobil, pelaku minta sapi naik mobil dulu baru ditransfer, terus maunya transfer lewat BRI katanya, sedangkan kondisi ATM BRI saya lagi bermasalah. Sampai jam setengah sebelas malam sapinya belum dinaikin ke mobil, akhirnya si pelaku ngirim bukti transfer, mutasi rekening, dan foto KTP-nya, sapi dinaikkan ke mobil,” jelasnya.

Karena kondisi kartu ATM BRI yang bermasalah, Hanifah baru bisa melakukan pengecekan ke bank pada 8 April 2025. Betapa terkejutnya ia ketika pihak bank menyatakan bahwa bukti transfer dan foto KTP yang dikirimkan oleh pelaku adalah palsu. “Dicek ke bank ternyata bukti transfer, mutasi rekening, dan KTP si pelaku palsu. Kata bank itu tidak ada dana masuk dan bukti transfernya palsu,” tutur Hanifah dengan nada kecewa.

Mengetahui menjadi korban penipuan, Hanifah dan suaminya segera melaporkan kejadian ini ke Polsek Kebonpedes. “Sejak hari Selasa (8 April 2025) saya sudah laporan ke Polsek Kebonpedes, tapi belum ada respons lagi. Informasinya hari ini minta suami saya datang lagi ke Polres untuk dimintai keterangan. Harapan saya untuk polisi, bisa segera bertindak, soalnya kemarin ada informasi terakhir dari si pelaku itu (12 April 2025), mungkin bisa segera tertangani,” harapnya.

Pihak kepolisian diharapkan dapat segera menindaklanjuti laporan ini dan menangkap pelaku penipuan yang telah merugikan warga Kebonpedes tersebut. Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam bertransaksi secara daring, terutama dengan pihak yang belum dikenal.(*)

Laporan: Awang

Artikel ini telah dibaca 48 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Dugaan Penipuan Berkedok “Jumat Berkah” di Sukabumi, Pedagang dan Warga Terkecoh Jutaan Rupiah

18 April 2026 - 08:41 WIB

Ilustrasi

Petaka Tanah Bodong di Sukabumi: Rp2 Miliar Lenyap, Lahan Disulap Jadi Bangunan SPPG

18 April 2026 - 07:54 WIB

Baru Saja Jual Getah Karet, Uang Rp35 Juta Milik Pengepul di Hegarmulya Digasak Pencuri

27 Februari 2026 - 09:24 WIB

Aparat kepolisian melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi pembobolan warung pengepul hasil tani di Cidadap, Sukabumi. Pelaku diduga memanjat dinding bagian belakang bangunan setinggi kurang lebih tiga meter untuk melancarkan aksinya.

Hendak Siapkan Makan Sahur, Warga Cidadap Sukabumi Syok Warungnya Dibobol Maling, Kerugian Capai Puluhan Juta Rupiah

26 Februari 2026 - 23:10 WIB

Aparat kepolisian bersama warga setempat saat melakukan pemeriksaan dan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di area bangunan warung milik H. Suhana di Kampung Cijengkol, Desa Hegarmulya, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, Kamis (26/2/2026).

Nasib Pilu Pengelola SPPG Sukabumi: Mobil Dipepet, Uang Gaji Relawan Rp191 Juta Melayang

31 Januari 2026 - 12:37 WIB

Anggota Polsek Sukaraja saat memeriksa kondisi ban mobil Honda Mobilio bernopol B 2211 UFG yang menjadi sasaran aksi pencurian modus gembos ban di Sukaraja, Sukabumi, Jumat (30/1/2026). Dalam insiden ini, uang tunai Rp191 juta raib digasak pelaku.

Gerak Cepat Polsek Cikole, Pemuda Cisarua Diringkus Usai Sayat Leher Korban dengan Kater

12 Januari 2026 - 07:30 WIB

Terduga pelaku penganiayaan, AFH (25) (duduk membelakangi kamera), tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik di ruangan Unit Reskrim Polsek Cikole, Jumat (9/1/2026). AFH diamankan petugas setelah diduga melakukan penganiayaan dengan menyayat leher korban menggunakan pisau kater di Kelurahan Cisarua. (Foto: Dok. Polsek Cikole)
Trending di Kriminal