JENTERANEWS.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi menyelenggarakan Musyawarah Kerja (Muker) II Tahun 2025 di Hotel Sukabumi Indah pada hari Rabu. Acara ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi program yang telah berjalan dan merumuskan langkah-langkah inovatif ke depan guna meningkatkan pelayanan kepalangmerahan di tengah berbagai tantangan kemanusiaan.
Musyawarah kerja yang dibuka secara resmi oleh Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten Pemkesra) Setda Kabupaten Sukabumi, Boyke Martadinata, ini menekankan pentingnya sinergi dan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Boyke Martadinata menyampaikan apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi terhadap dedikasi PMI. “Musyawarah ini adalah momentum krusial untuk mengevaluasi dan merumuskan program kerja baru yang dapat memperkuat kapasitas PMI. Kami berharap, hasil dari Muker ini akan melahirkan inovasi yang mampu mengoptimalkan pelayanan, terutama dalam penanggulangan bencana dan layanan kesehatan,” ujarnya.
Boyke berpesan agar PMI terus menjadi organisasi yang dinamis, adaptif, dan selalu terdepan dalam setiap misi kemanusiaan. “Peran PMI sangat vital, baik dalam respons bencana, pelayanan kesehatan, maupun kegiatan sosial lainnya. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung PMI agar dapat memberikan yang terbaik bagi seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Sukabumi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Sukabumi, dr. Hondo Suwito, memaparkan berbagai capaian dan rencana strategis organisasi. Ia menyoroti pentingnya kolaborasi sebagai kunci untuk memperluas jangkauan dan efektivitas pelayanan.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi pilar kekuatan kami,” ungkap dr. Hondo. Ia memberikan contoh konkret kemitraan yang telah terjalin, seperti program peningkatan ketangguhan masyarakat berbasis teknologi internet bersama Atmaconnect yang didukung oleh Internet Society Foundation (ISF). Program ini berfokus pada penyediaan akses internet di wilayah rawan bencana yang minim sinyal (blank spot) untuk mendukung mitigasi dan respons darurat.
Lebih lanjut, dr. Hondo juga menyebut kerja sama intensif dengan Palang Merah Jepang (Japanese Red Cross Society) dalam program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). “Pembinaan generasi muda melalui pelatihan dan edukasi kesiapsiagaan bencana di sekolah-sekolah adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan masyarakat yang tangguh,” jelasnya.
Selain fokus pada penanggulangan bencana dan layanan transfusi darah, PMI Kabupaten Sukabumi kini juga didorong untuk mengambil peran aktif dalam isu perubahan iklim. Salah satu inisiatif yang digalakkan adalah gerakan menanam pohon di setiap kegiatan.
“Isu lingkungan adalah bagian dari misi kemanusiaan. Mencegah bencana ekologis adalah wujud nyata kepedulian kita. Oleh karena itu, dalam setiap kesempatan, kami berupaya menanam pohon. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga alam demi masa depan yang lebih baik,” pungkas dr. Hondo dengan penuh semangat.
Musyawarah Kerja II ini diharapkan dapat menghasilkan rencana aksi yang komprehensif, memperkuat sinergi antara PMI, pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat, serta menegaskan kembali komitmen PMI Kabupaten Sukabumi sebagai garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan. (*)
Editor: Mia















