Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 11 Jun 2025 10:57 WIB

PUPR Kota Sukabumi Akui Ada Kesalahan Teknis, Sebut Proyek Jalan Rusak Masih Garansi Kontraktor


					Kondisi aspal di salah satu ruas jalan di Kota Sukabumi yang sudah mengelupas dan berlubang, padahal baru saja diperbaiki. Buruknya kualitas pengerjaan ini memicu kritik keras dari DPRD Kota Sukabumi yang meminta Inspektorat turun tangan untuk melakukan audit. Perbesar

Kondisi aspal di salah satu ruas jalan di Kota Sukabumi yang sudah mengelupas dan berlubang, padahal baru saja diperbaiki. Buruknya kualitas pengerjaan ini memicu kritik keras dari DPRD Kota Sukabumi yang meminta Inspektorat turun tangan untuk melakukan audit.

JENTERANEWS.com – Kualitas sejumlah proyek perbaikan jalan di Kota Sukabumi menjadi sorotan tajam dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Pasalnya, beberapa ruas jalan yang baru saja diaspal dilaporkan sudah kembali rusak dalam waktu singkat, memicu pertanyaan serius mengenai kualitas pengerjaan dan efektivitas pengawasan.

Kritik keras dilontarkan oleh anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi PKS, Inggu Sudeni. Ia mempertanyakan komitmen dan kualitas kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setelah menemukan kerusakan di Jalan Kelenteng, Jalan Pelda Suryanta Nanggeleng, Jalan Pramuka, dan Cipanas 1 Gedong Panjang.

“Jalan Pelda Suryanta baru seminggu diperbaiki tapi sudah rusak lagi. Ini jelas ada yang tidak beres,” ujar Inggu dengan tegas.

Menurutnya, kondisi ini mengindikasikan lemahnya pengawasan dari dinas terkait dan dugaan penggunaan alat berat seperti Tandem Roller yang tidak optimal. Inggu mendesak agar Kepala Dinas PUPR bertanggung jawab penuh atas buruknya hasil proyek yang menyangkut keselamatan pengguna jalan.

“Hasil proyek harus sepadan dengan anggaran dan sesuai standar harga yang sudah ditetapkan Walikota,” tegasnya. Lebih jauh, politisi PKS ini meminta Inspektorat Kota Sukabumi untuk segera turun tangan melakukan audit menyeluruh. “Harus dicek apakah pekerjaan sesuai dengan kontrak atau tidak. Jangan sampai uang rakyat terbuang sia-sia,” pungkasnya.

Menjawab sorotan tersebut, Kepala Dinas PUPR Kota Sukabumi, Sonny Hermanto, angkat bicara. Ia menegaskan bahwa pemerintah kota tidak akan dirugikan karena seluruh proyek yang dikritik masih dalam masa tanggung jawab kontraktor dan belum memasuki tahap serah terima.

“Pada prinsipnya, hasil pekerjaan akan kami terima jika kondisinya baik sesuai kontrak. Ketika memang hasilnya tidak baik, ya tidak akan diterima dan pasti tidak akan ada pembayaran. Maka dipastikan tidak ada kerugian negara,” ungkap Sony, Selasa (10/6).

Sonny mengakui adanya kekeliruan teknis di lapangan. Menurutnya, kontraktor kurang memperhatikan faktor cuaca dan tidak mengacu pada prediksi dari BMKG saat pengerjaan.

“Kadar air yang berlebih akibat hujan akan sangat berpengaruh terhadap kondisi pengaspalan dengan metode manual. Saya kira para pelaksana harus memperhatikan hal tersebut,” cetusnya.

Ia menjelaskan bahwa perbaikan di Jalan Kelenteng seluas 1.400 meter persegi saat ini sudah mulai dikerjakan kembali oleh kontraktor. Namun, untuk beberapa titik lain seperti Jalan Cipanas, proses pemeliharaan sedikit terkendala karena pihak penyedia jasa sedang menunaikan ibadah haji.

“Penyedianya (kontraktor) saat ini sedang menjalankan ibadah haji, jadi pemeliharaan akan dilanjutkan setelah ia kembali ke tanah air,” ungkapnya, seraya memastikan pemeliharaan tetap akan dilakukan sesuai komitmen dalam kontrak.

Di akhir keterangannya, Sonny menyayangkan adanya pernyataan yang bersifat dugaan dari pejabat publik, yang menurutnya muncul karena kurangnya pemahaman terhadap proses dan mekanisme kontrak kerja proyek infrastruktur.

“Sangat disayangkan pejabat publik yang sangat dengan mudah menyampaikan hal-hal bersifat dugaan kepada publik dikarenakan kegagalan pahamnya,” tutupnya.(*)

Reporter: Awang
Redaktur pelaksana: Hamjah

Artikel ini telah dibaca 108 kali

Baca Lainnya

Tinjau Pasar Cisaat Sukabumi, Perum BULOG Pastikan Stabilitas Harga Pangan Pasca-Iduladha

30 Mei 2026 - 13:10 WIB

Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani (mengenakan topi dan rompi) saat berdialog dengan pedagang dan mengecek langsung kualitas komoditas pangan di Pasar Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (30/5/2026).

Teror Babi Hutan di Cidolog: Saat Ambisi Ketahanan Pangan Lumat oleh Kerusakan Ekologis

30 Mei 2026 - 09:00 WIB

Tim gabungan dari BPP Cidolog, Perbakin, dan perwakilan petani setempat menunjukkan kekompakan sebelum atau setelah penyisiran di medan terjal Cidolog, Sukabumi. Foto ini menangkap momen kolaborasi nyata antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya mendesak untuk menghentikan kerusakan masif lahan pertanian—terutama ladang jagung dan komoditas hortikultura—akibat invasi babi hutan yang dipicu alih fungsi lahan hutan di hulu.

Waspada Penipuan Dapur Makan Bergizi Gratis, BGN Tegaskan Proses SPPG Bebas Biaya

29 Mei 2026 - 22:23 WIB

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) RI, Sony Sonjaya (tengah), didampingi oleh jajaran kepolisian, memberikan keterangan pers terkait dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan berkedok penentuan titik lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jakarta, Jumat. Dalam keterangannya, BGN menegaskan bahwa seluruh proses pengajuan dan verifikasi dapur untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sepenuhnya bersifat transparan dan tidak dipungut biaya.

Wujudkan Pendidikan Bebas Kekerasan, Pemkab Sukabumi Resmi Bentuk Pokja BSAN Lintas Sektor

29 Mei 2026 - 22:09 WIB

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman (tengah latar belakang), memimpin langsung Rapat Koordinasi Pembentukan Pokja Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) Lintas Sektor di Pendopo Sukabumi, Jumat (29/05/2026). Pertemuan ini menjadi langkah proaktif Pemkab Sukabumi menciptakan iklim pendidikan positif dan bebas kekerasan.

Diduga Gelapkan Dana Proyek Pembangunan Desa, Oknum Kades di Sukabumi Resmi Ditahan Polisi

29 Mei 2026 - 21:36 WIB

Diduga Gelapkan Dana Proyek Pembangunan Desa, Oknum Kades di Sukabumi Resmi Ditahan Polisi

Disdik dan Bupati Sukabumi Tegaskan Transparansi serta Integritas dalam SPMB 2026

29 Mei 2026 - 10:09 WIB

Jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi saat menghadiri acara Penandatanganan Komitmen Bersama SPMB Ramah Anak Tahun 2026. Kegiatan ini menekankan pentingnya pelaksanaan seleksi yang transparan, akuntabel, dan bebas diskriminasi demi menjamin hak pendidikan yang adil bagi seluruh calon peserta didik.
Trending di Sukabumi