Menu

Mode Gelap

Hukum · 25 Mar 2025 11:13 WIB

Ricuh Aksi Tolak UU TNI di Sukabumi: 10 Demonstran Diamankan, Korban Luka Dilarikan ke Rumah Sakit


					Suasana mencekam saat bentrokan antara pengunjuk rasa dan aparat kepolisian mewarnai aksi protes terhadap revisi UU TNI di depan Gedung DPRD Kota Sukabumi, Senin (24/3). Perbesar

Suasana mencekam saat bentrokan antara pengunjuk rasa dan aparat kepolisian mewarnai aksi protes terhadap revisi UU TNI di depan Gedung DPRD Kota Sukabumi, Senin (24/3).

JENTERANEWS.com – Aksi unjuk rasa yang digelar di depan Gedung DPRD Kota Sukabumi pada Senin sore (24/3) berakhir dengan kericuhan yang melibatkan massa demonstran dan aparat kepolisian. Sebanyak 10 orang pengunjuk rasa yang memprotes pengesahan revisi Undang-Undang TNI diamankan oleh pihak berwajib. Insiden ini juga mengakibatkan beberapa korban luka-luka yang harus mendapatkan perawatan medis.

Kericuhan bermula saat aksi yang awalnya berjalan tertib berubah menjadi chaos. Anggota DPRD Kota Sukabumi, Wawan Djuanda, mengonfirmasi adanya penangkapan 10 orang demonstran berdasarkan informasi yang ia terima. Ia menjelaskan bahwa empat orang diamankan pada sore hari, dan enam lainnya menyusul pada malam hari.

Wawan Djuanda sendiri menyaksikan langsung saat beberapa pengunjuk rasa diamankan di sekitar Gedung DPRD. Ia menduga bahwa kericuhan tersebut dipicu oleh adanya “penumpang gelap” dalam aksi unjuk rasa.

“Kami sangat memaklumi jika terjadi kericuhan seperti ini. Kami menduga bukan mahasiswa yang menjadi pemicunya, namun ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi ini,” ujar Wawan. Ia menambahkan bahwa DPRD pada dasarnya menerima aspirasi masyarakat yang datang ke gedung dewan.

Terkait dengan status hukum para demonstran yang diamankan, Wawan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk menindaklanjuti jika terdapat pelanggaran hukum.

Di sisi lain, aksi unjuk rasa yang digelar oleh kelompok Gerakan Mahasiswa Sukabumi dan Aliansi BEM Sukabumi ini bertujuan untuk menolak pengesahan revisi Undang-Undang TNI yang telah disahkan oleh DPR RI.

Situasi di lapangan memanas ketika terjadi pelemparan dari arah massa aksi. Upaya massa untuk merangsek masuk ke dalam Gedung DPRD dihalau oleh aparat kepolisian dengan menggunakan water canon. Bentrokan antara aparat dan massa aksi pun tak terhindarkan, mengakibatkan beberapa orang mengalami luka-luka.

Informasi terakhir menyebutkan bahwa dua orang pengunjuk rasa yang terluka, dengan inisial MD (21) dan MZ (21), mendapatkan perawatan medis di RSUD Syamsudin SH, Kota Sukabumi. Selain itu, dokter IGD RSUD, dr. Irfan Nugraha Triputra Irawan, mengonfirmasi bahwa terdapat total tiga korban yang masuk ke IGD, termasuk satu anggota kepolisian.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Sukabumi Kota belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dengan kericuhan yang terjadi dalam aksi unjuk rasa tersebut.

Kejadian ini menjadi sorotan publik terkait dengan kebebasan menyampaikan pendapat dan penanganan aksi unjuk rasa oleh aparat kepolisian. Masyarakat berharap pihak berwenang dapat memberikan penjelasan yang transparan mengenai insiden ini.(*)

Laporan: Awang


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 94 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Diduga Ulah Oknum, 700 Meter Persegi Lahan Perhutani di Cidadap Sukabumi Hangus Terbakar

5 September 2026 - 19:57 WIB

Pantauan kobaran api yang melahap area Perkebunan Kayu Putih di Blok 87 Perhutani, Desa Padasenang, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (5/9/2026) malam. Api yang meluas hingga 700 meter persegi akibat faktor angin dan lahan kering tersebut berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan pada pukul 19.30 WIB. (Foto: Dok. P2BK/BPBD Kabupaten Sukabumi)

Pemdes Mekarjaya Sukabumi Salurkan BLT Dana Desa Periode Juli-Agustus kepada 50 KPM

3 September 2026 - 10:20 WIB

Warga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menghadiri kegiatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) di Aula Desa Mekarjaya, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, Kamis (3/9).

Polres Sukabumi Salurkan Bantuan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kemarau Panjang di Simpenan

2 September 2026 - 19:31 WIB

Personel Sat Samapta Polres Sukabumi mengisikan air bersih dari kendaraan operasional ke wadah penampungan milik warga di Kampung Tegal Nyampai, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Selasa (1/9/2026). Aksi bakti sosial ini digelar untuk membantu kebutuhan air sehari-hari warga yang terdampak kemarau panjang. Foto: Dok. Humas Polres Sukabumi.

Tragedi Berdarah di Cijengkol: Istri Temukan Suami Bersimbah Darah, Kondisi Kritis Pakai Ventilator

2 September 2026 - 12:12 WIB

Kondisi Mencekam di ICU. Pasien A tergeletak tak sadarkan diri di tempat tidur ICU RSUD Sekarwangi. Terlihat berbagai peralatan medis menopang hidupnya, termasuk perban besar di bagian leher. Setelah operasi darurat untuk menangani luka yang sangat gawat, kondisi pasien masih belum sadar dan terus dipantau secara intensif oleh tim dokter.

Kemarau Panjang Terjang Desa Banjarsari Sukabumi, 312 KK Alami Krisis Air Bersih

2 September 2026 - 09:29 WIB

Petugas mendistribusikan air bersih dari truk tangki kepada warga yang mengalami kekeringan di [Lokasi], mengantre dengan jerigen di area lapangan kering di latar belakang rumah-rumah penduduk.

Preman Berkedok Wartawan: Peras Guru di Sukaraja Sukabumi, Positif Sabu, Kini Meringkuk di Penjara

2 September 2026 - 09:01 WIB

Tersangka AG (46), oknum wartawan pemeras pihak SDN 2 Sukaraja, diapit anggota kepolisian usai resmi ditangkap dan ditahan di Mapolsek Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca