JENTERANEWS.com – Kabar kurang menggembirakan datang dari Kota Sukabumi menjelang musim haji 2025. Sebanyak 60 calon jemaah haji asal kota ini dipastikan batal berangkat ke Tanah Suci. Padahal, sebelumnya mereka termasuk dalam kuota awal sebanyak 250 orang yang dialokasikan oleh Provinsi Jawa Barat.
Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sukabumi, Appipudin, mengungkapkan bahwa berbagai faktor menjadi penyebab gagalnya keberangkatan puluhan calon jemaah tersebut. “Pada pelunasan pertama ada sekitar 60 jemaah (gagal berangkat) karena berbagai alasan, karena tidak ada biaya untuk pelunasan, karena sakit dan sebagainya,” jelasnya kepada awak media pada Rabu (30/4/2025). Selain masalah biaya, ketidaksesuaian dengan regulasi istitha’ah (kemampuan fisik dan finansial) yang ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi juga menjadi faktor penghalang.
Namun, di tengah kabar duka tersebut, angin segar justru berhembus. Sebanyak 60 orang dari daftar calon jemaah cadangan langsung mengisi kekosongan tersebut. Bahkan, secara mengejutkan, jumlah total jemaah haji asal Kota Sukabumi tahun ini justru mengalami peningkatan signifikan menjadi 270 orang. Penambahan kuota sebanyak 20 orang ini terjadi berkat adanya sisa kuota dari kabupaten/kota lain di wilayah Jawa Barat.
“Pelunasan ini sekarang diperpanjang lagi sampai 2 Mei. Kemungkinan finalisasinya jemaah Kota Sukabumi dari 250 ini ada penambahan 20 orang sehingga fix-nya di 270 orang jemaah,” terang Appipudin.
Rencananya, seluruh jemaah haji asal Sukabumi akan tergabung dalam Kloter 30 JKS bersama dengan jemaah dari Kota Depok. Mereka dijadwalkan untuk dilepas secara resmi dari Balai Kota Sukabumi pada tanggal 15 Mei 2025 pukul 08.00 WIB. Perjalanan kemudian akan dilanjutkan menuju Asrama Haji Bekasi sebelum akhirnya terbang ke Kota Madinah melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta keesokan harinya.
Kepala Kantor Kemenag Kota Sukabumi, Samsul Fuad, memastikan bahwa tidak ada perubahan signifikan dalam aturan pelaksanaan ibadah haji pada tahun ini. Seluruh jemaah yang berangkat merupakan peserta haji reguler, dengan alokasi 10 persen dari kuota diperuntukkan bagi jemaah lanjut usia (lansia).
“Jadi persiapan keberangkatan juga sudah kita koordinasikan. Kemarin kita sudah rapat dengan Kesra Asda 1, insyaallah semuanya siap. Keberangkatan dan pemulangan akan dibantu oleh Pemerintah Daerah,” kata Samsul.
Dalam kesempatan yang sama, Samsul Fuad juga memberikan imbauan penting kepada para calon jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan menjelang keberangkatan. Ia juga berpesan agar tidak panik apabila mengalami situasi tersesat di Tanah Suci. “Kalau ada jemaah yang tersesat itu nggak usah panik. Jangan diam, kemudian lapor ke petugas walaupun petugas itu dari luar Kota Sukabumi,” tambahnya.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, turut aktif memantau kesiapan para calon tamu Allah tersebut. Ia menyampaikan apresiasinya atas semangat para jemaah dalam mengikuti rangkaian manasik haji. Lebih lanjut, Ayep Zaki berharap agar para jemaah dapat turut mendoakan kemajuan dan kesejahteraan Kota Sukabumi selama berada di Tanah Suci. “Saya punya mimpi bagaimana menyelesaikan kemiskinan, stunting, dan pengangguran. Jadi yang kita kejar kemaslahatan masyarakat Kota Sukabumi,” pungkas Ayep Zaki.(*)
Laporan: Awang
Editor: Hamjah
Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















