Menu ✖

Mode Gelap

Kabar Daerah · 20 Mar 2025 12:41 WIB

Sukabumi Gemparkan Tujuh Kecamatan dengan Gerakan “Restoe Boemi”: Perang Melawan Sampah Dimulai!


					Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, dan Wakil Wali Kota, Bobby Maulana, memimpin langsung aksi bersih-bersih Sungai Cisaray dalam peluncuran program Perbesar

Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, dan Wakil Wali Kota, Bobby Maulana, memimpin langsung aksi bersih-bersih Sungai Cisaray dalam peluncuran program "Restoe Boemi" di Kelurahan Subangjaya, Cikole, Kamis (20/3/2025). Gerakan serentak ini menandai komitmen Kota Sukabumi dalam memerangi sampah dan mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.

JENTERANEWS.com – Kota Sukabumi memulai babak baru dalam sejarahnya dengan meluncurkan program revolusioner “Restoe Boemi”. Gerakan bersih-bersih sampah serentak ini mengguncang tujuh kecamatan pada Kamis, 20 Maret 2025, menandai dimulainya perang melawan sampah yang diinisiasi oleh Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, dan Wakil Wali Kota, Bobby Maulana.

Peluncuran akbar ini dipusatkan di RW 07 Kelurahan Subangjaya, Kecamatan Cikole, dengan aksi simbolis membersihkan Sungai Cisaray yang tercemar sampah. Aksi ini bukan sekadar seremonial, tetapi deklarasi komitmen untuk mengubah wajah Sukabumi menjadi kota yang bersih, bercahaya, bahagia, dan sejahtera.

Gerakan ini berhasil menyatukan berbagai elemen masyarakat, mulai dari komunitas pemuda, influencer, KNPI, aparatur Pemkot, hingga warga biasa. Semangat gotong royong terlihat jelas saat mereka bahu membahu membersihkan lingkungan dari sampah yang menggunung.

“Gerakan ini adalah awal yang baik bagi Kota Sukabumi. Tidak boleh ada sampah, dan ini akan terus berlanjut,” tegas Wali Kota Ayep Zaki, menekankan pentingnya kebersihan hati, pikiran, dan lingkungan.

Wali Kota Ayep Zaki memberikan instruksi tegas kepada seluruh warga Sukabumi untuk tidak membuang sampah sembarangan. Patroli akan digalakkan, dan setiap Jumat akan diadakan operasi bersih-bersih sampah.

“Saya mengimbau seluruh warga Sukabumi untuk bersih-bersih dan tidak membuang sampah sembarangan,” tegasnya. “Ini sangat penting karena Sukabumi akan dijadikan kota bercahaya, bahagia, dan sejahtera.”

Dengan target ambisius, Wali Kota Ayep Zaki berharap hasil nyata dari gerakan ini akan terlihat dalam dua tahun ke depan. Puncak dari upaya ini adalah deklarasi Sukabumi sebagai kota bercahaya, bahagia, dan sejahtera pada 1 April 2029.

Wakil Wali Kota Bobby Maulana menambahkan bahwa pemerintah daerah akan mengawal gerakan ini hingga malam takbiran. “Target kami adalah Sukabumi menjadi kota bercahaya, dan itu tidak mungkin tercapai jika ada sampah,” ujarnya. “Kami punya masterplan untuk mewujudkan ini.”

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi, Asep Irawan, menekankan pentingnya peran masyarakat dalam pengelolaan sampah. Saat ini, baru 27 persen sampah yang dikelola oleh masyarakat, sementara 73 persen sisanya dibuang ke TPA.

“Gerakan ini sangat luar biasa dalam memberikan andil untuk pengurangan sampah di Sukabumi,” tutur Asep, sambil menambahkan bahwa DLH juga terus mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai.

Dengan dimulainya gerakan “Restoe Boemi”, Sukabumi menunjukkan komitmennya untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Ini bukan hanya tentang membersihkan sampah, tetapi juga tentang membangun kesadaran dan tanggung jawab bersama untuk masa depan yang lebih baik.

Gerakan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk melakukan hal yang sama. Sukabumi telah memulai langkahnya, dan mata dunia kini tertuju pada kota ini.(*)

Laporan: Denny Nurman 


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 52 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Satu Rumah Ludes Terbakar di Cikidang Sukabumi, Korban Butuh Bantuan Sembako dan Bahan Bangunan

4 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Puing-puing rumah pascakebakaran di Kp. Pangkalan, Desa Cikiray, Sukabumi, Minggu (4/10).

Nekat Habisi Nyawa Sang Profesor demi Bayar Utang, Pelarian ART Sukabumi Berakhir di Makassar

4 Oktober 2026 - 07:38 WIB

Pelaku pembunuhan dosen di Sukabumi berinisial PAL (jongkok) berhasil dibekuk Tim Resmob Polda Sulsel di Makassar usai kabur dan menguras uang korban ratusan juta rupiah.

Lonjakan Kasus Influenza A di Indonesia: Tren Musiman dan Rekam Jejak Panjang Virus yang Terus Berevolusi

3 Oktober 2026 - 21:12 WIB

Petaka Jalur Purabaya: Pick Up Melenceng Hantam Honda Beat, Pelajar Luka Parah di Kepala!

3 Oktober 2026 - 17:28 WIB

TABRAKAN DI PURABAYA: Warga di Jalan Raya Purabaya-Sukabumi berusaha memberikan pertolongan pertama kepada Abi Akila (16), seorang pelajar yang tergeletak di aspal setelah sepeda motor Honda Beat miliknya (F 3412 UCL) bertabrakan dan terjepit di bawah bumper depan Mitsubishi Colt T120 SS Pick Up (F 8914 UW), Sabtu (3/10/2026). Plat nomor sepeda motor terlihat jelas di lokasi kejadian.

Nahas! Main HP Berujung Maut di Jembatan Kereta Cipelang

3 Oktober 2026 - 13:36 WIB

Anggota Polsek Warudoyong dan petugas forensik memeriksa lokasi penemuan mayat pria berinisial S (25) di aliran Sungai Cipelang, Sukabumi, Jumat (2/10/2026). Korban diduga melompat atau terjatuh dari jembatan kereta api di atas lokasi temuan.

Polemik Prosedur Distribusi BBM Nelayan Berujung Tegang, Polisi Pastikan SPBN Cikahuripan Kembali Kondusif

3 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Sejumlah orang yang terdiri dari warga, pembeli, dan pihak terkait tampak berkumpul di area Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) 38.43301 Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (1/10/2026) malam. Kerumunan tersebut terjadi menyusul insiden adu mulut antara rombongan media dan petugas SPBN yang dipicu oleh miskomunikasi terkait regulasi distribusi BBM menggunakan jerigen plastik untuk nelayan.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca