Menu

Mode Gelap

Kabar Daerah · 8 Apr 2025 18:35 WIB

Sukabumi Siaga Penuh: Upaya Pertahankan Status Geopark Global UNESCO Ciletuh Palabuhanratu


					Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, memimpin rapat persiapan revalidasi Ciletuh Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp) di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Selasa (8/4/2025). Perbesar

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, memimpin rapat persiapan revalidasi Ciletuh Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp) di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Selasa (8/4/2025).

JENTERANEWS.com – Kabupaten Sukabumi tengah mempersiapkan diri menghadapi tantangan besar: revalidasi status Ciletuh Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp). Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, memimpin langsung rapat persiapan penting ini, menandai keseriusan pemerintah daerah dalam mempertahankan pengakuan internasional yang telah diraih sejak 2018.

Dalam rapat yang digelar di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman menekankan pentingnya sinergi lintas sektor. “Revalidasi ini bukan sekadar formalitas, tetapi pembuktian bahwa kita terus berbenah dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya. Ia mengajak seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan untuk menyusun program strategis yang selaras dengan standar UNESCO.

Proses revalidasi yang dijadwalkan berlangsung pada September 2025 ini menuntut persiapan matang. Ketua Harian Badan Pengelola CPUGGp, Aat Suwanto, mengungkapkan bahwa dokumen pendukung harus diserahkan paling lambat pertengahan April tahun ini. “Waktu kita sangat terbatas, kerja sama dan koordinasi menjadi kunci utama,” tegasnya.

Tiga rekomendasi utama dari UNESCO menjadi fokus utama dalam persiapan ini:

  • Implementasi peta geologi CPUGGp
  • Penyediaan panel informasi edukatif di titik-titik strategis
  • Pemerataan infrastruktur aksesibilitas di wilayah utara dan selatan kawasan

“Kami menghadapi tantangan yang tidak ringan, terutama terkait infrastruktur dan penyediaan fasilitas pendukung. Namun, dengan semangat gotong royong, kami yakin dapat melaluinya,” tambah Aat Suwanto.

Pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark pada 2018 telah membawa dampak positif bagi Sukabumi, terutama dalam sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Revalidasi ini menjadi momentum untuk menunjukkan komitmen daerah dalam menjaga dan mengembangkan potensi geopark secara berkelanjutan.(*)


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 57 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Tiga Hari Hilang, Mahasiswa Asal Jakarta Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Citepus Sukabumi

20 Agustus 2026 - 16:29 WIB

Tim gabungan dari Satpolairud Polres Sukabumi, Basarnas, dan TNI AL mengevakuasi jasad korban tenggelam, Ahmad Nadif Fadilah (21), menggunakan kantong mayat di bibir Pantai Dolpin Citepus, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Rabu (19/8/2026). Jasad mahasiswa asal Jakarta Selatan itu ditemukan mengapung setelah tiga hari dinyatakan hilang di Pantai Karangnaya.

Korupsi APBDes Rp574 Juta untuk Renovasi Rumah, Kaur Keuangan Desa di Sukabumi Resmi Ditahan

19 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Petugas Walsus Kejari Sukabumi mengawal seorang tahanan menuju mobil tahanan (atau ke dalam gedung, tidak jelas dari gambar) usai menjalani pemeriksaan. Tahanan tersebut mengenakan rompi oranye khas tahanan Kejari Sukabumi.

BUMDes Sinarbentang Perluas Jaringan PAM Hingga ke Desa Tetangga

19 Agustus 2026 - 08:10 WIB

Merespons Kebutuhan Warga, BPBD Sukabumi Distribusikan 10.000 Liter Air Bersih di Desa Lebaksari

18 Agustus 2026 - 15:49 WIB

Petugas dari BPBD Kabupaten Sukabumi dan Babinsa TNI-AD bersatu padu mengisi jeriken-jeriken air milik warga yang antre di Desa Lebaksari, Parakansalak, pada Selasa (18/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan air bersih bagi 155 Kepala Keluarga yang terdampak kesulitan pasokan air.

Tragedi Usai Perayaan Kemerdekaan: Dua Pemuda Sukabumi Jadi Korban Pembacokan OTK

18 Agustus 2026 - 15:16 WIB

Polres Sukabumi Bongkar Sindikat Pengoplos Gas LPG Subsidi, Negara Dirugikan Rp49,7 Miliar

18 Agustus 2026 - 13:19 WIB

Wakapolres Sukabumi Kompol Agus Susanto, S.H., M.M. (tengah, memegang kertas) didampingi jajaran Satreskrim memberikan keterangan pers terkait pengungkapan kasus penyalahgunaan gas LPG bersubsidi di Mapolres Sukabumi. Di depan meja terlihat barang bukti berupa ratusan tabung gas LPG ukuran 3 kg, 12 kg, dan 50 kg serta peralatan modifikasi yang digunakan tersangka untuk memindahkan isi gas subsidi ke tabung non-subsidi. Praktik pengoplosan ini diperkirakan merugikan negara mencapai Rp49,7 miliar.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca