Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 12 Jul 2025 09:16 WIB

Syukuran Nelayan Ke-28 di Cisolok: Lantunan Dzikir untuk Kesejahteraan dan Dukungan Spiritual bagi Pemerintahan Prabowo


					Panitia Syukuran Nelayan ke-28 berfoto bersama jajaran pengurus Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih usai acara. Sinergi ini bertujuan mempererat silaturahim dan menyalurkan dukungan positif dari masyarakat pesisir untuk pemerintah. Perbesar

Panitia Syukuran Nelayan ke-28 berfoto bersama jajaran pengurus Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih usai acara. Sinergi ini bertujuan mempererat silaturahim dan menyalurkan dukungan positif dari masyarakat pesisir untuk pemerintah.

JENTERANEWS.com – Suasana khidmat menyelimuti Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, saat ratusan nelayan dan warga menggelar Tabligh Akbar dan doa bersama dalam rangka Syukuran Nelayan ke-28. Acara yang berlangsung pada Kamis malam (10/7/2025) ini tidak hanya menjadi momentum rasa syukur, tetapi juga ajang untuk memanjatkan doa bagi kesejahteraan nelayan dan keselamatan negeri di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam pelaksanaannya, panitia syukuran menggandeng Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih. Kegiatan ini digagas sebagai sarana mempererat silaturahim sekaligus memberikan dukungan moril dan spiritual bagi jalannya pemerintahan saat ini.

Direktur Majelis Dzikir dan Shalawat Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih, Ustadz Ikin Abduraohman (Kang Ikin), menyampaikan bahwa lantunan dzikir dan shalawat ditujukan untuk memberikan energi positif bagi Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan Asta Cita.

“Momentum syukuran ini adalah saat yang tepat untuk saling bersyukur dan bertafakur, terlebih masih dalam suasana bulan Muharram. Kami bermunajat memanjatkan doa untuk kesehatan, keselamatan, serta keberkahan bagi Bapak Presiden Prabowo Subianto, keselamatan negeri, dan khususnya kesejahteraan para nelayan di pesisir pantai Cisolok,” ungkap Kang Ikin.

Dalam kesempatan tersebut, Kang Ikin juga menegaskan komitmen masyarakat untuk mendukung penuh pemerintahan yang berjalan. “Pak Presiden jangan takut, kami sebagai rakyat Indonesia siap menjadi garda terdepan dalam mendukung dan mengawal pemerintahan yang Bapak pimpin,” tegasnya.

Ketua Umum Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih, H. Sihabudin, menekankan bahwa kegiatan spiritual ini merupakan wujud “dukungan bathiniyyah” terhadap kepemimpinan nasional serta dorongan moril agar kesejahteraan nelayan meningkat.

“Jalur langit tak pernah terhalang oleh rintangan apapun. Momentum syukuran hari nelayan ini sangat positif untuk melakukan tabligh akbar diiringi doa bersama, sebagai bentuk dukungan batin kepada Presiden Prabowo sebagai pemimpin bangsa,” jelas pria yang akrab disapa Budi ini.

Budi menegaskan, doa dan dzikir yang dikumandangkan adalah manifestasi kecintaan masyarakat agar Presiden Prabowo tetap istiqamah dan kuat dalam memimpin negeri.

“Kecintaan kami pada Presiden Prabowo Subianto tak akan pernah pudar, bahkan semakin menyala. Kami akan senantiasa setia mendukung dan mengawal Bapak Presiden,” pungkas Budi.

Acara tersebut mendapatkan apresiasi tinggi dari pendiri Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih, Aam Abdul Salam, S.Ag. Ia melihat antusiasme warga yang tinggi sebagai bukti dukungan terhadap konsep syukuran yang memadukan tradisi lokal dengan kegiatan keagamaan. Tabligh akbar malam itu juga diisi oleh penceramah kondang, Ustadz Cepot dari Bogor.

Aam menambahkan, selain doa untuk kepemimpinan nasional, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menyuarakan aspirasi konkret para nelayan Cisolok.

“Dengan tabligh akbar dan doa bersama, apa yang diinginkan para nelayan untuk lebih sejahtera lagi semoga segera terwujud. Mereka bermimpi memiliki dermaga atau tempat pelelangan ikan yang representatif. Insya Allah akan segera terwujud,” tutup Aam.(*)


Kor : AAB

Redaktur: Hamjah


 

Artikel ini telah dibaca 30 kali

Baca Lainnya

Warga Sukabumi Digegerkan Penemuan Jasad Bayi Laki-Laki di Aliran Anak Sungai Cipelang

16 Juli 2026 - 19:56 WIB

Petugas kepolisian saat melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) pascapenemuan jasad bayi laki-laki di aliran anak Sungai Cipelang, Jalan Benteng Kidul, Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Kamis (16/7/2026).

Diduga Akibat Aktivitas Pembakaran Lahan, Kebun Bambu di Nyalindung Sukabumi Hangus Terbakar

16 Juli 2026 - 14:46 WIB

Petugas gabungan, termasuk personel Pemadam Kebakaran Sukaraja dan P2BK Nyalindung, berupaya memadamkan sisa-sisa api yang melahap lahan kebun bambu di area PT Bintonik, Kampung Caringin, Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis siang, 16 Juli 2026. Kebakaran yang diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran lahan oleh warga ini berhasil dikendalikan setelah pengerahan satu unit armada pemadam.

Siasat Keji Delon Kelabui Publik: Bunuh Eka Yani, Curi Hartanya, Lalu Viralkan Video Penemuan Kerangka Korban di Sukabumi

16 Juli 2026 - 12:22 WIB

profil Facebook 'Delon Jampank' milik tersangka H alias Delon (atas), dan cuplikan video penemuan kerangka Eka Yani (33) yang sengaja diunggah ulang ke akun tersebut demi mengelabui publik di Sagaranten, Sukabumi.

Terjerat Sindikat Judi Online, 30 ASN UPTD Sukabumi Terancam Sanksi Tegas di Tengah Sorotan Publik

16 Juli 2026 - 11:21 WIB

Akhir Pelarian Delon: Pembunuh Sadis yang Lucuti Harta dan Buang Korbannya Begitu Saja di Kebun Jati Sagaranten

16 Juli 2026 - 00:03 WIB

TERTANGKAP: Pria berinisial H alias Delon (42), yang diduga kuat sebagai eksekutor utama di balik pembunuhan berencana terhadap E M (33) di Sagaranten, Sukabumi, terlihat diamankan di kantor polisi. Tangannya terikat dengan borgol plastik kuning dalam foto yang dirilis segera setelah penangkapannya pada Rabu (15/7/2026). Wajah tersangka disensor untuk kepentingan penyidikan.

Misteri Kerangka Manusia di Sagaranten Terungkap: Korban Teridentifikasi, Terduga Pelaku Ditangkap Tanpa Perlawanan

15 Juli 2026 - 23:48 WIB

Polisi Berhasil Ungkap Identitas Kerangka 'Mr. X' di Sukabumi, Terduga Pelaku Langsung Diringkus
Trending di Sukabumi