JENTERANEWS.com — Upaya evakuasi korban bencana longsor yang melanda kawasan Jembatan Kembar, Silaing Bawah, Padang Panjang, membuahkan hasil signifikan. Tim gabungan berhasil menemukan kembali tiga jenazah pada Sabtu (29/11/2025) siang, menambah duka dan sekaligus menjawab penantian keluarga korban.
Dengan penemuan terbaru ini, total korban yang telah teridentifikasi mencapai 20 jiwa per Sabtu, 29 November 2025, pukul 15.30 WIB.
Tiga jenazah terakhir ditemukan di dua lokasi berbeda. Dua di antaranya berada di dalam sebuah mobil yang tertimbun material longsor, sementara satu jenazah lainnya ditemukan tidak jauh dari lokasi longsoran, tepatnya di area Mega Mendung. Ketiga korban yang baru dievakuasi tersebut belum teridentifikasi dan segera dibawa ke RSUD Padang Panjang untuk menjalani proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI).
Selain mengevakuasi korban jiwa, tim gabungan juga berhasil mengangkat satu unit mobil Toyota Innova berwarna silver yang ringsek parah akibat ganasnya material longsor. Proses penyisiran yang intensif masih dilakukan di sepanjang akses Jembatan Kembar guna memastikan tidak ada lagi korban lain yang tertinggal.
Salah satu jembatan di lokasi kini sudah dapat dilalui kendaraan, namun akses lainnya masih ditutup mengingat proses pembersihan material dan lumpur masih berlangsung.
Wali Kota (Wako) Padang Panjang, Hendri Arnis, yang terjun langsung meninjau lokasi, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat dan tim evakuasi adalah hal yang paling utama. Ia mengimbau agar warga dan keluarga korban bersabar dan menunggu di area yang aman.
“Kondisi di lapangan masih labil. Tim gabungan bekerja maksimal tanpa henti untuk menuntaskan penyisiran dan memastikan seluruh korban dapat ditemukan,” kata Hendri. “Kami mohon keluarga korban dan warga yang ingin melihat proses evakuasi agar menunggu di tempat yang aman. Serahkan semuanya kepada tim yang sudah terlatih. Keselamatan masyarakat adalah yang utama.”
Wako Hendri juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh unsur yang terlibat, termasuk TNI, Polri, BPBD, Satpol PP Damkar, PMI, Basarnas, Dinkes, serta para relawan, atas kerja keras dan sinergi mereka dalam penanganan bencana.
Kapolres Padang Panjang, AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, turut meninjau posko Tim DVI di Kota Padang Panjang. Ia mengungkapkan bahwa jenazah korban yang ditemukan saat ini tengah diproses identifikasi di ruang jenazah RSUD Padang Panjang oleh Tim DVI gabungan yang terdiri dari Biddokkes, Reskrim Polres Padang Panjang bidang identifikasi, dan RSUD.
Kapolres mengimbau kepada masyarakat yang merasa memiliki keluarga yang hilang akibat sapuan bencana banjir bandang di Jembatan Kembar Silaing Bawah untuk segera mencari informasi di ruang jenazah RSUD Padang Panjang.
| No. | Nama Korban | Usia | Asal/Pekerjaan |
| 1. | Nilmawati | 59 | Silaing Bawah, Padang Panjang |
| 2. | Riki Saputra | 38 | Singgalang, Tanah Datar |
| 3. | Junimar | 52 | Silaing Bawah, Padang Panjang |
| 4. | Agung Purnomo | 35 | PLN Bukittinggi |
| 5. | Silvi Marta Putri | 25 | Pantai Cermin, Solok |
| 6. | Roby Handaryo | 42 | TNI AD, Tanjung Emas, Tanah Datar |
| 7. | Maryulis | 52 | Silaing Bawah, Padang Panjang |
| 8. | Zainal (Nanang) | 50 | Silaing Bawah, Padang Panjang |
| 9. | Fitri Ramayani | 29 | Silaing Bawah, Padang Panjang |
| 10. | Hengki | 40 | Silaing Bawah, Padang Panjang |
| 11. | Netti | 37 | Silaing Bawah, Padang Panjang |
| 12. | Zeni S. Marpaung | 24 | Anggota Subdenpom 1/4-5, Gumala, Padang Panjang |
| 13. | Rahayu Putri Anjani | 21 | Pantai Cermin, Solok |
| 14. | Meri Andani | 30 | Silaing Bawah, Padang Panjang |
| 15. | Angger Raja P | 25 | Lamposi, Payakumbuh |
| 16. | Gusrial (Ujang) | 37 | Tiakar, Payakumbuh |
| 17. | Dafy Hamdani | 12 | Silaing Bawah, Padang Panjang |
| 18. | Dylan Alfariziq | 5 | Silaing Bawah, Padang Panjang |
| 19. | Satriadi | 37 | Payakumbuh |
| 20. | Johansa | 66 | BT. Kipas, Pesisir Selatan |
Tim penanganan bencana juga berhasil menyelamatkan sejumlah barang dari bangunan musala yang terdampak di sekitar lokasi, menunjukkan upaya maksimal untuk memulihkan keadaan di tengah tragedi.(*)
Editor: Hamjah















