Menu

Mode Gelap

Peristiwa · 9 Okt 2025 12:51 WIB

Tragedi Sumur Maut di Cicantayan: Niat Perbaiki Pompa Air, Seorang Buruh Tewas Diduga Hirup Gas Beracun


					Petugas gabungan dari Tim Rescue Damkar Kabupaten Sukabumi bekerja sama mengangkat jenazah Abidin Abdurohim (43) dari dasar sumur di Perum Alam Layung Indah, Kecamatan Cicantayan, Kamis (9/10/2025). Korban tewas setelah diduga menghirup gas beracun saat hendak memperbaiki pompa air. Perbesar

Petugas gabungan dari Tim Rescue Damkar Kabupaten Sukabumi bekerja sama mengangkat jenazah Abidin Abdurohim (43) dari dasar sumur di Perum Alam Layung Indah, Kecamatan Cicantayan, Kamis (9/10/2025). Korban tewas setelah diduga menghirup gas beracun saat hendak memperbaiki pompa air.

JENTERANEWS.com – Sebuah insiden memilukan terjadi di Perumahan Alam Layung Indah, Desa Cisande, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, yang merenggut nyawa seorang warga pada Kamis (9/10/2025) pagi. Abidin Abdurohim (43), seorang buruh harian lepas, ditemukan tewas di dasar sumur setelah terjatuh saat berusaha memperbaiki mesin pompa air.

Peristiwa nahas ini bermula sekitar pukul 08.00 WIB. Korban, yang merupakan warga Kampung Tanjung Arum, Desa Sukasari, Kecamatan Cisaat, diminta oleh pemilik rumah, Asep Kamilah, untuk mengatasi masalah pada mesin pompa air (Sanyo) di kediamannya.

Menurut keterangan Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos Cibadak, Yogi, korban bersama pemilik rumah mulai bekerja sekitar pukul 07.30 WIB. Masalah muncul ketika mereka mencoba mengangkat mesin pompa, namun sambungan pipa paralon di bagian bawah terlepas dan jatuh ke dasar sumur.

“Tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD), korban nekat turun langsung ke dalam sumur untuk mengambil pipa yang terlepas,” ungkap Yogi saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.

Nahas, tak lama setelah berada di dalam sumur, Abidin mengeluh sesak napas. Asep Kamilah, yang berada di atas, sempat berteriak menyuruhnya untuk segera naik. Namun, sebelum sempat menyelamatkan diri, tubuh korban lemas dan akhirnya terjatuh tak sadarkan diri ke dasar sumur.

Suasana pun berubah menjadi panik. Asep bersama warga sekitar dan beberapa mahasiswa dari PT LPK Denk Style Inovasi yang kebetulan sedang berolahraga di dekat lokasi, segera berupaya memberikan pertolongan. Salah seorang dari mereka bahkan mencoba turun, namun terpaksa naik kembali karena merasakan sesak napas yang hebat dan hampir pingsan, menandakan adanya gas berbahaya di dalam sumur.

Menyadari situasi yang sangat berbahaya, warga segera menghubungi Tim Rescue Pemadam Kebakaran Kabupaten Sukabumi pada pukul 08.10 WIB. Tim yang dipimpin oleh Irsan tiba di lokasi sekitar pukul 08.35 WIB dan langsung memulai operasi evakuasi.

Dengan bantuan warga serta aparat desa dan kecamatan, tim bekerja dengan sangat hati-hati mengingat adanya dugaan kuat konsentrasi gas beracun di dalam sumur. Setelah melalui upaya yang cukup dramatis, jenazah korban akhirnya berhasil dievakuasi dari dasar sumur pada pukul 09.00 WIB.

“Proses evakuasi berjalan lancar meskipun penuh risiko. Korban langsung dibawa ke RSUD Sekarwangi menggunakan ambulans dari Klinik ALI untuk penanganan lebih lanjut,” jelas Irsan.

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, dugaan kuat penyebab kematian korban adalah akibat asfiksia atau gagal napas setelah menghirup gas beracun yang terperangkap di ruang sumur yang minim sirkulasi udara.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak pernah menyepelekan pekerjaan di dalam sumur. Pastikan kondisi udara di bawah aman sebelum turun. Gas beracun itu tidak terlihat, tidak berbau, tetapi sangat mematikan,” tegas Yogi.

Pihak kepolisian yang turut menangani kasus ini juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. “Kami turut berduka cita atas musibah ini. Semoga kejadian tragis ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk selalu waspada dan mengutamakan keselamatan di atas segalanya,” ujar seorang petugas di lokasi.(*)


Reporter: Awang

Redaktur: Hamjah


Artikel ini telah dibaca 30 kali

Baca Lainnya

Tragedi Berdarah di Pesisir Ujunggenteng: Aksi ‘Test Drive’ Berujung Maut, Satu Pengendara Tewas

13 April 2026 - 17:59 WIB

Suasana di lokasi kejadian perkara (TKP) kecelakaan lalu lintas tragis di pesisir Pantai Ujunggenteng, Desa Ujunggenteng, Sukabumi, pada Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Tampak kerumunan warga berkumpul di area kejadian, sementara puing-puing kendaraan dan jejak ban terlihat jelas di pasir basah. Kecelakaan yang melibatkan dua sepeda motor dan diduga dipicu oleh aksi balap liar ini merenggut nyawa Agus Gunawan (29) dan menyebabkan Angga (19) luka berat. (Tangkapan layar video warga)

Akibat Hujan Deras Berdurasi Lama, Satu Rumah di Parakansalak Sukabumi Ambruk

6 April 2026 - 21:29 WIB

Bocah Empat Tahun di Kalibunder Sukabumi Meninggal Dunia Usai Terpeleset ke Parit Saat Hujan Deras

6 April 2026 - 21:21 WIB

Tragis, Petani Lansia di Sukabumi Ditemukan Tewas Tertimpa Pohon Bambu di Kebunnya

23 Maret 2026 - 17:25 WIB

jenazah petani Saep (74) ditemukan. Area rimbun dengan semak dan rumpun bambu terlihat di kedua sisi. Gambar tersebut menampilkan sensor buram (blurred) di bagian tengah, yang menutupi detail jenazah korban yang ditemukan tergeletak di tengah dedaunan. Penemuan ini terjadi pada Senin (23/3) setelah korban dilaporkan hilang selama beberapa hari.

Diduga Akibat Korsleting Listrik, Sebuah Rumah di Sagaranten Ludes Terbakar Saat Ditinggal Penghuninya

3 Maret 2026 - 16:01 WIB

Warga dan petugas pemadam kebakaran (Damkar), meninjau puing-puing rumah yang ludes terbakar di Kampung Bojong Lingkung, Desa Sinar Bentang, Kecamatan Sagaranten. Kebakaran yang melanda pada Selasa (3/3/2025)

Begal Sadis Beraksi di Parungkuda Sukabumi: Suami Dibacok di Depan Istri, Motor Raib

18 Februari 2026 - 20:27 WIB

Ilustrasi
Trending di Peristiwa