Menu

Mode Gelap

Peristiwa · 23 Jun 2025 19:24 WIB

Tragedi Sumur Maut di Sukabumi: Jeritan Hati Sang Nenek Temukan Cucu 3 Tahun Tak Bernyawa


					Tim penyelamat gabungan dari Damkar Sukabumi, P2BK Nagrak, dan relawan berupaya keras mengevakuasi jenazah WSF (3), bocah yang tewas setelah terperosok ke dalam sumur sedalam 14 meter di Kampung Warungkawung, Sukabumi, Senin (23/6/2025). Proses evakuasi memakan waktu cukup lama karena kondisi sumur yang sempit dan dalam. Perbesar

Tim penyelamat gabungan dari Damkar Sukabumi, P2BK Nagrak, dan relawan berupaya keras mengevakuasi jenazah WSF (3), bocah yang tewas setelah terperosok ke dalam sumur sedalam 14 meter di Kampung Warungkawung, Sukabumi, Senin (23/6/2025). Proses evakuasi memakan waktu cukup lama karena kondisi sumur yang sempit dan dalam.

JENTERANEWS.com – Suasana duka yang mendalam menyelimuti Kampung Warungkawung, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi. Keceriaan seorang bocah laki-laki berinisial WSF (3) berakhir tragis setelah ia ditemukan meninggal dunia di dasar sumur sedalam 14 meter, pada Senin (23/6/2025) siang.

Peristiwa pilu ini pertama kali terkuak dari firasat seorang nenek. Sekitar pukul 12.30 WIB, sang nenek merasa curiga saat melihat kondisi penutup sumur di dekat kediamannya dalam keadaan terbuka dan rusak. Perasaannya semakin tidak menentu saat ia tak kunjung menemukan cucu kesayangannya yang sedang bermain.

Dengan hati berdebar, ia memberanikan diri untuk memeriksa sumur tersebut. Betapa hancur hatinya saat mendapati pemandangan yang tak pernah ia bayangkan: sang cucu sudah tak berdaya di dasar sumur yang gelap dan dalam.

“Kecurigaan sang nenek menjadi awal terkuaknya peristiwa ini. Saat diperiksa, ternyata benar, korban (cucunya) sudah berada di dalam sumur,” ungkap Miky, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nagrak saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.

Sontak, kabar tersebut membuat warga sekitar gempar. Teriakan histeris keluarga memecah keheningan siang itu, memicu respons cepat dari tim penyelamat gabungan.

Proses evakuasi berlangsung dramatis dan menguras emosi. Tim gabungan yang terdiri dari P2BK Nagrak, tim penyelamat dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Sukabumi, relawan, serta dibantu warga setempat, bahu-membahu berjuang mengangkat tubuh mungil WSF.

Medan yang sulit menjadi tantangan utama. Lubang sumur yang sempit dan kedalaman mencapai belasan meter membuat tim harus ekstra hati-hati.

“Begitu mendapat laporan, kami bersama tim rescue Damkar Sukabumi, relawan gabungan, dan warga langsung bergerak cepat melakukan proses evakuasi,” jelas Miky.

Setelah perjuangan yang cukup lama, tubuh WSF akhirnya berhasil diangkat ke permukaan. Harapan sempat membuncah, namun takdir berkata lain. Tim medis dari Puskesmas Nagrak yang telah siaga di lokasi segera melakukan pemeriksaan. Nahas, nyawa bocah malang itu tidak tertolong dan ia dinyatakan telah meninggal dunia.

Isak tangis keluarga dan kerabat pecah seketika saat mendengar kabar duka tersebut. Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan.

Kejadian naas ini menjadi pengingat keras bagi seluruh masyarakat akan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak dan keamanan lingkungan tempat tinggal. Sebuah kelalaian kecil bisa berakibat fatal dan meninggalkan luka seumur hidup.

Miky pun mengimbau dengan tegas agar warga lebih peduli terhadap potensi bahaya di sekitar rumah.

“Kami mengimbau dengan sangat kepada masyarakat untuk selalu waspada. Pastikan sumur, lubang, atau galian di sekitar rumah tertutup dengan rapat dan kuat. Jangan sampai kejadian serupa yang merenggut nyawa anak-anak kita terulang kembali,” tutupnya.(*)


Reporter: Joko S

Redaktur: Hamjah


Artikel ini telah dibaca 47 kali

Baca Lainnya

Tragedi Berdarah di Pesisir Ujunggenteng: Aksi ‘Test Drive’ Berujung Maut, Satu Pengendara Tewas

13 April 2026 - 17:59 WIB

Suasana di lokasi kejadian perkara (TKP) kecelakaan lalu lintas tragis di pesisir Pantai Ujunggenteng, Desa Ujunggenteng, Sukabumi, pada Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Tampak kerumunan warga berkumpul di area kejadian, sementara puing-puing kendaraan dan jejak ban terlihat jelas di pasir basah. Kecelakaan yang melibatkan dua sepeda motor dan diduga dipicu oleh aksi balap liar ini merenggut nyawa Agus Gunawan (29) dan menyebabkan Angga (19) luka berat. (Tangkapan layar video warga)

Akibat Hujan Deras Berdurasi Lama, Satu Rumah di Parakansalak Sukabumi Ambruk

6 April 2026 - 21:29 WIB

Bocah Empat Tahun di Kalibunder Sukabumi Meninggal Dunia Usai Terpeleset ke Parit Saat Hujan Deras

6 April 2026 - 21:21 WIB

Tragis, Petani Lansia di Sukabumi Ditemukan Tewas Tertimpa Pohon Bambu di Kebunnya

23 Maret 2026 - 17:25 WIB

jenazah petani Saep (74) ditemukan. Area rimbun dengan semak dan rumpun bambu terlihat di kedua sisi. Gambar tersebut menampilkan sensor buram (blurred) di bagian tengah, yang menutupi detail jenazah korban yang ditemukan tergeletak di tengah dedaunan. Penemuan ini terjadi pada Senin (23/3) setelah korban dilaporkan hilang selama beberapa hari.

Diduga Akibat Korsleting Listrik, Sebuah Rumah di Sagaranten Ludes Terbakar Saat Ditinggal Penghuninya

3 Maret 2026 - 16:01 WIB

Warga dan petugas pemadam kebakaran (Damkar), meninjau puing-puing rumah yang ludes terbakar di Kampung Bojong Lingkung, Desa Sinar Bentang, Kecamatan Sagaranten. Kebakaran yang melanda pada Selasa (3/3/2025)

Begal Sadis Beraksi di Parungkuda Sukabumi: Suami Dibacok di Depan Istri, Motor Raib

18 Februari 2026 - 20:27 WIB

Ilustrasi
Trending di Peristiwa