Menu

Mode Gelap

Kabar Daerah · 11 Mar 2025 12:18 WIB

Tragedi Warung Cabok: Anak Bakar Rumah Orang Tua, Api Berkobar di Tengah Malam Buta!


					Kobaran api menghanguskan rumah Abas, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Perbesar

Kobaran api menghanguskan rumah Abas, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar.

JENTERANEWS.com – Suasana Kampung Warung Cabok yang sunyi mendadak mencekam pada Selasa (16/01) dini hari. Kobaran api tiba-tiba melahap sebuah rumah, membuat warga sekitar terbangun dari tidur lelap mereka. Sumber api? Ternyata berasal dari ulah seorang pria yang tega membakar rumah orang tuanya sendiri.

Suryana (37), warga setempat, diduga kuat menjadi dalang dari kebakaran yang menghanguskan rumah milik Abas (68). Menurut keterangan Aipda Taufik, petugas kepolisian Polsek Palabuhanratu yang menangani kasus ini, Suryana membakar kayu bakar di dalam rumah yang memang sedang kosong. Api dengan cepat membesar, melalap seisi rumah dalam waktu singkat.

“Kejadian bermula saat Suryana membakar kayu di dalam rumah. Karena rumah tersebut kosong, api dengan cepat membesar dan menyebabkan kebakaran hebat,” ungkap Aipda Taufik.

Warga yang panik berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, api yang sudah terlanjur membesar membuat upaya mereka sia-sia. Dua unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil rescue dari Posko Damkar 1 Palabuhanratu diterjunkan ke lokasi kejadian. Butuh waktu sekitar satu setengah jam bagi petugas pemadam kebakaran untuk menjinakkan si jago merah.

Akibat kejadian ini, kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta. Rumah Abas rata dengan gosong dilahap si jago merah. Namun, kerugian materiil ini tidak sebanding dengan luka batin yang dirasakan Abas dan keluarganya.

Setelah berhasil memadamkan api, petugas kepolisian segera mengamankan Suryana. Pria yang diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ) ini tidak melakukan perlawanan saat diamankan.

“Kami mengamankan pelaku untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dan meresahkan warga. Sesuai dengan permintaan keluarga, pelaku kami serahkan ke Yayasan Welas Asih untuk mendapatkan perawatan,” jelas Aipda Taufik.

Suryana kini berada di Yayasan Welas Asih, tempat ia akan mendapatkan penanganan medis dan rehabilitasi. Keluarga berharap, Suryana dapat segera pulih dan kembali berkumpul bersama mereka.

Kebakaran ini menyisakan tanda tanya besar di benak warga. Mengapa Suryana tega membakar rumah orang tuanya sendiri? Apakah ada motif lain di balik aksi nekat ini?

Warga sekitar mengenal Suryana sebagai sosok yang pendiam dan tertutup. Namun, tidak ada yang menyangka ia akan melakukan tindakan senekat ini. Dugaan sementara, Suryana mengalami depresi atau gangguan kejiwaan sehingga melakukan tindakan yang tidak terkontrol.

Kasus ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Penting untuk selalu memperhatikan kesehatan mental orang-orang di sekitar kita. Jangan biarkan mereka berjuang sendirian melawan masalah yang mereka hadapi. Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami masalah kejiwaan, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional.(*)

Laporan: Ridwan


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 103 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Bupati Sukabumi Tegaskan Pentingnya Bimbingan Ulama pada Pelantikan Pengurus MUI 2026–2031

1 September 2026 - 13:29 WIB

Suasana prosesi pelantikan pengurus di dalam sebuah Gedung Olahraga (GOR). Seorang pejabat dengan setelan jas krem dan peci hitam memimpin acara di tengah, berhadapan dengan barisan pria berkemeja putih dan sarung yang siap dilantik. Di latar belakang tampak papan ring basket dan tribun penonton.

Atasi Dampak Kekeringan, Polres Sukabumi Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Palabuhanratu

1 September 2026 - 11:46 WIB

Warga Kampung Pasir Honje, Desa Jayanti, Palabuhanratu, Sukabumi, menampung pasokan air bersih yang disalurkan jajaran Polres Sukabumi menggunakan kendaraan Armoured Water Cannon (AWC), Senin (31/8/2026). Aksi sosial ini digelar guna meringankan beban masyarakat terdampak kekeringan

Diduga Curi Ponsel Pedagang Cuanki, Pria Bertato Diikat Warga di Tiang Lampu Jalan Ahmad Yani Sukabumi

1 September 2026 - 09:29 WIB

Kemenag Kota Sukabumi Tegaskan Ijazah Hak Akademik Siswa, Dilarang Ditahan Akibat Urusan Komite

1 September 2026 - 09:17 WIB

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Sukabumi, Rustandi, saat memberikan penegasan terkait larangan penahanan ijazah siswa di kantornya, Senin (31/8/2026).

Ngamuk hingga Rampas Ponsel Guru, Oknum Wartawan Pemeras Sekolah di Sukabumi Ternyata Pemakai Sabu

1 September 2026 - 08:59 WIB

Tangkapan layar dari video yang viral memperlihatkan oknum wartawan berinisial AS (46) saat sedang mengamuk dan mengacungkan jari telunjuknya ke arah kepala sekolah SDN Sukaraja 2, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dalam sebuah rekaman video yang mendadak viral di media sosial.

Wabup Sukabumi Resmikan Sirkuit Cibayawak Lewat Kejuaraan Grasstrack Jabar-Banten

30 Agustus 2026 - 20:13 WIB

Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas (tengah) memotong pita menandai peresmian Sirkuit Cibayawak di Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Minggu (30/8/2026). Pembukaan sirkuit tersebut dimeriahkan dengan gelaran event grasstrack regional dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca