Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 26 Mar 2026 08:46 WIB

Viral Joget di Dapur Gizi, BGN Resmi Bekukan SPPG Mitra Terkait


					Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, saat memberikan keterangan resmi. BGN mengambil tindakan tegas dengan membekukan satu unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik mitra yang terbukti melanggar standar operasional dan etika program Makan Bergizi Gratis (MBG). Perbesar

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, saat memberikan keterangan resmi. BGN mengambil tindakan tegas dengan membekukan satu unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik mitra yang terbukti melanggar standar operasional dan etika program Makan Bergizi Gratis (MBG).

JENTERANEWS.com — Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan membekukan sementara (suspend) satu unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Keputusan ini menyusul viralnya sebuah video yang memperlihatkan seorang pria—yang juga pengelola SPPG tersebut—asyik berjoget di area dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) tanpa mengindahkan standar kelayakan dan kebersihan.

Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, mengonfirmasi sanksi pembekuan tersebut pada Selasa Kliwon (24/3/2026). Menurut Nanik, tindakan ini diambil karena mitra terkait secara terang-terangan melanggar petunjuk teknis (juknis) operasional dapur gizi yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Terdapat dua temuan pelanggaran utama yang berujung pada pembekuan unit operasional tersebut:

  • Kesalahan Fatal Tata Letak (Layout): Kondisi dapur terbukti tidak sesuai dengan standar operasional yang diwajibkan untuk menjamin alur kerja yang higienis.

  • Pengabaian Standar Higienitas: Pria dalam video tersebut tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) standar dapur—seperti masker, celemek, atau penutup kepala—saat memproduksi konten.

Aksi joget tersebut dengan cepat menuai kecaman luas dari warganet. Kemarahan publik memuncak akibat narasi yang beredar menyertai video tersebut, di mana sang pengelola seolah memamerkan insentif harian sebesar Rp6 juta yang ia dapatkan dari pemerintah.

Pihak BGN sangat menyayangkan sikap arogan tersebut. Tindakan memamerkan kekayaan (flexing) di tengah berjalannya program subsidi dinilai tidak memiliki empati dan berpotensi merusak citra mulia dari program MBG, yang sejatinya difokuskan murni untuk meningkatkan gizi dan kecerdasan anak bangsa.

Berdasarkan data BGN, pria yang identitasnya kini dalam pengawasan ketat tersebut diketahui mendaftarkan total tujuh titik SPPG. Saat ini, baru satu unit yang beroperasi (yang kini dibekukan), sementara enam unit lainnya masih dalam tahap persiapan.

Sebagai langkah antisipasi, BGN memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh dan memperketat pengawasan terhadap proses pendirian enam titik SPPG sisa milik pria tersebut. Hal ini dilakukan demi menjamin kualitas pangan dan standar higienitas program tetap terjaga.

Nanik Sudaryati Deyang juga memberikan peringatan keras kepada seluruh mitra pengelola dapur gizi di seluruh Indonesia agar tidak menjadikan program MBG semata-mata sebagai proyek bisnis, apalagi ajang pamer kekayaan.

“Ini bukan bisnis, ini program pemerintah untuk mencerdaskan anak-anak. Jangan ada mitra yang aneh-aneh lagi,” tegas Nanik menutup pernyataannya.(*)


Editor: Hamjah

Artikel ini telah dibaca 139 kali

Baca Lainnya

SKANDAL MAKAN BERGIZI GRATIS: Terdakwa Berkelit ke Ranah Perdata, Hakim Soroti Tajam Bukti Fotokopi

28 April 2026 - 14:20 WIB

Suasana persidangan di Pengadilan Negeri Sukabumi dengan terdakwa dr. Silvi Apriani (duduk berhijab), Senin (27/4/2026). Agenda sidang adalah pembacaan eksepsi atas dakwaan penipuan dana pengadaan food tray program MBG. Panel hakim dipimpin oleh Teguh Arifiolani (

Dari Balik Semak Belukar Cibuni, Air Panas Belerang Ini Setia Obati Warga Meski Tak Lagi Terawat

28 April 2026 - 12:10 WIB

Potret terkini sumber mata air di Pemandian Air Panas Cibungur, Desa Cidadap, yang kini berubah menjadi kubangan alami usai fasilitas kolam buatan pemerintah hancur tersapu tanah longsor. Meski terbengkalai dan dikepung semak belukar, mata air ini tetap dimanfaatkan warga untuk terapi pengobatan penyakit kulit.

Pertahankan “Kartu Hijau” UNESCO, Ciletuh-Palabuhanratu Kokohkan Posisi Sebagai Geopark Kelas Dunia

28 April 2026 - 09:02 WIB

Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas (tengah depan, berikat kepala batik), didampingi jajaran Pemkab Sukabumi, terpaku menyaksikan siaran virtual pengumuman UNESCO Global Geopark langsung dari Paris, Prancis, yang menegaskan kembali status Ciletuh-Palabuhanratu, di Pendopo Sukabumi, Senin malam (27/4/2026). Gambar ini menangkap momen krusial saat 'Kartu Hijau' UNESCO dipastikan berlanjut.

Bupati Sukabumi Kukuhkan Pengurus Baru BP-CPUGGp, Tegaskan Geopark Sebagai Laboratorium Pembangunan Berkelanjutan Dunia

27 April 2026 - 17:50 WIB

Bupati Sukabumi H. Asep Japar memberikan sambutan saat pengukuhan pengurus baru BP-CPUGGp di Aula Dinas Perhubungan, Cikembar, Senin (27/4/2026).

Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam Menyusul Kegagalan Negosiasi AS-Iran dan Ketegangan di Selat Hormuz

27 April 2026 - 17:43 WIB

Ratusan Warga Desa Sukatani Sukabumi Kembali Gelar Aksi, Tagih Janji Kades Terkait Infrastruktur Jalan

27 April 2026 - 17:16 WIB

SUASANA AUDIENSI: Sejumlah warga Desa Sukatani, Sukabumi, berkumpul dan berdiri di Kantor Desa Sukatani untuk menagih janji kampanye Kepala Desa terkait perbaikan infrastruktur jalan yang rusak parah, Senin (27/4/2026). Pria berbaju biru di latar depan tampaknya sedang menyampaikan aspirasi langsung kepada Kepala Desa Sulaemansyah dan para pejabat lainnya yang duduk di meja depan dalam pertemuan tersebut.
Trending di Sukabumi