JENTERANEWS.com – Sebuah pemandangan langka dan mengharukan terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial Facebook, menampilkan aksi heroik seorang Kepala Desa (Kades) di Sukabumi, Jawa Barat. Demi memastikan warganya yang tidak memiliki BPJS Kesehatan atau Kartu Indonesia Sehat (KIS) mendapatkan perawatan medis, Kades Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Heri Suryana, atau yang akrab disapa Jaro Midun, tanpa ragu menjaminkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) mobil pribadinya ke pihak RSUD Palabuhanratu.
Video berdurasi 1 menit 17 detik yang diunggah oleh akun Facebook @muhamad tepi** ini sontak menyita perhatian publik. Dalam rekaman tersebut, Jaro Midun terlihat bernegosiasi serius dengan petugas kasir RSUD Palabuhanratu. Dengan tegas, ia menyerahkan STNK mobilnya sebagai jaminan pembayaran biaya perawatan warganya yang tengah dirawat.
“Ini bu materainya, tadi kan nomor HP-nya nomor HP saya, yang bertanda tangan dan bertanggung jawabnya adalah anaknya, ini warga saya, saya Kepala Desanya, karena itu tidak mampu belum punya uang, maka saya jaminkan STNK ini untuk itu,” ujar Jaro Midun dalam video yang dilihat Tribunjabar.id pada Senin (26/5/2025).
Aksi Jaro Midun ini menggambarkan potret seorang pemimpin yang benar-benar berdedikasi dan peduli terhadap nasib rakyatnya. Di tengah ketiadaan jaminan kesehatan formal bagi warganya, ia tampil sebagai garda terdepan, menggunakan aset pribadinya sebagai taruhan demi kemanusiaan.
Respon dari pihak kasir RSUD Palabuhanratu pun patut diapresiasi. Permintaan Jaro Midun diterima, menunjukkan adanya fleksibilitas dan pemahaman terhadap situasi darurat yang dialami warga tersebut. Hal ini memberikan secercah harapan bagi warga yang membutuhkan penanganan medis segera namun terganjal masalah administrasi atau finansial.
“Maka itu nanti kalau besok belum terealisasi pembayarannya ke nomor saya aja karena ini keluarga tidak mampu, itu mungkin sebisa saya untuk membayar besok, mudah-mudahan ada ya, terima kasih bu ya,” lanjut Jaro Midun, memperlihatkan komitmennya untuk bertanggung jawab penuh atas jaminan yang diberikan.
Peristiwa ini bukan hanya sekadar kisah inspiratif, tetapi juga menjadi cerminan akan tantangan sistem kesehatan di Indonesia, khususnya bagi masyarakat kurang mampu yang belum terjangkau program jaminan kesehatan. Aksi Jaro Midun menjadi bukti nyata bahwa kepemimpinan yang berempati dan proaktif sangat dibutuhkan di tingkat desa.
Hingga berita ini diterbitkan, jenteranews.com belum berhasil mendapatkan keterangan resmi baik dari Heri Suryana (Jaro Midun) maupun pihak RSUD Palabuhanratu terkait peristiwa yang mengharukan ini. Namun, kisah ini telah terukir dalam memori publik sebagai contoh nyata kepahlawanan seorang pemimpin desa di Sukabumi.(*)
[Hamjah]















