Menu

Mode Gelap

News · 15 Des 2024 17:50 WIB

2.500 Warga Terdampak Bencana di Sukabumi Akan Direlokasi


					Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto saat memberikan bantuan simbolis kepada korban bencana alam yang menempati di pos Pengungsian Bantargadung, Kab Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (13/12/2024). Perbesar

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto saat memberikan bantuan simbolis kepada korban bencana alam yang menempati di pos Pengungsian Bantargadung, Kab Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (13/12/2024).

JENTERANEWS.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan rencana relokasi terhadap 2.500 warga Kabupaten Sukabumi yang menjadi korban bencana alam. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menjamin keselamatan warga yang rumahnya hancur atau berada di lokasi rawan bencana.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menjelaskan bahwa saat ini pemerintah sedang mengidentifikasi beberapa lahan yang akan digunakan sebagai tempat relokasi.

“Relokasi ini untuk memastikan keselamatan mereka karena rumah mereka hancur dan yang berada di lokasi rawan. Saat ini kami tengah mengidentifikasi beberapa lahan yang dijadikan tempat bagi para korban,” ujarnya dalam keterangan pers.

BNPB bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta sejumlah kementerian dan lembaga terkait untuk penyediaan lahan tersebut. Proses relokasi ini membutuhkan perencanaan dan penataan lahan yang matang. Salah satu opsi yang sedang dibahas adalah penggunaan lahan Perhutani di selatan Jawa Barat.

“Kami akan membahas kemungkinan penggunaan lahan Perhutani di selatan Jawa Barat untuk relokasi warga terdampak bencana itu. Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah yang diambil dapat mempercepat pemulihan dan membantu masyarakat yang terdampak,” imbuh Suharyanto.

BNPB juga memberikan perhatian penuh kepada 20.629 warga yang terdampak berbagai bencana seperti banjir, tanah longsor, dan pergerakan tanah yang tersebar di 184 desa. Sebanyak 3.464 orang di antaranya telah dievakuasi ke tempat pengungsian yang telah disiapkan oleh pemerintah, seperti tenda, bangunan pemerintah desa, rumah kerabat, dan rumah ibadah.

BNPB memastikan kebutuhan logistik para pengungsi, seperti barang kebutuhan pokok, layanan kesehatan, dan perlengkapan pengungsian, masih terpenuhi dengan baik.

“Mereka menempati pengungsian yang berupa tenda, bangunan pemerintah desa, rumah kerabat, dan rumah ibadah yang sudah disiapkan pemerintah. Kami memastikan bahwa sejauh ini kebutuhan logistik berupa barang kebutuhan pokok, layanan kesehatan dan perlengkapan pengungsian terhadap para korban bencana masih dapat terpenuhi,” pungkas Suharyanto.(*)

Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

BGN Gandeng KPK Susun Rencana Aksi, Tutup Celah Korupsi Program Makan Bergizi Gratis

21 April 2026 - 16:30 WIB

Visualisasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang kini menjadi fokus pengawasan ketat oleh Badan Gizi Nasional dan KPK guna memastikan transparansi dan mencegah potensi korupsi yang telah diidentifikasi

Wujudkan Generasi Cerdas dan Sehat, SPPG Padasenang Gelar Sosialisasi Program MBG di SDN Banjarsari

21 April 2026 - 11:02 WIB

Suasana pertemuan sosialisasi Program Makan Bergizi (MBG) oleh SPPG Sukabumi Cidadap Padasenang di SDN Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (21/4/2026).

Damkar Kabupaten Sukabumi Sukses Evakuasi Ular Sanca dari Pemukiman Warga di Palabuhanratu

18 April 2026 - 20:31 WIB

Petugas Damkarmat Kabupaten Sukabumi berhasil mengamankan ular sanca dari pemukiman warga di Kampung Jayanti, Desa Jayanti, Palabuhanratu, Sabtu (18/4/2026). Evakuasi berjalan lancar tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil.

Harga Elpiji 12 Kg Merangkak Naik, Menteri ESDM Bahlil Pastikan Pasokan Gas 3 Kg Aman

18 April 2026 - 07:36 WIB

Cek Fakta: BMKG Bantah Isu Musim Kemarau 2026 sebagai yang Terparah dalam 30 Tahun Terakhir

15 April 2026 - 19:53 WIB

Pendekatan Humanis Operasi Damai Cartenz 2026: Kawal Aksi Unjuk Rasa di Yahukimo Tetap Kondusif

22 Januari 2026 - 18:11 WIB

Kapolres Yahukimo, AKBP Zet Saalino, S.H., M.H. (depan, topi bertuliskan ZET S), bersama personel gabungan Operasi Damai Cartenz dan Brimob BKO Polda Papua saat melakukan pengamanan aksi unjuk rasa Front Mahasiswa Yahukimo Se-Indonesia di halaman Kantor DPRD Kabupaten Yahukimo, Dekai, Rabu (21/1/2026).
Trending di News