JENTERANEWS.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan rencana relokasi terhadap 2.500 warga Kabupaten Sukabumi yang menjadi korban bencana alam. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menjamin keselamatan warga yang rumahnya hancur atau berada di lokasi rawan bencana.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menjelaskan bahwa saat ini pemerintah sedang mengidentifikasi beberapa lahan yang akan digunakan sebagai tempat relokasi.
“Relokasi ini untuk memastikan keselamatan mereka karena rumah mereka hancur dan yang berada di lokasi rawan. Saat ini kami tengah mengidentifikasi beberapa lahan yang dijadikan tempat bagi para korban,” ujarnya dalam keterangan pers.
BNPB bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta sejumlah kementerian dan lembaga terkait untuk penyediaan lahan tersebut. Proses relokasi ini membutuhkan perencanaan dan penataan lahan yang matang. Salah satu opsi yang sedang dibahas adalah penggunaan lahan Perhutani di selatan Jawa Barat.
“Kami akan membahas kemungkinan penggunaan lahan Perhutani di selatan Jawa Barat untuk relokasi warga terdampak bencana itu. Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah yang diambil dapat mempercepat pemulihan dan membantu masyarakat yang terdampak,” imbuh Suharyanto.
BNPB juga memberikan perhatian penuh kepada 20.629 warga yang terdampak berbagai bencana seperti banjir, tanah longsor, dan pergerakan tanah yang tersebar di 184 desa. Sebanyak 3.464 orang di antaranya telah dievakuasi ke tempat pengungsian yang telah disiapkan oleh pemerintah, seperti tenda, bangunan pemerintah desa, rumah kerabat, dan rumah ibadah.
BNPB memastikan kebutuhan logistik para pengungsi, seperti barang kebutuhan pokok, layanan kesehatan, dan perlengkapan pengungsian, masih terpenuhi dengan baik.
“Mereka menempati pengungsian yang berupa tenda, bangunan pemerintah desa, rumah kerabat, dan rumah ibadah yang sudah disiapkan pemerintah. Kami memastikan bahwa sejauh ini kebutuhan logistik berupa barang kebutuhan pokok, layanan kesehatan dan perlengkapan pengungsian terhadap para korban bencana masih dapat terpenuhi,” pungkas Suharyanto.(*)















