JENTERANEWS.com – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, secara langsung mengunjungi Yayasan Pondok Pesantren Salafi Terpadu Darussyifa Al-Fithroh (Yaspida) di Sukabumi, Jawa Barat. Kunjungan ini dilakukan menyusul peristiwa longsor yang menimpa pesantren pada 13 November lalu, mengakibatkan empat santri meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka.
Dengan wajah penuh simpati, Menag menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah tersebut. “Peristiwa ini sungguh menyayat hati. Saya turut merasakan duka yang mendalam atas kehilangan para santri kita,” ujar Menag saat memberikan sambutan di hadapan ribuan santri dan pengurus pesantren.
Bersama para santri, Menag memanjatkan doa bersama untuk para korban. Ia berharap para santri yang meninggal dunia diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. “Semoga para santri yang telah pergi menjadi syuhada dan mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya,” tambahnya.
Selain memberikan dukungan moral, Menag juga menyerahkan bantuan senilai Rp 200 juta kepada pihak pesantren. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para korban dan keluarga serta membantu proses pemulihan pesantren.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga negaranya, khususnya bagi saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah,” tegas Menag.
Menag juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana. Peristiwa longsor di Yaspida menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu waspada dan melakukan langkah-langkah preventif.
“Mari kita jadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga. Kita perlu memperkuat sistem peringatan dini dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan,” ajak Menag.
Pimpinan Pondok Pesantren Yaspida, Supriatna Mubarok, menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan bantuan yang diberikan oleh Menag dan Kementerian Agama. “Kami sangat berterima kasih atas kepedulian Bapak Menteri. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ucapnya.(*)
Sumber : Humas Kemenag















