JENTERANEWS.com – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Enung (81), warga Kelurahan Limusnunggal, Kota Sukabumi. Di usia senjanya, Enung harus menghembuskan napas terakhir secara tragis setelah menjadi korban tabrak lari saat dibonceng oleh suaminya, Mochtar Sidiq (77). Peristiwa memilukan itu terjadi di Perempatan Cigodeg, Jalan Raya RH Didi Sukardi, pada Selasa (10/6/2025) sore, dan pelaku hingga kini masih buron.
Kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Pasangan suami istri lansia ini tengah mengendarai sepeda motor Honda Kharisma bernomor polisi F 4105 SG. Menurut penuturan keluarga, keduanya baru saja mengisi bahan bakar dari arah Cisuda dan bermaksud berbelok di Perempatan Cigodeg untuk menuju SPBU terdekat.
Nahas, saat hendak berbelok, sebuah sepeda motor yang tidak dikenal melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Jalan Otista. Tanpa ampun, motor tersebut menghantam sisi motor yang ditumpangi Enung dan Mochtar.
Benturan yang sangat keras membuat tubuh renta Enung terpental ke aspal. Kepalanya menghantam jalan terlebih dahulu, menyebabkan pendarahan hebat di otak serta luka memar di sekujur wajah, tangan, dan kaki. Sementara itu, suaminya, Mochtar, hanya mengalami luka ringan dan syok berat.
“Setelah menabrak, pelaku langsung tancap gas melarikan diri tanpa memberikan pertolongan sedikit pun. Orang tua saya dibiarkan tergeletak di jalan dengan darah mengalir dari hidung,” ungkap Disya (38), cucu korban, dengan suara bergetar saat ditemui pada Rabu (11/6).
Warga yang melihat kejadian tersebut segera menolong dan melarikan Enung ke RS Ridogalih. Namun, karena keterbatasan peralatan medis untuk menangani cedera kepala yang parah, korban dirujuk ke RSUD R Syamsudin SH.
“Hasil CT scan menunjukkan ada pendarahan hebat di saraf otak yang mengharuskan operasi darurat segera dilakukan,” tambah Asep Iskandar (55), anak korban yang mendampingi Disya.
Takdir berkata lain. Sebelum tim medis sempat melakukan tindakan operasi, kondisi Enung terus menurun drastis. Ia dinyatakan meninggal dunia pada pukul 21.05 WIB. Jenazah almarhumah kini telah dikebumikan di TPU Taman Bahagia, diiringi isak tangis keluarga.
Keluarga korban kini menuntut keadilan. Mereka berharap pihak kepolisian dapat segera mengidentifikasi dan menangkap pelaku yang tega melarikan diri setelah menyebabkan kematian orang yang mereka cintai.
“Kami hanya ingin keadilan. Ibu kami bukan hanya korban kecelakaan, tapi juga korban dari kelalaian dan kepengecutan pelaku yang melarikan diri tanpa rasa tanggung jawab,” tandas Asep dengan nada tegas.
Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi Kota, Ipda Andhika Pratistha, membenarkan telah menerima laporan kecelakaan tersebut. Pihaknya telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengamankan barang bukti berupa motor korban, dan mencari keterangan dari saksi-saksi.
Namun, proses identifikasi pelaku menghadapi kendala besar. “Perkembangan saat ini, kami masih mencari petunjuk. Kejadiannya sore hari, namun kami baru menerima laporan resmi sekitar pukul 22.00 WIB. Kendala utamanya adalah tidak ada CCTV di sekitar lokasi yang mengarah langsung ke titik tabrakan,” pungkas Ipda Andhika.
Kini, keluarga hanya bisa berharap pada kerja keras aparat kepolisian untuk mengungkap identitas pelaku pengecut tersebut, agar keadilan bagi Nenek Enung dapat ditegakkan.(*)
Reporter: Awang
Redaktur pelaksana: Hamjah















